Curah Hujan Tinggi, Longsor Terjang Empat Desa di Bandung Barat

Longsor menerjang empat desa di Kabupaten Bandung Barat,  Jawa Barat, akibat curah hujan tinggi. Sebanyak enam orang terluka dalam peristiwa ini.

15 Mei 2025 16:17 WIB · Nusantara

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

BANDUNG, KOMPAS-- Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan bencana alam longsor menerjang empat desa di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (14/5/2025) malam. Enam orang terluka dalam peristiwa ini.

Data yang dihimpun Kompas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, longsor terjadi di empat desa di Kecamatan Lembang, yakni Cibogo, Kayuambon, Jayagiri dan Pagerwangi. Terjadi longsoran sepanjang 30 hingga 50 meter di lokasi tersebut.

Longsor mengakibatkan enam orang terluka, lima orang di antaranya luka ringan dan serta satu orang luka sedang. Selain itu, terdapat empat rumah dan satu bangunan turut terdampak longsor. Adapun empat rumah lainnya dalam kondisi terancam rubuh karena berada di lokasi longsor.

Hadi Rahmat Hardjasasmita selaku Pranata Humas Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat memaparkan lokasi bencana angin puting beliung selama bulan November di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (15/11/2023). Mayoritas bencana angin puting beliung terjadi di wilayah Bogor.

"Curah hujan tinggi saat musim pancaroba jadi pemicu utama. Di Desa Cibogo sebanyak enam orang terluka karena terkena longsoran tanah,” ujar Hadi Rahmat, selaku Pranata Humas BPBD Jawa Barat di Bandung, Kamis (15/5/2025).

Hadi menuturkan, tim BPBD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat telah berkoordinasi dengan aparat setempat. Mereka sedang meninjau ke lapangan untuk memastikan dampak dari bencana tersebut, termasuk memetakan kebutuhan mendesak dari warga yang terdampak.

Ia menambahkan, situasi terkini masih dalam tahap pemantauan. Petugas diimbau tetap siaga mengingat potensi curah hujan masih tinggi di wilayah Lembang dan sekitarnya. "Para korban luka telah dievakuasi dan dirujuk ke RS Salamun untuk mendapatkan perawatan medis, " ucap Hadi.

Longsor yang terjadi di salah satu desa di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (14/5/2025). Pemicu longsor karena hujan deras selama berjam-jam di Bandung Barat.

Cuaca ekstrem

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Jabar dalam satu minggu ke depan.

Rossian Nursiddiq, Forecaster on Duty BMKG Jawa Barat, mengatakan, terdapat sejumlah faktor meteorologis yang memicu peningkatan suplai uap air di atmosfer, yang mendukung terbentuknya awan konvektif. Hal ini yang menjadi penyebab utama hujan deras dan cuaca ekstrem.

"Suhu muka laut di sekitar wilayah perairan Indonesia saat ini relatif hangat, sehingga mendukung penguapan dan penumpukan uap air," kata Rossian dalam keterangan resminya.

Rosssian memaparkan, terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Jawa dan di sekitar barat Sumatera turut berperan. "Fenomena ini berpotensi menciptakan belokan angin serta pertemuan angin atau konvergensi yang memicu pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Jawa Barat, " ucapnya.

Pengendara menerobos hujan di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis (8/5/2025). Hujan deras yang mengguyur Kota Depok pada Kamis (8/5) sore menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan sehingga para pengendara perlu lebih berhati-hati saat melintas.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
08-05-2025

Ia mengatakan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap perlu diwaspadai meskipun tidak terjadi sepanjang pekan. Hal ini terutama di daerah rawan bencana seperti longsor dan banjir.

"BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan memantau informasi cuaca terbaru, serta menghindari aktivitas di daerah rawan bencana saat hujan deras, " ucapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Harry Susilo