AKSI MAHASISWA

Saat Mahasiswa Mulai Turun ke Jalan

Kekecewaan atas memburuknya situasi negara memicu gelombang aksi perlawanan rakyat.

13 Jun 2026 06:31 WIB · Politik & Hukum

Kompas/Rony Ariyanto Nugroho

Oleh Rony Ariyanto Nugroho

Ratusan mahasiswa berjaket kuning berjalan berarak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, dari arah Semanggi menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat (12/6/2026) siang. Mereka adalah para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang hendak menggelar aksi di Bundaran HI. Para mahasiswa berjalan sambil meneriakkan nada kekecewaan terhadap situasi negara saat ini.

<em>Long March</em>
Bersama Merah Putih dan Hormat Sudirman
Berjalan dalam Semangat dan Rasa Kekecewaan

Mereka menilai situasi ekonomi, sosial, dan politik negara ini terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Permasalahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), program Makan Bergizi Gratis yang menjadi lahan korupsi, dan terpuruknya nilai tukar rupiah yang tak teratasi menjadi beberapa contoh rasa kekecewaan mereka terhadap pemerintah. Selain itu, mereka juga menolak upaya penempatan TNI dan polisi di pos jabatan hingga pelibatan di ranah sipil.

Beberapa gambaran situasi tersebut dirasa merugikan dan bersinggungan langsung terhadap kehidupan rakyat Indonesia. Kenaikan harga BBM dan lemahnya nilai tukar rupiah dipercaya akan mengerek harga kebutuhan pokok dan menimbulkan inflasi. Melambungnya harga kebutuhan tentu akan memperberat beban hidup warga.

Aksi sebagai Reaksi atas Memburuknya Kondisi Negara
Menuju Indonesia Bangkrut
Para mahasiswa menyuarakan kekecewaan terkait situasi negara yang memburuk, seperti kenaikan harga BBM, lemahnya nilai tukar rupiah, program MBG yang menjadi ladang korupsi, hingga masuknya keterlibatan TNI dan Polri di ranah sipil.

Selain sisi perekonomian, mereka juga menyoroti bidang politik yang ditandai beberapa kebijakan seperti UU TNI dan UU Polri. Kebijakan ini dinilai menjadi salah satu upaya untuk melemahkan alam demokrasi di Indonesia. Masuknya TNI dan polisi ke ranah sipil disertai dengan pendekatan kultur militeristik menjadi kekhawatiran bagi sipil karena bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Mahasiswa juga menolak adanya pembungkaman terhadap suara kritis hingga intervensi pemberitaan.

Kekesalan di Hadapan Tentara
Hadangan Polisi
Topeng Prabowo
Ditarik Polisi
Pengemudi ojek daring dihadang Brimob yang membatasi laju mahasiswa BEM UI menggelar aksi terkait situasi negara yang kian memburuk di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Gesekan aparat dengan peserta aksi saat BEM UI menggelar aksi terkait situasi negara yang kian memburuk di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Suasana saat terjadi keributan ketika BEM UI menggelar aksi terkait situasi negara yang kian memburuk di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
BEM UI menggelar aksi terkait situasi negara yang kian memburuk di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Suasana saat BEM UI menggelar aksi terkait situasi negara yang kian memburuk di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Kasus korupsi dalam program MBG menambah rasa kecewa atas kondisi tata kelola pemerintah dalam menjalankan amanat rakyat. Program unggulan pemerintah itu telah menyedot anggaran yang sangat tinggi.

Kritisi MBG

Sementara pemerintahan Prabowo-Gibran terlihat seperti menutup mata terhadap keresahan ini. Aksi mahasiswa ini digelar mewakili keresahan-keresahan atas situasi tersebut.

Namun, dalam aksi yang digelar kali ini, para mahasiswa kian bertambah kecewa. Aksi yang awalnya akan digelar di Bundaran HI justru ditahan aparat di kawasan Dukuh Atas. Mereka dihadang polisi dan anggota TNI yang memblokade jalan secara berlapis. Hal ini juga sempat menimbulkan gesekan antara massa aksi dan petugas penghadang.

Mahasiswa BEM UI dihadang aparat saat menggelar aksi terkait situasi negara yang kian memburuk di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
TNI dilibatkan untuk menghadang saat BEM UI menggelar aksi terkait situasi negara yang kian memburuk di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
TNI Menjaga Demo
Pasukan Berlapis

Semua kekecewaan yang kian menumpuk ini menyebabkan gelombang aksi pecah. Para mahasiswa menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas situasi yang buruk ini. Mahasiswa juga berjanji akan terus menggelar aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Bertahan hingga Malam Tiba

Kerabat Kerja

Penulis:

Rony Ariyanto Nugroho
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar