Bersama Liverpool, Mohamed Salah telah memenangi segalanya. Dengan usianya yang kian menua, apa alasan Liverpool dan Salah sepakat memperpanjang kebersamaan?
11 Apr 2025 23:15 WIB · Olahraga
Sulit untuk tidak menyandingkan perpanjangan kontrak Mohamed Salah di Liverpool dengan sebuah ikatan pernikahan. Suatu pernikahan bisa terjadi di antara dua orang yang merasa saling membutuhkan. Demikian pula Salah dan Liverpool. Sempat tarik ulur, Liverpool akhirnya resmi memutuskan memperpanjang kebersamaan dengan Salah, Jumat (11/4/2025), hingga dua tahun mendatang.
Nasib Salah sempat terkatung-katung menjelang enam bulan terakhir masa kontraknya yang habis pada Juni 2025. Tidak ada penawaran kontrak serius dari Liverpool, setidaknya hingga Januari 2025. Itu berarti, Salah bisa membuka komunikasi resmi dengan klub lain.
Bisa dipahami mengapa teka-teki masa depan Salah di Liverpool amat berlarut-larut. Fenway Sports Group (FSG), pemilik Liverpool, begitu menjaga model keuangan berkelanjutan. Dengan kata lain, mereka amat selektif dalam menentukan pemain mana saja yang akan diperpanjang kontraknya.
Pendekatan model keuangan berkelanjutan itu secara langsung menggeser paradigma Liverpool dalam melepas atau mempertahankan pemain. Pertanyaan utama yang selalu dikedepankan dalam setiap keputusan terhadap kontrak bukan lagi tentang seberapa besar kontribusi sang pemain di masa lampau, melainkan berapa sumbangsihnya kepada klub pada masa depan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/21cb86e66937139ea83a2cf2dcd14a82-wires_photo_41_.jpg)
Masa depan Salah terbentur pertanyaan skeptis itu. Usianya akan segera bertambah jadi 33 tahun Juni mendatang. Itu berarti, Salah sudah melewati, yang banyak orang katakan sebagai, masa-masa emas seorang pesepak bola. Gaya bermain Liverpool yang sangat dinamis menuntut kebugaran fisik. Inilah alasan pemain berusia 30 tahun ke atas selalu berada pada daftar terdepan yang kontraknya tidak diperpanjang.
Akan tetapi, Salah memperlihatkan usia bukanlah halangan. Seiring bertambahnya usia, kecepatan Salah bukannya melambat, tetapi terus meningkat. Data dari Skillcorner mengungkapkan, Salah mencatatkan kecepatan berlari hingga 31,1 kilometer per jam (km/jam). Kecepatan itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan enam musim sebelumnya yang selalu berada pada kisaran 30 km/jam.
Dari aspek produktivitas, Salah juga tidak terhentikan. Musim ini ia telah terlibat dalam 54 gol di seluruh kompetisi. Total jumlah asis dan golnya musim ini melampaui enam musim sebelumnya.
”Ada pemain lain yang bisa mencetak gol, tetapi Mo Salah bisa mencetak gol meski ia tidak berada dalam performa terbaiknya selama setengah jam atau 15 menit. Itulah sebabnya, ia begitu kuat secara mental. Anda harus seperti itu jika ingin berada di level tertinggi setiap tiga atau empat hari selama tujuh atau delapan tahun. Selain kualitas dan fisik, Anda juga harus sangat kuat secara mental,” tutur Manajer Liverpool Arne Slot, dikutip dari BBC Sport.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/2c8c971738512c184f4479b3a2967299-Liverpool_Salah_Contract.jpeg)
Melihat statistik tersebut, faktor usia tidak lagi menjadi penghalang Liverpool memperpanjang kontrak Salah. Mengingat betapa produktifnya Salah musim ini, para petinggi Liverpool agaknya menyadari bahwa sang ”Raja Mesir” masuk kriteria pemain yang masih bisa memberikan dampak di masa depan.
Bak gayung bersambut, penawaran kontrak yang ditunggu-tunggu Salah akhirnya tiba. Jika pada 2022 Salah mendapat penawaran kontrak baru berdurasi tiga tahun, kali ini Liverpool menawarkan dua tahun perpanjangan hingga Juni 2027.
Kesepakatan gaji pada kontrak terbaru Salah pun tetap sama, yakni sebesar 350.000 pound sterling (Rp 7,6 miliar) per pekan. Jumlah gaji ini agak di luar kebiasaan karena pesepak bola usia 30 tahun ke atas biasanya mendapat durasi kontrak serta gaji yang lebih kecil. Ini menandakan Liverpool melihat Salah memiliki banyak hal untuk ditawarkan.
Jika Liverpool masih membutuhkan ketajamannya, lalu apa motivasi terbesar Salah untuk tetap berseragam Liverpool? Sejak bergabung dengan Liverpool pada 2017, Salah telah memenangi segalanya, mulai dari trofi Liga Champions Eropa, Liga Inggris, Piala Liga Inggris, Piala FA, hingga Piala Dunia Antarklub.
Koleksi lemari trofi Salah tergolong sangat lengkap bersama Liverpool. Di saat kontraknya sempat terombang-ambing, Salah mendapat tawaran menggiurkan untuk bermain di Liga Pro Saudi. Namun, iming-iming materi itu dia tolak demi tetap bersama klub yang telah memberinya segala macam trofi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/a11f9be6705bf291e7dad56e42e0317c-Liverpool_Salah_Contract_1_.jpeg)
Lewat siaran pers, Salah mengungkapkan motivasi terbesar tetap bersama Liverpool adalah demi memenangi lebih banyak trofi. Tidak pernah ada kata puas dalam diri Salah. Bagi Salah, selagi masih bisa bermain di level tertinggi, pilihan itu akan dia ambil.
”Ini luar biasa. Saya menjalani tahun-tahun terbaik saya di sini. Saya bermain selama delapan tahun, mudah-mudahan menjadi 10 tahun. (Saya) menikmati hidup saya di sini, menikmati sepak bola saya. Saya menjalani tahun-tahun terbaik dalam karier saya. Saya menandatangani kontrak di sini karena saya yakin kita bisa memenangi banyak trofi besar bersama-sama,” katanya.
Selain Salah, kompatriotnya sekaligus kapten Liverpool, Virgil van Dijk, turut mendapatkan perpanjangan kontrak dua tahun. Sebagaimana Salah, Van Dijk yang kini berusia 33 tahun juga sempat menantikan kelanjutan masa depannya di Anfield.
Dalam beberapa pekan terakhir, Liverpool tengah dijangkiti inkonsistensi performa. Pada laga terbaru, Liverpool takluk 2-3 dari Fulham yang merupakan kekalahan kedua sepanjang musim ini di liga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/02/03/000_1NY3XP_1580741486.jpg)
Perpanjangan kontrak Salah serta Van Dijk dinilai akan menjadi dorongan besar bagi Liverpool yang kini tengah berjuang mempertahankan puncak klasemen. ”Si Merah” unggul 11 poin atas Arsenal di peringkat kedua pada saat Liga Inggris tinggal menyisakan tujuh laga.
Kini dengan adanya ikatan benang merah antara Liverpool dan Salah, tidak ada lagi rumor-rumor yang bisa mengganggu persiapan tim di atas lapangan.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul