Literasi Bangkit dari Gang Sempit

Gerakan literasi di permukiman padat Kebon Jahe, Cengkareng, Jakarta Barat, berlangsung dalam senyap sejak beberapa tahun lalu.

15 Jun 2025 05:45 WIB · Metropolitan

Oleh Priyombodo

Akbar tampak semangat memilih dan memasukkan buku bacaan anak yang tersusun di rak ke dalam kontainer di pojok baca Sanggar ISCO Kebon Jahe yang terletak di kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (10/6/2025). Padahal, tugas itu sebenarnya bukan tanggung jawabnya, melainkan didelegasikan oleh sang tutor, Sandy, kepada Indah dan Aini yang menjadi duta baca sore itu.

Tidak membutuhkan waktu lama, kontainer yang penuh buku anak telah diikat ke troli sehingga mudah digeret menyusuri gang sempit menuju lapangan yang berjarak sekitar 200 meter. Sesekali Aini menawarkan buku kepada anak-anak yang kebetulan ia jumpai. Ia sempat mampir memperlihatkan sebuah buku dan membacakannya kepada Alka (2) yang sore itu didampingi neneknya di depan rumah. Buku-buku yang mereka bawa itu boleh saja dipinjam oleh para orangtua untuk kemudian menjadi bacaan maupun dibacakan kepada anak bahkan cucu mereka di saat senggang.  

Literasi Bangkit Dari Gang  Sempit
Literasi Bangkit Dari Gang  Sempit
Literasi Bangkit Dari Gang  Sempit
Literasi Bangkit Dari Gang  Sempit

Dalam perjalanan menuju lapangan, Akbar kembali mengambil peran menarik troli berisi satu kontainer penuh buku bacaan anak. Jalanan yang sempit dan permukaan yang tidak rata membuat Akbar kewalahan. Beberapa kali kontainernnya tersangkut. Tidak sedikit pun ia mengeluh. Indah dan Aini yang mengikuti dari belakang membantu memperbaiki posisi troli agar lebih mudah ditarik.

Setelah menyusuri gang  sempit yang pengap dan sedikit gelap itu, mereka sampai ke sebuah lapangan yang menjadi satu-satunya lahan terbuka di hunian padat tersebut. Setibanya di lapangan, Indah berseru, ”Ayo, ikut  baca buku!” Segerombolan anak yang awalnya bermain mendatangi Indah, Akbar, dan Aini. Mereka tampak sumringah begitu tutup kontainer berwarna hijau dibuka. Sepertinya mereka jarang menemukan buku bacaan anak yang menarik.

”Ini boleh dipinjam?” ujar seorang anak memastikan. Mereka berebutan membolak-balik buku di kontainer untuk mendapatkan buku yang diinginkan. Begitu buku sudah di tangan, mereka duduk di pinggir lapangan dan mulai asyik berkelana menikmati isi buku yang  penuh gambar warna dan tulisan. Beberapa buku berbahasa Inggris.

Akbar Indah dan Aini menyusuri gang tikus menawarkan buku bacaan kepada anak-anak sekitar.
Duta baca Aini dan Indah mendampingi anak-anak yang antusias memilih buku bacaan dalam gerakan membaca di mana saja. Gerakan tersebut berlangsung satu kali dalam sepekan.
Anak-anak memilih beragam buku bacaan anak di dalam kontainer. Buku bacaan anak menjadi barang mewah bagi anak-anak yang tumbuh di permukiman padat ini.
Suasana lapangan yang menjadi satu-satunya ruang terbuka yang dapat diakses anak-anak yang tinggal di permukiman padat penduduk di kawasan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Antusiasme anak-anak menikmati buku bacaan anak gratis dalam gerakan membaca di mana saja. Buku-buku bacaan anak itu dibawa oleh duta baca dari sanggar ISCO.
Seorang anak menikmati buku bacaannya yang bercerita tentang dunia penerbangan.
Antusiasme anak-anak menikmati buku bacaan yang dibawa oleh duta baca dari sanggar ISCO. buku bacaan anak yang penuh warna dan cerita itu menjadi barang mewah bagi mereka.

Sore itu menjadi kemewahan bagi sekelompok anak-anak yang  mendapatkan akses buku bacaan secara gratis.

Kegiatan mengajak membaca buku di mana saja seperti menawarkan buku dari rumah ke rumah itu dilakukan sekali dalam sepekan. Gerakan literasi berkembang dari pojok baca di Sanggar Indonesia Street Children Organization (ISCO) sejak 2022 lalu. Melalui buku-buku donasi yang diperoleh, semangat literasi ditularkan kepada anak-anak di permukiman padat yang minim akses terhadap perpustakaan kota. Dari ruang kecil sanggar di gang sempit, semangat literasi terus ditularkan.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Priyombodo
 | 

Editor:

Aris Prasetyo, Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji