BerandaOlahragaLoncatan Terakhir Bola Vo...

Loncatan Terakhir Bola Voli Pantai Gapai Olimpiade Setelah 28 Tahun

Timnas bola voli pantai bertekad akhiri penantian sejak Olimpiade Atlanta 1996. Kesuksesan Bintang/Sofyan jadi pelecut.

30 Mei 2024 18:38 WIB · Olahraga

Oleh REBIYYAH SALASAH

Pemain timnas bola voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar (23) dan Sofyan Rachman Efendi (21), saat ditemui di Padepokan Voli Jenderal Sunarto, Sentul, Bogor, Kamis (30/5/2024). Mereka akan berjuang meraih tiket ke Olimpiade Paris 2024 di Asian Volleyball Confederation (AVC) Beach Volleyball Continental Cup, di Ningbo, China, 21-23 Juni 2024

BOGOR, KOMPAS — Keberhasilan menjuarai Volleyball World Beach Pro Tour 2024 untuk pertama kalinya menumbuhkan optimisme timnas bola voli pantai Indonesia menatap kualifikasi Olimpiade Paris 2024, Juni mendatang. Mereka perlu ”meloncat” sekali lagi dengan menjuarai putaran final kualifikasi guna mengakhiri penantian 28 tahun tampil di Olimpiade.

Terakhir kali timnas bola voli pantai Indonesia berlaga di Olimpiade, 28 tahun lalu, Bintang Akbar (23) dan Sofyan Rachman Efendi (21) belum lahir. Walakin, kedua pemain yang baru menjuarai seri Volleyball World Beach Pro Tour 2024 ini bertekad tinggi untuk mengulang kisah kelolosan Indonesia ke Olimpiade Atlanta 1996.

Di Atlanta, Indonesia mengirimkan tim putra yang diwakili Markoji dan Muchammad Nurmufid. Mereka finis pada peringkat ke-17. Sementara itu, tim putri yang diwakili Eta Kaize dan Timy Yudahni Rahayu menempati posisi ke-13. Selama hampir tiga dekade setelah penampilan mereka, bola voli pantai Indonesia belum bisa lolos lagi ke Olimpiade.

Bintang dan Sofyan akan menjadi salah satu tumpuan harapan Indonesia untuk mengakhiri penantian panjang itu. Apalagi, mereka memiliki modal sebagai juara Volleyball World Beach Pro Tour seri Qingshan, Wuhan, China, 16-19 Mei 2024. Ini gelar pertama Indonesia dalam sirkuit bola voli pantai profesional elite global yang diselenggarakan Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) tersebut.

Baca juga: Tim Voli Pantai Indonesia Terkendala Persiapan yang Kurang

Pemain timnas bola voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar (23) dan Sofyan Rachman Efendi (21), saat menjuarai Volleyball World Beach Pro Tour seri Wuhan Qingshan, China, 16-19 Mei 2024.

”Kami tidak terbebani dengan target dan semacamnya dari orang lain karena kami pun ingin lolos ke Olimpiade. Pokoknya, yang ada di pikiran saya adalah nanti saya main, lalu menang, main, lalu menang, itu saja,” tutur Bintang saat ditemui di Padepokan Voli Jenderal Sunarto, Sentul, Bogor, Kamis (30/5/2024).

Bintang dan Sofyan akan menjalani kualifikasi Olimpiade di putaran final Asian Volleyball Confederation (AVC) Beach Volleyball Continental Cup, di Ningbo, China, 21-23 Juni 2024. Ajang ini merupakan kesempatan terakhir dan satu-satunya yang dimiliki Indonesia untuk menembus Olimpiade. Dua jalur lainnya adalah lewat juara FIVB Beach Volleyball World Championship 2023 dan 17 besar peringkat dunia dari periode 1 Januari 2023 hingga 9 Juni 2024.

Indonesia tak menembus FIVB Beach Volleyball World Championship 2023 sehingga tak memiliki kans untuk meraih tiket ke Paris dari ajang tersebut. Jalur pengumpulan poin untuk peringkat dunia pun tak bisa dimanfaatkan lantaran Indonesia kini diperkuat pasangan-pasangan baru. Alhasil, satu-satunya peluang Indonesia adalah melalui AVC Beach Volleyball Continental Cup.

AVC Beach Volleyball Continental Cup menggunakan format eliminasi tunggal best of three. Artinya, setiap negara mempunyai dua pasang pemain yang bermain dalam dua pertandingan. Apabila setiap negara saling mengalahkan, akan digelar golden match untuk menentukan pemenang.

Baca juga: Menanti Kejutan dari Cabang ”Non-tradisi” Olimpiade

Laga antara tim voli pantai putra Indonesia 2 Gilang Ramadhan/Danangsyah Yudistira Pribadi (biru) dan Palestina Khaled Alarqan/Mohammed Alqishawi (putih) dalam lanjutan laga Grup G voli pantai putra Asian Games Jakarta-Palembang 2018 di Arena Voli Pantai Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/8/2018).

Maka, selain harus memiliki minimal dua tim yang masing-masing terdiri atas dua pemain, setiap negara juga maksimal memiliki satu tim cadangan yang juga terdiri atas dua pemain. Bintang dan Sofyan akan ditemani Danangsyah Y Pribadi dan Ariel Firmanda. Indonesia juga diperkuat I Ketut Ardana dan Yogi Hermawan.

Ke ajang kualifikasi ini, Indonesia pun mengirimkan timnas putri yang diwakili Desi Ratnasari dan Nur Atika Sari, Josephine Selvina Anasthasya Kaize dan Bernadetta Shella Herdanti, serta Febbry Uarri dan Divani Mahesa Fitri. Mereka akan berlaga pada babak semifinal di Ningbo, China, 16-18 Juni.

Bintang dan Sofyan optimistis bisa mewujudkan impian tampil di Olimpiade lantaran progres mereka selama serangkaian turnamen persiapan. Pasangan yang baru dibentuk pada Februari 2024 ini sudah bisa memetakan kekuatan lawan dan mengetahui cara mengatasinya. Mereka juga merasa makin kompak seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Voli Pantai Indonesia Hadapi Lawan Berat di Babak Gugur

Quote

Insya Allah bisa lolos (Olimpiade), terutama setelah melihat hasil kemarin di Wuhan.

Tim voli pantai putra Indonesia 1 Ade Candra Rachmawan/Mohammad Ashfiya (kaus merah-putih) mengalahkan tim Indonesia 2 Gilang Ramadhan/Danangsyah Yudistira Pribadi 2-0 pada semifinal voli pantai Asian Games 2018 di arena voli pantai Jakabaring, Palembang, Sumsel, Minggu (26/8/2018).

Bintang mengatakan, pada turnamen pertama yang mereka ikuti, AVC Beach Tour Nuvali Open di Filipina, 4-7 April 2024, chemistry dengan Sofyan belum terbangun. Mereka pun masih berusaha untuk memahami dan menyesuaikan gaya bermain masing-masing. Pada ajang itu, langkah mereka terhenti di perempat final.

Di Samila Open, Thailand, 13-16 April, Bintang dan Sofyan justru terhenti pada babak 16 besar. Mereka kembali berhasil menembus perempat final di Volleyball World Beach Pro Tour seri Pingtan, China, 9-12 Mei. Baru setelah itu melaju ke final dan menjadi juara di seri Wuhan Qingshan pada pekan selanjutnya.

”Saya merasa kami belum mencapai puncak performa, masih banyak yang bisa kami tingkatkan lagi,” ucap Sofyan.

Optimisme serupa disampaikan pelatih timnas bola voli pantai putra Indonesia, Andy Ardiansyah. Apalagi, tutur Andy, Indonesia merupakan finalis AVC Beach Volleyball Continental Cup 2021 yang jadi kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Tembus Final, Voli Pantai Indonesia Gagal ke Olimpiade

Pevoli pantai Indonesia Gilang Ramadhan dan Danangsyah pribadi berjabat tangan ketika menghadapi pevoli Australia Maximilian Guehrer dan Zachery Schubert di partai final AVC Continental Cup di Nakhon Pathom, Thailand, Minggu (27/6/2021). Indonesia kalah dua set langsung dari Australia.

Menurut Andy, Indonesia berpeluang besar meraih tiket ke Paris karena para pemain sudah teruji dalam pertandingan. Kendati baru mengikuti empat ajang persiapan, pemain-pemain yang sebagian besar masih berusia muda ini sudah bisa mengatasi gugup dalam pertandingan internasional.

Peraih medali emas di Pesta Olahraga Pantai Asia 2008 ini menambahkan, timnas akan mewaspadai beberapa lawan kuat, seperti Australia dan Iran. Australia mengalahkan Indonesia pada final AVC Beach Volleyball Continental Cup 2021 sekaligus memupus mimpi lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Adapun Iran memiliki permainan yang serupa dengan Indonesia, tetapi postur lebih tinggi.

”Insya Allah bisa lolos, terutama setelah melihat hasil kemarin di Wuhan. Sekarang, kami akan fokus berlatih secara tim, melatih serangan untuk mengantisipasi bola tinggi, dan meningkatkan kemampuan bertahan untuk menahan bola kencang yang jadi tipe serangan beberapa tim lawan,” ujar Andy.

Selain Australia (juara bertahan) dan Iran (perwakilan Asia Tengah), Indonesia akan bersaing dengan Qatar (Asia Barat), Jepang (Asia Timur), China (tuan rumah), dan Selandia Baru (Oseania). Satu tempat tersisa di putaran final akan diperebutkan lima tim yang bermain pada babak semifinal.


Kerabat Kerja

Penulis:

REBIYYAH SALASAH
 | 

Editor:

EMILIUS CAESAR ALEXEY