Majelis Syura Baru Segera Terbentuk, Siapa Presiden PKS Mendatang?

Setelah struktur Majelis Syura 2025-2030 terbentuk, PKS segera memilih presiden baru yang akan berkhidmat untuk lima tahun ke depan.

03 Jun 2025 17:46 WIB · Politik & Hukum

Oleh Hidayat Salam

JAKARTA, KOMPAS — Pekan ini akan menjadi pekan krusial bagi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS yang baru saja menyelesaikan pemilihan raya anggota Majelis Syura periode 2025-2030. Struktur Majelis Syura dijadwalkan dibentuk dan ditetapkan pada pekan pertama bulan Juni. Penetapan struktur Majelis Syura ini menandai dimulainya regenerasi kepemimpinan di tubuh PKS karena berarti presiden atau ketua umum partai tersebut akan segera berganti.

Pemilihan Raya (Pemira) PKS untuk memilih anggota Majelis Syura baru telah berlangsung pada 31 Mei 2025. Sekitar 75.000 kader yang memiliki hak pilih dari seluruh wilayah di Indonesia memberikan suara secara bergantian sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pemira itu digelar untuk memilih 66 dari 200 calon anggota Majelis Syura PKS 2025-2030.

Ketua Bidang Humas DPP PKS Ahmad Mabruri, Selasa (3/6/2025), mengatakan, 66 nama anggota Majelis Syura yang akan berkhidmat selama lima tahun ke depan sudah terpilih, tetapi belum diumumkan kepada publik. Menurut rencana, pekan ini, 66 anggota Majelis Syura terpilih itu akan menggelar rapat perdana dengan agenda pembentukan struktur, termasuk penetapan ketua lembaga tertinggi di PKS tersebut.

”Insya Allah pekan ini akan ada musyawarah Majelis Syura,” kata Mabruri.

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufrie (kiri) dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu saat tiba untuk mengikuti Rapat Pimpinan Nasional PKS 2024 di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (19/9/2024). Rapimnas PKS 2024 ini menjadi majelis konsolidasi pemantapan para pimpinan PKS dalam menghadapi Pilkada 2024. Acara ini pada mulanya dihadiri Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto tetapi batal karena Prabowo ada tugas kenegaraan ke Filipina. PKS merupakan parpol yang pada akhirnya mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran 2024-2029 setelah sebelumnya sempat akan menjadi parpol oposisi pemerintahan. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 19-9-2024

Mabruri belum bisa menjelaskan lebih rinci kapan pelaksanaan musyawarah Majelis Syura tersebut. Ia juga tidak mengungkapkan siapa saja yang terpilih menjadi anggota Majelis Syura PKS.

Hanya saja, sebelumnya Mabruri sempat mengungkapkan ada beberapa tokoh muda yang masuk dalam daftar calon anggota Majelis Syura. Beberapa di antaranya punya popularitas cukup tinggi karena berhasil memenangi pemilihan anggota legislatif dan pemilihan kepala daerah.

Nama-nama baru calon anggota Majelis Syura itu di antaranya adalah anggota DPR Mardani Ali Sera, Anis Byarwati, dan Achmad Ru’yat. Tokoh lainnya adalah Wakil Bupati Serang Najib Hamas serta mantan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Suswono.

Setelah struktur terbentuk, Majelis Syura akan menggelar rapat untuk memilih dan menetapkan presiden PKS periode 2025-2030. Meski kerap penuh dinamika, Mabruri memastikan kesepakatan bersama akan diambil oleh para anggota Majelis Syura.

Jika melihat tradisi di PKS selama ini, Mabruri memperkirakan akan ada pergantian presiden PKS. Saat ini, posisi presiden PKS dijabat oleh Ahmad Syaikhu.

Kepala Bidang Humas DPP PKS Ahmad Mabruri saat diwawancara oleh tim video harian Kompas di Jakarta, Rabu (19/6/2024). Ahmad menjelaskan keputusan DPW PKS untuk menggandeng Anies Baswedan pada Pilgub DKJ Jakarta 2024 nantinya akan bergantung pada keputusan DPP PKS.

”Perkiraan Presiden PKS akan berganti, tapi tetap menunggu hasil musyawarah Majelis Syura nanti,” ujarnya tanpa bersedia mengungkapkan siapa saja kader yang berpotensi menjadi presiden PKS untuk lima tahun ke depan.

Sejak dideklarasikan pada 2002, PKS menjadi partai politik yang selalu mengalami pergantian kepemimpinan di setiap periode kepengurusan. Presiden PKS saat ini, Ahmad Syaikhu, sudah memimpin partai itu sejak 5 Oktober 2020. 

Syaikhu ditunjuk sebagai presiden PKS menggantikan Mohamad Sohibul Iman dalam sidang Musyawarah Majelis Syura PKS di Bandung. Meski demikian, dalam musyawarah itu, posisi ketua Majelis Syura tetap dipegang Habib Salim Segaf Al’Jufrie yang telah memimpin sejak 2015, sedangkan Habib Aboe Bakar Alhabsyi menjadi sekretaris jenderal menggantikan Mustafa Kamal.

Pekan krusial

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera juga mengaku menerima informasi bahwa pekan ini menjadi titik krusial bagi PKS dalam memilih kepengurusan partai ke depan. Meski demikian, pemilihan presiden PKS 2025-2030 itu disebut akan berlangsung secara aklamasi dan disepakati semua anggota. 

Infografik Jumlah Perolehan Suara PKS dalam Pemilu

Ia berharap, sosok presiden PKS yang terpilih nanti akan dapat memadukan dan menjaga nilai-nilai PKS sebagai partai Islam moderat dan kritis yang konstruktif.  

”PKS mesti kian menguat jati dirinya. Partai Islam moderat yang kuat di teknokrasi, walau di dalam tetap memberi masukan yang kritis dan konstruktif,” ujar Mardani.

Pada Pemilu 2024, PKS memperoleh 12,7 juta suara dengan jumlah kursi MPR/DPR yang dimenangi 53 kursi. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, di mana PKS memperoleh 11,4 juta suara dengan jumlah kursi parlemen yang dimenangi 50 kursi.

Secara terpisah, peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, berpandangan, PKS memang merupakan partai politik yang selalu mengalami pergantian kepemimpinan di setiap periode kepengurusan. Tradisi kepemimpinan yang dinamis ini menunjukkan bahwa sistem merit berbasis pengaderan partai itu berjalan secara baik dan berjenjang. 

Selain itu, semua faksi internal di PKS juga dinilai setara dalam nominasi dan suksesi pucuk pimpinan tertinggi partai. Hal ini dinilai sangat berbeda sekali dengan partai-partai lainnya yang umumnya dikuasai faksi tunggal yang dominan dan sentralisasi ketokohan.

<p>Peneliti LIPI Wasisto Raharjo Jati</p>

”Silih bergantinya posisi pimpinan petinggi partai itu menunjukkan kalau partai berkembang menjadi organisasi kolektif dan bukan personal,” katanya.

Meski demikian, masih ada tantangan bagi PKS ke depan. Salah satunya  menghasilkan kader yang bisa menjawab persoalan bangsa dan juga kader yang sesuai dengan generasi pemilihnya.

Selama ini PKS dinilai belum mampu menghadirkan sosok kepemimpinan nasional, baik itu sebagai capres maupun cawapres dari internal partai. Dengan kehadiran kader yang dapat memimpin secara nasional, PKS dinilai akan dapat masuk dalam jajaran partai empat besar pada Pemilu 2029. 

”Dua hal ini cukup krusial karena pemilih itu makin melek informasi politik,” kata Wasisto.


Kerabat Kerja

Penulis:

Hidayat Salam
 | 

Editor:

Anita Yossihara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto