Lipsus LALIGA: Semakin Ramah Asia

Pengikut di media sosial bukan sekadar angka bagi LALIGA. Lebih dari itu, mereka adalah fans yang harus dilayani. LALIGA mengambil langkah agar semakin ramah Asia.

30 Mei 2025 05:00 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Pertumbuhan penggemar sepak bola di kawasan Asia banyak berpengaruh terhadap perkembangan LALIGA, salah satunya jumlah pengikut di media sosial. Penggemar yang ingin mengetahui perkembangan LALIGA terdorong mengikuti akun resmi di berbagai media sosial, seperti Instagram dan X.

Di Instagram, LALIGA kini diikuti lebih dari 52 juta orang di seluruh dunia. Jutaan orang itu bukanlah angka semata bagi LALIGA. Mereka adalah penggemar yang harus dilayani.

Melayani penggemar di seluruh dunia bisa dilakukan dengan bermacam cara, mulai dari menyediakan konten multibahasa, interaksi rutin, hingga mengatur jam pertandingan agar ramah bagi penonton di belahan dunia lain. LALIGA menyadari, banyak penggemar di Asia yang ingin pertandingan tidak terlalu banyak berlangsung pada dini hari. Terobosan langsung dilakukan dengan mengatur jam pertandingan ”El Clasico” terakhir musim ini menjadi lebih ramah Asia.

Di Indonesia, laga yang menentukan perebutan gelar juara antara Barcelona dan Real Madrid itu disiarkan pukul 21.15 WIB. Ini berarti pertandingan dimulai sekitar pukul 16.00 waktu Spanyol.

Dengan jam pertandingan yang tidak terlampau larut ini, banyak agenda nonton bareng El Clasico yang diselenggarakan di wilayah Indonesia. Pertandingan bisa dijangkau banyak orang. Jutaan mata menjadi saksi pupusnya upaya Real dalam menunda pesta juara Barca.

Mengatur jam sepak mula El Clasico menjadi lebih awal merupakan langkah cukup berani dari LALIGA. Pertandingan sepak bola besar biasanya berlangsung pada jam-jam utama, misalnya pukul 19.00. LALIGA menempuh langkah berani demi memanjakan penggemar di seluruh dunia agar sepak bola dapat dirayakan bersama-sama.

Untuk mengakomodasi penggemar di Asia, LALIGA memiliki dua slot jam pertandingan, yaitu pukul 14.00 dan 16.00. Penentuan jam pertandingan sudah melalui pertimbangan matang. Menurut Presiden LALIGA Javier Tebas, jam pertandingan bisa dibuat lebih awal lagi, tetapi hal ini harus melalui persetujuan dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

”Jadi, kami punya slot waktu yang kami anggap wajar agar penggemar sepak bola di Asia dapat menonton pertandingan secara langsung. Kami ingin melihat apakah beberapa kali sepanjang musim, kami dapat menawarkan pertandingan pada waktu yang lebih baik untuk penggemar di Asia,” ujar Tebas, menjawab pertanyaan Kompas dalam sesi wawancara yang difasilitasi LALIGA.

Presiden LALIGA Javier Tebas

Selain mengatur jam pertandingan yang lebih ramah Asia, LALIGA juga berupaya mendekatkan diri dengan penggemar dengan menghadirkan konten dalam banyak bahasa, termasuk Indonesia. Terdapat akun media sosial khusus dalam bahasa Indonesia yang memberikan perkembangan terbaru LALIGA. Satu di antaranya di X. Akun LALIGA Indonesia di X sudah diikuti 219.000 pengikut.

Tidak hanya mengabarkan perkembangan liga, dalam beberapa kesempatan, akun LALIGA Indonesia juga menyampaikan ucapan belasungkawa saat terjadi musibah banjir di Jabodetabek. Demikian pula saat terjadi transisi kepelatihan timnas Indonesia dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert. LALIGA Indonesia turut mengucapkan selamat bertugas kepada Kluivert.

Kluivert merupakan sosok yang memiliki irisan dengan LALIGA serta Indonesia. Semasih aktif bermain, Kluivert pernah memperkuat Barca. Ini merupakan cara LALIGA membangun kedekatan antara Indonesia dan LALIGA.

”Saya rasa dia (Kluivert) sudah seperti duta besar LALIGA di Indonesia saat ini. Dia adalah pemain legendaris LaLiga kala itu dan sekarang menangani timnas Indonesia. Ini sangat relevan bagi kami,” kata Koordinator Konten Digital Internasional LALIGA Xiowei Guo.

Akun resmi LALIGA dalam bahasa Indonesia mengucapkan selamat kepada Patrick Kluivert yang ditunjuk sebagai pelatih baru tim nasional Indonesia.

Interaksi

Kata kunci dalam memanjakan para penggemar di media sosial adalah interaksi dengan penggemar. LALIGA membalutnya dengan perkembangan teknologi, akal imitasi (artificial intelligence/AI). Saat ini, LALIGA menjadi salah satu liga top Eropa terdepan dalam pemanfaatan AI.

Berbagai terobosan telah dilakukan dengan memanfaatkan AI, dua di antaranya adalah menciptakan karakter virtual bernama Alex serta mengoptimalisasi data pada tiap pertandingan untuk diolah dalam fitur Beyond Stats.

Alex memungkinkan penggemar mendapatkan informasi terbaru dan yang mereka butuhkan terkait LALIGA. Ia bukan sekadar karakter yang gambarnya dihasilkan dengan alat dan proses AI, tetapi juga terus dilatih sehingga mampu menghasilkan konten dan terlibat dalam dialog yang terkoordinasi.

”Pada dasarnya ini adalah cara baru yang kami gunakan untuk terhubung kepada penggemar dengan cara yang berbeda. Teknologi ini juga memberi kami kemungkinan untuk menjangkau penggemar secara lebih luas dalam bahasa target atau bahasa ibu mereka,” kata Kepala Implementasi dan Pengembangan AI LALIGA Javier Gil.

Seorang petugas bekerja menganalisis data yang direkam pada pertandingan Atletico Madrid kontra Real Betis di Stadion Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (18/5/2025). Data tersebut diperoleh dari banyaknya kamera yang dipasang di stadion serta alat pelacak (GPS) pada tiap pemain.

Adapun melalui fitur Beyond Stats, penggemar disuguhi data detail setiap pertandingan. Data rinci terkait area tembakan, pergerakan pemain, serta pemain paling berbahaya di kotak penalti lawan secara lengkap disajikan dengan visualisasi yang enak dipandang.

Semua data itu dikumpulkan dari setiap pertandingan menggunakan kamera yang dipasang di seisi stadion. Pada satu pertandingan, data yang dikumpulkan bisa mencapai 3,5 juta data. Pengolahan data itu bisa memberikan pandangan menarik untuk penggemar.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti