Lolos Kejuaraan Dunia Akuatik 2025, Felix Iberle Tatap Tantangan Berikutnya

Perenang Indonesia juara dunia yunior, Felix Iberle, lolos limit A Kejuaraan Dunia Akuatik 2025. Dia bertekad naik podium lagi seperti saat yunior.

12 Mar 2025 09:49 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Lebih dari setahun berlalu sejak Felix Viktor Iberle menjadi fenomena bagi akuatik Indonesia dengan menjuarai Kejuaraan Dunia Renang Yunior pada September 2023. Kini, Felix menatap tantangan selanjutnya pada level senior dengan lolos ke Kejuaraan Dunia Akuatik Singapura 2025. Dia bertekad mencapai podium.

Felix memastikan kelolosan ke Kejuaraan Dunia Akuatik 2025 setelah mencapai limit A di 60th MILO/MAS Malaysia Invitational Age Group Swimming Championships 2025, 20-23 Februari. Dalam salah satu ajang untuk kualifikasi Kejuaraan Dunia itu, Felix keluar sebagai peraih emas nomor 50 meter gaya dada dengan waktu 27,33 detik.

Dengan catatan waktu tersebut, Felix menembus batas waktu minimal atau limit A yang juga 27,33 detik. Limit A untuk Kejuaraan Dunia 2025 ini ditentukan berdasarkan waktu tercepat dari standar waktu babak kualifikasi A di Kejuaraan Dunia Akuatik Fukuoka 2023 dan Doha 2024 serta waktu tempat ke-16 dari babak penyisihan Kejuaran Dunia Akuatik 2023.

Catatan waktu itu tak hanya mengantar Felix menembus Kejuaraan Dunia 2025. Dengan 27,33 detik, perenang berusia 20 tahun ini mencapai peringkat kelima dunia 2025 pada nomor 50 meter gaya dada tersebut.

Perenang belia Indonesia, Felix Viktor Iberle (18), merebut medali emas nomor 50 meter gaya dada putra di Kejuaraan Dunia Yunior 2023 di Netanya, Israel, Sabtu (9/9/2023) malam waktu setempat atau Minggu dini hari WIB. Pada babak final, Felix yang menempati lintasan 4 menjadi yang terdepan dengan catatan waktu 27,39 detik.

Ibu Felix, Bibiana Iberle, mengatakan, anaknya begitu senang dengan pencapaian tersebut. Apalagi, bagi mereka, Kejuaraan Dunia merupakan salah satu tolok ukur kemampuan atlet pada level internasional.

Meski demikian, Felix tak mau berpuas diri dengan hanya lolos. Tujuan utama perenang berdarah Jerman-Indonesia ini adalah menorehkan prestasi seperti saat level yunior. Dia menargetkan untuk naik podium pada ajang yang akan digelar 11 Juli-25 Agustus 2025 ini.

”Felix sudah lolos kualifikasi. Sekarang yang penting dukungan dan restu dari berbagai pihak agar Felix mampu memenuhi target podium,” ucap Bibiana.

Kendati masuk ke dalam daftar atlet pemusatan latihan nasional, Felix ditempa langsung sang ayah, Frank  Iberle. Ayah Felix adalah warga Jerman yang beberapa lama tinggal di Bali untuk bekerja. Mereka kini berlatih di Penang, Malaysia.

Frank Tcrsten Iberle, ayah dari perenang belia Indonesia Felix Viktor Iberle, dalam wawancara daring bersama Kompas dan Akuatik Indonesia (nama baru Persatuan Renang Seluruh Indonesia), Rabu (13/9/2023).

Felix diberi kebebasan oleh Akuatik Indonesia untuk menerapkan pola latihan sendiri dan memilih turnamen. Manajer timnas renang Indonesia, Wisnu Wardhana, mengatakan, pola latihan itu terbukti berhasil dan cocok bagi Felix sehingga timnas Indonesia tidak akan mengubahnya.

Saat SEA Games Kamboja 2023, misalnya, Felix juga berlatih mandiri di Malaysia. Dia sukses mempersembahkan emas 50 meter gaya dada dengan catatan waktu 27,70 detik.

Begitu pula saat Kejuaraan Dunia Yunior, Felix berlatih di Perancis dan mampu merebut medali emas 50 meter gaya dada dalam waktu 27,39 detik.

Bibiana mengatakan, Felix memprioritaskan berlatih di Malaysia selama tahun ini dengan pertimbangan jarak dan penyesuaian tempat perlombaan yang berada di Asia Tenggara. Kejuaraan Dunia akan digelar di Singapura sehingga Felix tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk perjalanan dari Malaysia. Stamina pun diharapkan bisa tetap terjaga.

Selain untuk Kejuaraan Dunia, Felix juga berlatih demi persiapan SEA Games 2025. Pada pengujung tahun, SEA Games juga digelar di Asia Tenggara, tepatnya di Thailand.

Perenang 50 meter gaya dada Indonesia, Felix Viktor Iberle (tengah), berpose setelah prosesi pengalungan medali SEA Games Kamboja 2023 di Akuatik Center Kompleks Olahraga Morodok Techo, Kamis (11/5/2023).

Kepala pelatih timnas renang Indonesia, Albert Sutanto, mengatakan, Felix memang merupakan salah satu perenang yang secara catatan waktu berpotensi lolos dan bahkan berprestasi di Kejuaraan Dunia. Apalagi, saat Kejuaraan Dunia Yunior, Felix sempat mencatatkan waktu 26,98 detik.

Catatan waktu itu hanya terpaut 0,01 detik dari rekor dunia yunior untuk 50 meter gaya dada putra yang diciptakan Nicolo Martinenghi dari Italia pada 2017. Dengan catatan itu, Felix punya peluang untuk melaju hingga babak final.

Prestasi terbaik Indonesia sepanjang keikutsertaan di Kejuaraan Dunia Renang adalah lolos ke semifinal melalui I Gede Siman Sudartawa. Siman melaju ke semifinal nomor 50 meter gaya punggung pada Kejuaraan Dunia 2017 di Budapest, Hongaria.

Pada babak semifinal, Siman mencetak rekor nasional, yakni 25,04 detik. Namun, perenang asal Bali ini akhirnya finis di urutan ke-15 dari 16 perenang.

Perenang I Gede Siman Sudartawa berlatih dalam persiapan menuju Asian Games Hangzhou, China 2022 di Kolam Renang Cikini, Jakarta, Selasa (5/9/2023). Lima tahun lalu dalam Asian Games Jakarta-Palembang 2018, mimpi Siman meraih medali 50 meter gaya punggung yang sudah di depan mata pupus karena faktor nonteknis. Siman pun memupuk rasa kecewa itu sebagai bahan bakar untuk menuntaskan rasa penasarannya sekaligus mengakhiri paceklik medali tim renang Indonesia dalam 33 tahun terakhir pada Asian Games 2022 yang berlangsung 23 September-8 Oktober 2023. (KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH)

Menurut Albert, sedikitnya ada enam perenang Indonesia lain yang bisa menyusul Felix untuk menembus Kejuaraan Dunia. Para perenang ini sudah mencatatkan waktu terbaik mereka yang bisa menembus limit B (standar waktu diperoleh dengan mengalikan limit A sebesar 3,5 persen).

Akan tetapi, para perenang ini belum mengujinya di ajang kualifikasi. Mereka baru akan ikut kualifikasi di 55th Singapore National Age Group Swimming Championships pada 18-23 Maret mendatang.

Seperti Albert, Siman juga menilai Felix memiliki potensi untuk bisa bersinar di Kejuaraan Dunia. Terlebih, Felix memiliki bekal berharga dari ajang yang sama pada level yunior.

Felix memiliki waktu sekitar empat bulan untuk mematangkan persiapan. Patut dinantikan apakah Felix bisa memenuhi targetnya untuk naik podium. Jika hal itu terjadi, Felix tak hanya melampaui prestasi terbaik Indonesia di Kejuaraan Dunia yang ditorehkan Siman, tetapi juga menciptakan fenomena baru.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari