Kedatangan Chatib Basri terjadi di tengah santernya rumor pergantian Menteri Keuangan yang tengah dijabat Purbaya Yudhi Sadewa.
09 Jun 2026 16:47 WIB · Politik & Hukum
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
JAKARTA, KOMPAS — Ekonom senior dan Menteri Keuangan periode 2013-2014 M Chatib Basri serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan tiba-tiba datang ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026). Kemunculan mereka terjadi setelah ramai perbincangan soal rencana pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Apa yang melatarinya?
Luhut tiba dan turun dari mobilnya sekitar pukul 15.30. Kemeja putih dan jas hitam dikenakannya dalam kesempatan itu. Baru berjalan sejenak, ia langsung diserbu para wartawan yang mencecarnya dengan pertanyaan ihwal tujuan kedatangannya hari itu.
Luhut sejenak berhenti dan tak langsung menjawab. Ia lalu menengok ke belakang sambil menunjuk. ”Itu Pak Chatib Basri saja,” ujar Luhut.
Ekonomi kita fundamental masih oke. Tetapi, memang kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena Perang Teluk atau situasi di Hormuz masih berkelanjutan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/10/855635a4e1c41fd8261c7df91271143a-20250410PRI4HR.jpg)
Chatib muncul belakangan dan langsung berjalan di sisi Luhut. Sebagian wartawan lain giliran beralih ke sisi Chatib, yang kemudian membuatnya terpisah dari Luhut. Pertanyaan yang diajukan wartawan serupa, yakni alasan kedatangannya ke Istana.
Mula-mula, salah seorang wartawan menanyainya, apakah ia sempat dihubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelum mendatangi Istana. Ia membenarkannya dan menyebut akan bertemu Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia mengaku tidak tahu alasan Presiden memanggilnya hari itu.
”Tanya Pak Luhut,” jawab Chatib sembari berjalan.
Kedatangan Chatib kebetulan terjadi setelah isu pergantian Menteri Keuangan santer diperbincangkan. Desas-desus yang beredar, ia disebut sebagai kandidat yang akan menggantikan Purbaya. Isu itu tak luput ditanyakan wartawan yang mengejarnya sebelum memasuki area dalam kompleks Istana.
”Saya enggak tahu. Awas-awas, jatuh,” kata Chatib sambil mengingatkan wartawan yang berjalan mundur sambil melakukan wawancara cegat kepadanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/11/18/2a568c15-f60e-4678-ad89-aa364a908d89.jpg)
Para wartawan juga menanyainya apakah Chatib akan bertemu Presiden empat mata atau didampingi sosok lain. Ia menyebut jika bakal menemui Presiden bersama Luhut.
Sementara itu, Luhut menyatakan, kedatangannya hari itu sekadar untuk melaporkan kondisi perekonomian terkini kepada Presiden. Sejauh ini, sebut dia, situasi perekonomian nasional masih bagus. Namun, ia tak memungkiri jika negara perlu terus waspada seiring perkembangan kondisi geopolitik global.
”Bagus-bagus kok. Ekonomi kita fundamental masih oke. Tetapi, memang kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena Perang Teluk atau situasi di Hormuz masih berkelanjutan,” kata Luhut.
Momen kedatangan Luhut dan Chatib terjadi berselang sehari setelah Presiden melantik sejumlah pejabat, yakni Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang serta dua wakilnya, Mayjen TNI (Purn) Trenggono dan Agustina Arumsari. Ada juga pengangkatan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia,sekaligus Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/08/00ede24e-4229-47bf-8b3b-e29938ba84cf_jpg.jpg)
Dalam kesempatan itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga ditanyai mengenai rencana pergantian Menteri Keuangan. Apalagi santer beredar isu Chatib akan dimasukkan ke Kabinet Merah Putih untuk menggantikan Purbaya. Namun, isu itu langsung dibantahnya.
”Sekali lagi dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana kalau tadi disebutkan perombakan. Apalagi besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih. Belum ada. Karena memang kami semua sedang bekerja keras, fokus, dan konsentrasi menjalankan tugas kami masing-masing,” jelas Prasetyo.
Penulis:
Nino Citra Anugrahanto, Kurnia Yunita RahayuEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Retma Wati