Liverpool, Penyintas Badai Kekacauan di Tottenham Hotspur

Liverpool sukses bertahan dari amuk badai kala meladeni Spurs di Stadion Tottenham Hotspur. Laga penuh tuntutan ini tak pernah gagal menghadirkan produktivitas gol.

21 Des 2025 08:03 WIB · Olahraga

AP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LONDON, MINGGU — Bukan hanya rentetan gol, laga Liverpool melawan Tottenham Hotspur kali ini juga diwarnai badai cedera dan kartu merah. Kewajiban kedua tim untuk menang memicu pertandingan yang kacau, namun amat menghibur. Liverpool unggul 2-1, tetapi harus membayarnya dengan cedera pemain.

Kekacauan jadi kata yang paling tepat menggambarkan pertandingan di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Selain cedera pemain, wasit John Brooks juga mengeluarkan hingga delapan kartu, termasuk dua kartu merah, untuk Spurs. Laga Liverpool kontra Spurs sebelumnya senantiasa diingat akan produktivitas golnya. Laga antara kedua tim sangat jarang berakhir tanpa gol. Inilah laga dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Liga Inggris (209 gol).

Kali ini ceritanya sedikit berbeda. Selain produktivitas gol yang tetap terjaga, pertandingan berjalan lebih menarik sekaligus menegangkan, yang berujung pada cedera penyerang Alexander Isak dan Conor Bradley dari Liverpool serta dua kartu merah untuk Spurs. Rentetan badai kekacauan di Stadion Tottenham Hotspur itu tidak lain dan tidak bukan dipicu oleh tekanan untuk menang bagi kedua tim.

Spurs yang butuh hasil positif setelah hanya meraih dua kemenangan dalam sembilan laga terakhir di Liga Inggris berusaha mengontrol jalannya laga di awal. Si ”Lili Putih” tampil lebih dominan di atas Liverpool yang terkesan kurang bersemangat membangun serangan di babak pertama. Para pemain Liverpool terlalu lambat ketika mendapatkan momentum menyerang. Pun ketika kesempatan menyerang tiba, ketajaman Liverpool lenyap saat memasuki area penalti Spurs.

Badai kekacauan dimulai dengan kartu merah yang diterima gelandang serang Spurs, Xavi Simons. Pemain timnas Belanda itu didakwa melanggar Virgil Van Dijk secara serius dari belakang. Brooks awalnya memberi Simons kartu kuning. Namun, setelah pelanggaran itu ditinjau ulang, hukuman Simons berubah jadi kartu merah.

APTOPIX Britain Premier League Soccer

Kehilangan Simons memaksa penyerang Randal Kolo Muani berposisi lebih turun. Itu karena Manajer Spurs Thomas Frank memaksa mempertahankan sistem yang sama. Muani berperan ganda, selain sebagai ujung tombak, juga gelandang serang yang menjembatani lini tengah dan depan. Dalam situasi tersebut, formasi Spurs berubah dari 4-4-2 menjadi 4-4-1.

Bermain dengan 10 orang turut memengaruhi intensitas serangan Spurs. Dari yang awalnya lebih dominan menekan, Spurs kemudian bermain lebih langsung lewat umpan-umpan cepat ke depan.

Momentum ketidakseimbangan Spurs coba dimanfaatkan Manajer Liverpool Arne Slot di babak kedua. Ia memperkuat lini serang dengan memasukkan penyerang Alexander Isak, menggantikan Conor Bradley yang merasakan ketidaknyamanan seusai berbenturan dengan Djed Spence. Isak sudah bisa memecah kebuntuan dengan hanya 10 menit berada di lapangan.

Kombinasi umpan pendek cepat antara Isak, Hugo Ekitike, dan Florian Wirtz mengacaukan lini pertahanan Spurs. Isak mencetak gol dari jarak dekat, tapi bertabrakan dengan Micky van de Ven sehingga tidak mampu merayakan gol. Isak pada akhirnya harus digantikan oleh Jeremie Frimpong karena mengalami cedera.

Britain Premier League Soccer

Berkah terselubung

Berkah terselubung dari cedera Isak adalah gol kedua Liverpool yang dicetak Ekitike. Masuknya Frimpong yang lebih berani dalam pergerakan penetrasi ke area pertahanan Spurs berbuah gol sundulan Ekitike. Gol kedua Liverpool mendapat protes dari Spurs lantaran Ekitike dinilai lebih dulu melanggar Christian Romero dalam duel udara. Namun, wasit bergeming pada keputusannya.

”Saya pikir gol kedua adalah kesalahan dari wasit. Saya pikir ada dua tangan (Ekitike) di punggung (Romero). Jelas dua tangan di punggung. Saya tidak mengerti bagaimana Anda bisa melakukan itu (dan lolos dari pengamatan wasit),” ujar Frank.

Gol balasan Spurs yang dilesakkan penyerang pengganti, Richarlison, menyulut badai menjadi lebih besar. Lewat gol itulah harapan Spurs menyamakan kedudukan jadi meningkat. Mau tidak mau, Liverpool mengalihkan fokus pada pertahanan akibat mendapat serangan beruntun dari Spurs.

Quote

Jujur ​​saja, saya pikir melawan sembilan pemain, kami mungkin bisa mencegah mereka mencetak gol.

Di tengah ancaman Spurs mencetak gol penyeimbang, momentum justru dirusak oleh kartu merah Romero. Kapten Spurs itu terpancing emosi dengan menendang Ibrahima Konate setelah sama-sama terjatuh. Brooks memberikan kartu kuning kedua untuk Romero, yang membuat Spurs harus berjuang hingga akhir hanya dengan sembilan pemain.

Tidak hanya Romero, saking kacaunya laga memaksa Brooks juga mengeluarkan kartu kuning kepada Rodrigo Bentancur, Alexis Mac Allister, dan Richarlison pada waktu tambahan babak kedua. Benturan demi benturan antarpemain semakin sering tercipta. Frimpong yang masuk sebagai pemain pengganti juga tidak dapat melanjutkan laga akibat cedera.

Gelandang Liverpool, Curtis Jones (kanan), berebut bola dengan penyerang Tottenham Hotspur, Brennan Johnson, dalam pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Liverpool di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB.

Kehilangan dua pemain melemahkan serangan Spurs yang pada akhirnya tidak sanggup mencetak gol penyeimbang lagi. ”Jujur ​​saja, saya pikir melawan sembilan pemain, kami mungkin bisa mencegah mereka mencetak gol. Tetapi, tampaknya kami bermain dengan sembilan pemain dan mereka dengan 11 pemain karena serangan demi serangan terus terjadi, yang tidak menghasilkan gol,” kata Slot.

Kemenangan ini memperpanjang tren positif Liverpool yang belum pernah kalah dari enam laga beruntun. Sementara Frank kian terdesak lantaran hanya meraih satu kemenangan dalam delapan laga terakhir Spurs.

Menjadi penyintas badai di Stadion Tottenham Hotspur sepadan dengan hasil yang diterima Liverpool. Tambahan tiga poin mendongkrak Liverpool ke posisi kelima. Mempertahankan gelar juara barangkali sudah sangat berat bagi ”Si Merah”, tetapi upaya bermain di kompetisi antarklub Eropa musim depan masih terjaga. (BBC)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti