Jalan menuju Stasiun Batutulis ambles akibat longsor yang dipicu hujan lebat yang turun di Bogor sejak Senin lalu. Warga diimbau terus waspada.
04 Mar 2025 15:34 WIB · Metro
BOGOR, KOMPAS — Ruas jalan menuju Stasiun Batutulis, Kota Bogor, Jawa Barat, rusak akibat longsor yang dipicu hujan sejak Senin (2/3/2025). Operasional stasiun dihentikan sementara. Longsor juga terjadi di sejumlah daerah di Bogor yang membahayakan sejumlah warga yang tinggal dekat aliran Sungai Ciliwung-Cisadane. Di lokasi lainnya, seorang bayi usia 11 bulan jadi korban longsor.
Manajer Hubungan Masyarakat Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I Ixfan Hendriwintoko menyebut, jalan utama yang menjadi akses utama warga menuju Stasiun Batutulis ambles sebanyak dua kali, yakni pada pukul 00.10 WIB, dan pukul 03.00 WIB, Selasa (4/3/2025). Jalan ini biasa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Dari pantauan di lokasi, batas tebing tanah yang menahan jalan amblas ke arah stasiun. Akibat hal tersebut, timbul retakan di jalan sepanjang sekitar 50 meter. Dengan kondisi tersebut, operasional Stasiun Batutulis dihentikan sementara. Garis polisi pun sudah dipasang di ruas jalan rusak menuju stasiun. Ixfan menyebutkan, jarak antara titik retakan dari stasiun diperkirakan sekitar 300 meter.
”KAI memohon maaf atas terganggunya pelayanan di Stasiun Batutulis. Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan mengikuti arahan dari pihak terkait kondisi di sekitar Stasiun Batutulis,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Ia menambahkan, delapan perjalanan Kereta Api Pangrango (KA) dengan rute Bogor-Sukabumi yang melintasi jalur tersebut masih berjalan normal. Penumpang diimbau untuk turun di stasiun lain terdekat, yakni di Stasiun Bogor Paledang.
”Delapan perjalanan KA Pangrango, empat dari Bogor, dan empat dari Sukabumi masih berjalan normal,” ucapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/04/db555cb5b42bcac3f07013e732306aa4-Jalan_Amblesiyax.jpg)
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor (BPBD), per Selasa, terdapat 11 titik lokasi bencana di Kota Bogor. Akibat bencana tersebut, seorang bayi jadi korban.
Bayi berusia 11 bulan bernama Saka meninggal akibat tembok penahan tanah yang roboh dipicu longsor di Kampung Babakan Poncol, RT 001 RW 002 Kelurahan Ciluar, Bogor Utara, Bogor, Senin malam. Sang ibu Novi (40) menderita luka dan kini dirawat.
Dalam tinjauannya di lokasi, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menginstruksikan jajarannya untuk segera mengambil langkah dengan memperbaiki infrastruktur yang rusak melalui anggaran Belanja Tidak Terduga. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau selalu siaga karena bencana sulit diprediksi.
Jaenal menambahkan, hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi sehingga keselamatan tetap perlu diperhatikan.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika, hujan dengan intensitas ringan dan sedang masih akan mengguyur Kota Bogor hingga tiga hari ke depan.
Adapun mengacu Data Dinas Sumber Daya Air Jakarta, Selasa, pukul 12.00 WIB, tinggi muka air di Bendungan Katulampa mencapai 80 sentimeter, dengan status Normal atau Siaga 4. ”Kami akan segera rapat siap siaga bersama untuk mitigasi bencana,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/664bce1891c1917e00a474cb367a1fe6-Bnpx.jpg)
Selain di Batutulis dan Bogor Utara, bencana longsor yang dipicu curah hujan tinggi beberapa hari terakhir juga membahayakan warga di tempat lainnya. Sejumlah tanah pembatas antara rumah warga dan sungai rusak dibawa arus Sungai Ciliwung-Cisadane.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor (BPBD), longsor menggerus tembok pembatas antara rumah warga dan Sungai Ciliwung di Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah. Sebanyak 19 warga terdampak akibat peristiwa tersebut. Derasnya air sungai akibat curah hujan tinggi juga merusak tembok pembatas antara rumah warga dan Sungai Cisadane di Kampung Sindangsari, Bogor Barat, Bogor. Tembok pembatas dan jalan setapak di sisi sungai amblas, dan mengancam 10 warga yang tinggal dekat aliran air tersebut.
Tembok rumah salah satu warga di Bogor Selatan, Bogor, roboh akibat tiupan angin kencang dan kondisi tanah yang labil. Lalu, peristiwa pohon tumbang akibat angin kencang terjadi pada Selasa, juga merusak rumah salah satu warga di Bogor Timur, Bogor.
Penulis:
Raynard Kristian Bonanio PardedeEditor:
Neli TrianaPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase