Di Stadion Azteca, skuad Brasil yang dipimpin Pele pernah menciptakan salah satu gol terindah dalam sejarah Piala Dunia. Eksekutornya adalah Carlos Alberto.
13 Jun 2026 08:00 WIB · Olahraga
AP
Air mata Tostao, tarian samba ala Clodoaldo, sajian hidangan dari Pele, dan tembakan ”roket” Carlos Alberto. Momen-momen itu merupakan rangkaian dari salah satu gol dengan kerja sama tim terindah yang pernah disaksikan umat manusia di Piala Dunia.
Gol itu tercipta saat waktu normal final Piala Dunia Meksiko 1970 antara Brasil dan Italia tersisa empat menit. Serangan bermula dari separuh lapangan Brasil. Tostao, penyerang tim ”Samba”, membuka serangan dari posisi yang sangat jauh dari gawang lawan.
Entah apa yang dipikirkan Tostao saat itu. Dia berada di posisi bek sayap kiri. Setelah laga baru ketahuan, sang pemain kehilangan fokus.
”Saya terbawa emosi setelah gol ketiga. Saya menangis dan tidak bisa berhenti,” katanya soal 20 menit terakhir, seperti dikutip FIFA.com.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/f0f55e49c38f2e1a359148627b5fb444-FILES_FBL_WC_2026_138400759.jpg)
Namun, pergerakan di dalam tangisan itu menjadi awal dari keindahan hakiki. Tostao memberikan bola kepada rekannya, Brito, lalu langsung berlari ke depan. Brito mengumpan ke Pele yang mengatur serangan dari tengah layaknya seorang ”false 9”.
Pele hanya memancing pergerakan lawan, lalu mengoper ke Gerson yang langsung memberikan bola ke Clodoaldo. Di tengah lapangan itu, Clodoaldo yang berposisi gelandang bertahan seolah menari-nari. Dia berhasil mengecoh empat pemain Italia sekaligus.
Clodoaldo mengalihkan bola ke sisi kiri yang diisi pemain sayap Rivelino. Setelah sekian banyak sentuhan, bola akhirnya melewati tengah lapangan dari umpan Rivelino ke gelandang serang Jairzinho. Melihat pergerakan Pele sepertiga akhir, Jairzinho memberikan bola tanpa pikir panjang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/11/1f48376d696a3d2016c3fd4e420db318-AP23116715895179.jpg)
Pele berpura-pura ingin menembak bola. Lalu, tiba-tiba muncul Alberto yang berlari dari sisi kanan. Alberto yang berposisi bek sayap langsung maju ke depan saat bola melewati tengah lapangan. Pele langsung membuktikan kelasnya sebagai kreator, bukan hanya eksekutor gol.
”Pele dan saya sudah sering bermain bersama, jadi dia pasti tahu di mana saya berada. Saya tidak perlu berteriak. Dia melihat saya datang dan menggulirkan umpan di depan saya. Saya tidak perlu mengurangi kecepatan dan berhasil menangkapnya dengan sempurna,” kata Alberto kepada The Guardian pada 2013.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/da28becbee73f3900572ea1696f94c30-20260612_H02_ARS_Golazo_Carlos_Aberto_1970_mumed.png)
Kerja sama dari tujuh pemain itu ditutup tembakan superkeras dengan kaki luar dari Alberto. Tanpa perlu mengontrol bola lebih dulu, Alberto menciptakan gol keempat Brasil. Gol itu menyempurnakan kemenangan Brasil jadi 4-1.
Gol di Stadion Azteca, Mexico City, tersebut jelas bukan yang paling krusial untuk gelar juara dunia ketiga Brasil. Pele dan rekan-rekan datang bukan hanya untuk menang, tetapi juga bersenang-senang.
Tim Samba mempertontonkan esensi utama permainan sepak bola, yaitu sebagai hiburan.
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Yuliana Karim