Longsor Susulan Ancam Banjarnegara, Warga dan Tim Pencarian Diminta Waspada

Longsor susulan rawan terjadi di Banjarnegara. Potensinya semakin besar terjadi saat dan sesaat setelah hujan.

18 Nov 2025 18:22 WIB · Lingkungan

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

BANDUNG, KOMPAS — Longsor susulan di sekitar lokasi bencana di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berpotensi terjadi. Masyarakat yang tinggal di sekitarnya diminta waspada atau bahkan mengungsi. Pencarian korban juga diminta tidak dilakukan saat dan sesaat setelah turun hujan.

”Untuk meminimalkan dampak, sebaiknya dipasang rambu rawan bencana di sekitar kawasan yang longsor,” kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid di Bandung, Selasa (18/11/2025).

Wafid mengatakan, masyarakat di sekitar lokasi terdampak bencana sebaiknya segera mengungsi. Alasannya, longsor susulan masih berpotensi terjadi di lokasi itu.

Tim SAR gabungan dan warga Sukarelawan mendatangi lokasi longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). Akses warga dan relawan menuju titik utama lokasi bencana dibatasi karena pergerakan tanah masih terus terjadi dan berisiko. Longsor yang terjadi pada 16 November 2025 mengakibatkan  2 warga meninggal dunia, sekitar 27 warga masih dalam pencarian, dan sedikitnya 823 jiwa mengungsi . 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

”Dampaknya bisa lebih besar menimpa warga yang tinggal dekat lereng yang curam, terutama saat ataupun setelah hujan deras yang berlangsung lama,” katanya. 

Selain warga, petugas pencarian korban juga tidak boleh lengah. Dalam bertugas, mereka mesti memperhatikan kondisi cuaca.

”Pencarian sebaiknya tidak dilakukan saat dan sesaat setelah hujan deras. Di daerah itu masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan,” tambah Wafid.

Terkait penyebab longsor, Wafid menyebutkan, pemicunya diduga ada beberapa hal, mulai dari lereng curam dengan beda tinggi signifikan dan keberadaan bidang gelincir hingga tanah yang mudah luruh.

”Selain itu, curah hujan tinggi, kemungkinan rembesan di bawah permukaan tanah, hingga adanya pemotongan lereng untuk permukiman atau akses jalan. Kami akan menurunkan tim untuk meneliti lebih lanjut kerawanan di daerah itu,” ujarnya. 

Tim SAR gabungan dan warga Sukarelawan mendatangi lokasi longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). Akses warga dan relawan menuju titik utama lokasi bencana dibatasi karena pergerakan tanah masih terus terjadi dan berisiko. Longsor yang terjadi pada 16 November 2025 mengakibatkan  2 warga meninggal dunia, sekitar 27 warga masih dalam pencarian, dan sedikitnya 823 jiwa mengungsi . 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga mengimbau warga di Dusun Situkung untuk tidak kembali ke rumah masing-masing karena kondisi tanah di kawasan itu masih labil. Berdasarkan kajian petugas, ditemukan area longsoran yang masih berpotensi bergerak.

Selain itu, Luthfi mengimbau para bupati dan wali kota agar memperkuat mitigasi bencana. ”Jateng ini minimarket bencana. Ada daerah-daerah tertentu yang harus diantisipasi, seperti Batang, Kendal, Wonosobo, Banjarnegara, Brebes, Magelang, dan Temanggung. Potensi gerakan tanah (di wilayah-wilayah itu) tinggi, harus ada pencegahan dini,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar