Inter Miami berpeluang jadi duta tersisa Amerika Serikat di fase gugur Piala Dunia Antarklub 2025. Estevao ingin memamerkan potensinya di depan idolanya, Messi.
22 Jun 2025 16:10 WIB · Olahraga
MIAMI, MINGGU — Lionel Messi memburu kado ulang tahun istimewa ketika jumpa Palmeiras, Selasa (24/6/2025) pukul 08.00 WIB, di Stadion Miami Garden, pada laga pamungkas Grup A Piala Dunia Antarklub 2025. Namun, jalan ”La Pulga” untuk mencetak sejarah baru dalam sejarah soccer di Amerika Serikat bakal dihadang ambisi bintang muda Palmeiras membuktikan kemampuan mereka di hadapan idola besar mereka, Messi.
Dengan mengemas empat poin dari dua pertandingan Grup A, Miami dan Palmeiras sejatinya bisa bermain ”mata” untuk sama-sama lolos ke babak 16 besar. Syaratnya, pertarungan kedua tim berakhir imbang.
Koleksi lima poin, maka dua tim di peringkat ketiga dan keempat, yakni FC Porto dan Al Ahly (Mesir), yang akan bertarung pada saat bersamaan di Stadion MetLife, New Jersey, tidak memiliki arti apa pun. Pemenang dalam pertandingan itu hanya bisa meraih empat poin.
Namun, duel di Miami Garden tidak akan terasa hambar. Miami dan Palmeiras tetap bertekad untuk memburu kemenangan.
Messi ingin mencetak sendiri kado ulang tahun ke-38 yang jatuh pada 24 Juni nanti secara istimewa. Jika bisa membawa Miami lolos ke fase gugur, capaian itu bakal menjadi tinta emas baru bagi kiprah klub AS di kompetisi antarklub internasional. Miami memiliki peluang paling besar untuk menjadi tim AS yang pertama kali lolos ke fase gugur Piala Dunia Antarklub edisi baru.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/22/e1edcdc438c8bde226685477a4b6c522-wires_photo_2025_06_22T160058.737.jpg)
Selain itu, anak asuhan Javier Mascherano berpotensi besar pula mencatatkan diri sebagai satu-satunya duta tuan rumah yang melaju ke babak 16 besar. Dua klub AS lainnya, Seattle Sounders dan Los Angeles FC, menelan dua kekalahan sehingga amat mustahil bisa melaju ke babak selanjutnya.
Untuk Miami, kemenangan dan hasil imbang bakal membantu mereka lolos dari Grup A tanpa memedulikan tim lain. Apabila kalah, Miami bisa tetap bermain pada babak gugur seandainya tidak ada pemenang dari laga Porto kontra Al Ahly.
Jika pun ada pemenang pada duel di New Jersey, pemenang pada gim itu tidak memiliki selisih gol atau produktivitas gol akhir lebih baik dari Messi dan kawan-kawan.
Mascherano, Pelatih Miami, sangat optimistis dengan kans timnya bisa lolos fase gugur berkat kehadiran Messi sebagai kapten dan kreator serangan. Messi mencetak gol penentu kemenangan Miami 2-1 atas Porto.
”Dia (Messi) pemain yang selalu menunjukkan cara untuk bertarung, rasa laparnya, tekadnya sangat kuat untuk terus berkompetisi. Bahkan, pada menit-menit terakhir dengan kelelahan dan benturan, dia tetap mampu membantu tim dengan caranya untuk mendapatkan hasil positif,” ucap Mascherano dilansir DAZN.
Ia melanjutkan, ”Leo (Messi) adalah sosok yang mendorong kami. Kami tahu dengan memilikinya adalah keuntungan untuk tim, tetapi di atas segalanya dia memiliki spirit menang yang tak pernah habis.”
Bek Miami, Ian Fray, juga tidak ketinggalan memuji peran besar Messi untuk membantu Miami dalam berkompetisi di ajang terbesar dalam tujuh tahun usia klub. Selain aksinya di lapangan, Fray menyebut legenda terbesar dalam sepak bola Argentina itu juga piawai memotivasi tim dengan kata-katanya.
”Dia bisa meningkatkan motivasi tim sebelum setiap pertandingan. Dia selalu meminta kami percaya diri dan membuktikan kemampuan sendiri. Kami juga bisa bertanya kepadanya tentang situasi pertandingan, dia sangat rendah hati,” kata Fray yang berusia 22 tahun.
Meskipun akan menginjak usia 38 tahun, Messi tetap nyawa bagi Miami. Tidak ada pemain Miami lainnya yang bisa menyaingi kontribusi ofensif La Pulga.
Messi masih berada dalam daftar teratas pemain Miami dengan tembakan terbanyak, yakni tujuh kali tembakan, di dua gim Piala Dunia Antarklub 2025. Pemain bernomor punggung 10 itu juga sudah mengkreasi empat peluang bagi rekan setimnya serta lima kali sukses melakukan dribel di zona pertahanan lawan.
Jangan lupakan juga peran bertahan Messi. Ia mengoleksi 14 kali kemenangan duel, dua tekel sukses, sembilan pemulihan bola, serta tiga kali mengembalikan penguasaan bola di sepertiga akhir zona pertahanan lawan.
Sementara itu, Messi akan menghadapi sensasi baru sepak bola Brasil, Estevao, yang baru berusia 18 tahun atau berselisih 20 tahun dengan Messi. Kemampuan Estevao sudah teruji dengan dua trofi Pemain Terbaik bagi dua gim Palmeiras di Piala Dunia Antarklub 2025.
Bagi Estevao, berjumpa Messi saat masih berseragam Palmeiras, tim masa kecilnya, adalah sebuah anugerah sekaligus perpisahan termanis. Pasalnya, Estevao akan hijrah ke Chelsea untuk musim 2025-2026.
”Dia (Messi) adalah panutan terbesar saya di sepak bola, dia dan Neymar. Laga nanti akan menjadi sangat menantang. Mengahdapi dan melihatnya dari dekat adalah sebuah mimpi yang terwujud bagi saya,” tutur Estevao dilansir laman FIFA.
Serupa dengan Messi, Estevao adalah pemain yang paling banyak memberikan ancaman kepada lawan dari timnya. Lima tembakan sudah dihasilkan Estevao yang tampil di Piala Dunia U-17 Indonesia 2023. Tetapi, ia belum menghasilkan satu gol dari 1,06 expected goal (xG).
Estevao juga merupakan pemain Palmeiras yang paling dominan menguasai bola di dalam kotak penalti lawan. Delapan kali ia menguasai bola di zona berbahaya lawan. Itu menunjukkan peran besarnya dalam skema serangan tim asal Brasil itu.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto