Longsor di Pekalongan Sebabkan Belasan Orang Tewas, Begini Kesaksian Warga

Longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, menyebabkan belasan orang tewas. Wilayah Petungkriyono yang berada di dataran tinggi dikenal rawan longsor.

21 Jan 2025 17:09 WIB · Nasional

Oleh Kristi Dwi Utami, Haris Firdaus

PEKALONGAN, KOMPAS — Bencana tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengakibatkan belasan warga tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka. Sejumlah warga yang keluarganya menjadi korban pun memberi kesaksian terkait bencana itu.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tanah longsor itu terjadi pada Senin (20/1/2025) sekitar pukul 17.30. Hingga Selasa (21/1/2025) siang, berdasarkan data BNPB, sebanyak 16 orang meninggal akibat bencana tersebut.

Selain itu, 10 orang luka-luka dan tiga orang masih dilaporkan hilang. Material longsor juga dilaporkan menimbun dua rumah, menyeret sejumlah kendaraan, dan menyebabkan dua jembatan rusak.

Salah seorang warga Kecamatan Petungkriyono, Winarno, menuturkan, istrinya mengalami luka-luka akibat bencana longsor itu. Winarno mengisahkan, dirinya mendengar kabar bahwa istrinya ikut menjadi korban longsor itu pada Senin setelah pulang kerja.

”Habis pulang kerja, saya belum sempat sampai di rumah, ada kabar dari teman bahwa istri saya terjebak di longsor,” kata Winarno dalam wawancara dengan Kompas TV, pada Selasa.

Sebuah mobil terbawa material longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2025). Akibat bencana itu, sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia

Setelah mendengar kabar itu, Winarno langsung mencoba menuju ke lokasi. Namun, di tengah jalan, dia harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki karena jalan yang terdampak longsor tidak bisa dilalui sepeda motor.

”Saya ke sana dengan melewati sisa longsoran yang begitu dahsyat,” ujar Winarno yang merupakan warga Desa Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono.

Winarno menambahkan, saat ini, istrinya telah dievakuasi dan dirawat di puskesmas setempat. Dia menyebut, kondisi istrinya masih lemas dan mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuh.

”Saat ini, kondisinya masih lemas. Banyak (anggota badan) yang luka-luka dan memar-memar karena terbawa oleh longsor tadi malam. Alhamdulillah masih bisa menyelamatkan diri,” tuturnya.

Petugas gabungan, sukarelawan dan warga mengevakuasi korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2025). Akibat bencana itu, 16 orang dilaporkan meninggal.

Warga lainnya, Daryanti, mengatakan, anaknya juga ikut menjadi korban luka dalam bencana tanah longsor tersebut. Dalam wawancara dengan Kompas TV, Daryanti mengaku menerima informasi soal longsor tersebut pada Senin sekitar pukul 19.00.

Menurut Daryanti, saat itu, dirinya mendapat informasi bahwa kafe di Desa Kasimpar ikut terkena dampak bencana tanah longsor. Padahal, anak Daryanti bekerja di kafe tersebut. Setelah mendengar kabar itu, suami Daryanti pun pergi ke lokasi untuk mencari anaknya.

Saat suami Daryanti sampai di lokasi longsor, sang anak sudah ditemukan dengan kondisi selamat dan telah berada di rumah temannya. Saat ini, anak Daryanti sudah dirawat di puskesmas.

”Sekarang (anak saya) di Puskesmas Petungkriyono. Alhamdulillah, anak saya selamat dari longsor. Alhamdulillah, sudah mendingan dan lukanya sudah diobati dan dirawat di puskesmas,” ungkap Daryanti.

Petugas gabungan, sukarelawan dan warga mencatat identitas korban longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2025). Akibat bencana itu, 16 orang dilaporkan meninggal.

Rawan longsor

Sementara itu, Camat Petungkriyono Hadi Surono mengatakan, wilayah Petungkriyono memang rawan longsor karena merupakan daerah pegunungan. Apalagi, sebelumnya turun hujan dengan intensitas sangat deras.

”Wilayah Petungkriyono itu, kan, wilayah pegunungan. Jadi, terkait bencana longsor, ya, rawan sekali. Apalagi terjadi hujan yang sangat deras,” kata Hadi dalam wawancara dengan Kompas TV.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar mengatakan, bencana tanah longsor itu juga memutus akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Doro. Petugas gabungan dari sejumlah instansi serta sukarelawan bencana pun berupaya membersihkan material longsor.

”Karena ini aksesnya terputus, sementara pemerintah lagi buka akses menuju Petungkriyono. Alat berat juga dikerahkan supaya jalanan bisa kembali dilalui,” ujar Yulian.

Petugas gabungan, sukarelawan dan warga mengevakuasi korban meninggal akibat tertimbun longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (21/1/2025). Akibat bencana itu, 16 orang dilaporkan meninggal.

Menurut Yulian, wilayah Petungkriyono yang berada di dataran tinggi di Pekalongan bagian selatan termasuk salah satu daerah rawan longsor. Kondisi geografisnya berbukit dan banyak tebing di kanan dan kiri jalan raya. Saat hujan deras turun, longsor sering kali terjadi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi masih akan terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan hingga tiga hari ke depan. Kondisi itu dapat memicu terjadinya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

”BNPB mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Bagi warga yang tinggal di dekat lereng dan tebing, pantau secara berkala kondisi tanah di sekitar rumah. Warga juga diharapkan melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan terus-menerus selama dua jam atau lebih,” tutur Abdul.

Quote

Wilayah Petungkriyono itu, kan, wilayah pegunungan. Jadi, terkait bencana longsor, ya, rawan sekali. Apalagi terjadi hujan yang sangat deras.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami, Haris Firdaus
 | 

Editor:

Haris Firdaus