Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang di Kota Padang

Banjir bandang menghantam sejumlah kompleks perumahan di pinggiran Sungai Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumatera Barat.

27 Nov 2025 16:57 WIB · Lingkungan

KOMPAS/YOLA SASTRA

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Sedikitnya lima orang tewas akibat disapu banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025) pagi. Petugas masih berupaya mengevakuasi warga dan kendaraan yang tertimbun material banjir di lokasi.

Camat Koto Tangah Fizlan Setiawan, Kamis, mengatakan, kelima korban tersebut yaitu empat warga Kelurahan Lubuk Minturun dan satu warga Kelurahan Batipuh Panjang. Korban tewas ini akibat terimpit material banjir bandang.

”Rumah warga kami ini ada di pinggiran sungai. Derasnya air yang turun secara tiba-tiba mengakibatkan rumah mereka hanyut dan mereka terimpit,” kata Fizlan.

Fizlan belum dapat menjelaskan identitas kelima korban itu. Petugas sedang mendata dan memverifikasi di lapangan. Di luar lima korban itu, ada sekitar 15.000 warga terdampak banjir dan banjir bandang yang tersebar hampir di seluruh kelurahan di Koto Tangah.

Kondisi Blok A perumahan Luminpark Cluster seusai dihantam banjir bandang dari Sungai Lubuk Minturun,  Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Sedikitnya lima orang meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah.

Di Kelurahan Lubuk Minturun, banjir bandang terparah melanda perumahan Luminpark Cluster. Aliran Sungai Lubuk Minturun, berjarak sekitar 40 meter, meluap ke perumahan, kemudian membentuk satu aliran baru yang membelah kompleks tersebut.

Kamis siang, air berangasur surut, tetapi puluhan rumah tertimbun material lumpur dan pasir setebal 50 cm serta kayu-kayu yang dibawa banjir bandang. Belasan mobil dan puluhan sepeda motor juga tertimbun material banjir.

Petugas dari berbagai instansi terkait mengevakuasi warga, barang-barang, serta kendaraan. Sebagian petugas juga mulai membersihkan lingkungan dari lumpur dan material bekas banjir lainnya.

Di arah ke hilir, di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, juga terdampak banjir bandang dari Sungai Lubuk Minturun. Bendungan di kampung itu jebol sehingga aliran sungai menghantam perkampungan dan kompleks perumahan bersubsidi Abi Koto Panjang.

Kondisi debit air di salah satu cabang Sungai Lubuk Minturun seusai banjir bandang di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Sedikitnya lima orang tewas akibat banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah, Kamis pagi.

Air sungai masih besar, berwarna coklat, dan deras pada Kamis siang. Sejumlah bangunan dan rumah masih digerus air sungai. Dari pengukuran melalui aplikasi Google Earth, daratan yang tergerus sungai sekitar 100 meter.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, cuaca ekstrem pada Kamis (27/11/2025) menyebabkan banjir di 14 titik, banjir bandang di 12 titik, longsor di 7 titik, pohon tumbang di 20 titik, dan angin puting beliung di 2 titik. Namun, BPBD belum melaporkan jumlah total korban jiwa. 

Kesaksian warga

Fajar (30), warga Blok A Luminpark Cluster, mengatakan, air bah datang dari arah hulu sungai dan menyebar ke perumahan sekitar pukul 05.30 WIB. Air bercampur lumpur masuk ke rumah hingga ketinggian hampir semeter.

”Ketinggian banjir di dalam rumah sepinggang. Kami menyelamatkan diri ke lantai dua,” kata Fajar yang tinggal berenam di rumah itu bersama ayah, ibu, kakak, keponakan, dan pamannya, sejak 2016.

Kayu besar yang terbawa banjir bandang di kompleks perumahan Luminpark Cluster,  Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Sedikitnya lima orang tewas akibat banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah, Kamis pagi.

Menurut Fajar, sebelum kejadian ini, kawasan perumahan dilanda hujan dalam sepekan terakhir. Selama hujan itu, rumah tidak pernah kebanjiran. Namun, ia mengakui sebelumnya sering mendengar gemuruh dari sungai saat hujan. Kamis pagi, banjir bandang melanda.

Akibat banjir bandang, rumah Fajar masih tertimbun material lumpur, pasir, dan kayu. Satu mobilnya tertimbun di rumah, satu mobil lainnya hanyut terbawa banjir. Fajar dan keluarga mengungsi sementara di klinik kakaknya, di pusat kota.

”Ada dua warga sekitar, yang tinggal di luar kompleks, meninggal akibat kejadian ini,” kata Fajar, menambahkan.

Sementara itu, Ruri Putra Kurniawan (42), pengusaha pabrik tahu di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, mengatakan, air sungai meluap pada pukul 05.00 dengan ketinggian 1,5 meter di jalan. Saat itu, ia bersama dua pekerjanya sedang membuat tahu.

Kondisi salah satu rumah warga yang rusak dihantam banjir bandang dari Sungai Lubuk Minturun di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Sedikitnya lima orang tewas akibat banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah, Kamis pagi.

Menurut Ruri, banjir sempat surut beberapa jam kemudian. Namun, debit air sungai kembali naik pada pukul 10.00. Petugas BPBD pun memperigatkan warga untuk meninggalkan lokasi kejadian. 

”Pukul 10.30, air gelombang kedua menembak dari atas (hulu). Habis semua. Pabrik tahu saya, rumah-rumah, dan bangunan lainnya habis dibawa banjir bandang,” katanya. 

Selain menghanyutkan bangunan, kata Ruri, banjir bandang di Kampung Apa juga menyebabkan dua korban jiwa dan empat warga hanyut. ”Empat warga itu belum ditemukan,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto