“Maju Tak Gentar” di Perayaan Revolusi Perancis Melawan Oligarki

Hadirnya marching band TNI di perayaan Bastille Day tak sekadar seremonial, tetapi simbol kerja sama dan relasi yang erat antara RI dan Perancis.

14 Jul 2025 20:48 WIB · Politik & Hukum

Oleh Edna Caroline Pattisina

Lagu ”Maju Tak Gentar” terasa sesuai dengan perayaan Revolusi Perancis, di Place de la Concorde, Paris, Senin (4/7/2025). Hadirnya Presiden Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan, yang duduk di sebelah Presiden Emmanuel Macron, serta penampilan Marching Band TNI/Polri yang membuka defile Bastille Day, memberikan sinyal kuat tentang hubungan dekat kedua negara.

Bastille Day adalah perayaan yang memperingati penyerbuan benteng dan Penjara Bastille pada 1789. Bastille adalah simbol penindasan oleh kaum oligarki Perancis yang menindas rakyat saat itu. Place de la Concorde adalah lokasi tempat para oligarki yang terkenal hidup mewah di atas kemiskinan rakyat digantung, seperti Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette.

Kontingen Indonesia yang membuka defile itu diberi nama Satgas Patriot II. Kontingen ini berangkat ke Paris sejak tanggal 5 Juli lalu. Kehadiran Indonesia dalam perayaan ini juga dalam rangka 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Perancis.

”Ini adalah satu kebanggaan dan juga menunjukkan bahwa Indonesia mendapatkan tempat yang terhormat di internasional, terutama di negara-negara yang sedang bangkit untuk memajukan teknologinya,” kata Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Presiden Prabowo Subianto berjabatan erat dengan Presiden Perancis Emanuel Macron pada peringatan Bastille Day di Paris, Perancis (Senin (14/7/2025).

Kontingen Satgas Patriot II terdiri dari 451 personel gabungan TNI dan taruna dari Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, serta Akademi Kepolisian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 262 personel merupakan pasukan upacara dari tiga matra TNI, sementara 189 lainnya merupakan anggota pasukan drumband gabungan taruna dari keempat akademi tersebut.

Akrab

Kontingen Satgas Patriot II tiba di Paris pada Minggu (6/7/2025) malam dan Senin (7/7/2025) pagi. Setibanya di Paris, Kontingen Satgas Patriot II disambut oleh Atase Pertahanan RI di Paris Marsekal Pertama Anang Surdwiyono bersama Wakil Jenderal Gubernur Militer Paris Brigadir Jenderal Antoine de Loustal. Setelah prosesi penyambutan, kontingen melanjutkan perjalanan menuju barak militer di Vincennes untuk persiapan latihan.

Rangkaian kegiatan hari pertama dimulai dengan pergerakan kontingen menuju kawasan militer Satory yang terletak di dekat Versailles. Di lokasi ini, para personel menerima pembekalan terkait pelaksanaan kegiatan dan jalur evakuasi.

Wakil Gubernur Militer Paris Brigadir Jenderal Antoine de Loustal menekankan bahwa parade ini bukan hanya sebuah seremoni. Acara defile militer dalam Bastille Day adalah bentuk penghormatan militer terhadap sejarah perjuangan dan solidaritas internasional.

”Kedisiplinan dan harmoni adalah bentuk penghargaan atas jasa para pahlawan,” ujar Antoine.

Presiden Prabowo Subianto berdiri di samping Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam defile peringatan Bastille Day di Paris, Perancis, Senin (14/7/2024).

Komandan Kontingen Indonesia, Brigadir Jenderal Ferry Irawan didampingi Dansatgas Kolonel Infanteri Daru Cahyadi juga turut mengapresiasi koordinasi yang solid dengan militer Perancis. ”Kami siap menunjukkan performa terbaik dengan semangat profesionalisme dan kehormatan,” kata Ferry.

Walaupun serius, dalam acara diplomasi militer seperti ini selalu ada hal-hal manusiawi yang disisipkan. Lepas dari diplomasi tingkat negara, hubungan antarmanusia tetap menjadi dasar utama. TNI biasanya paling fasih melakukan hal seperti.

Quote

Salah satu bentuk paling hakiki dari diplomasi pertahanan adalah ketika para prajurit dari dua negara berdiri di bawah satu payung persaudaraan militer. Hubungan yang terbangun bukan semata atas dasar formalitas antarnegara, melainkan dari rasa saling percaya, saling menghargai, dan soliditas di lapangan.

Tanggal 10 Juli, Kontingen Satgas Patriot II membuat kejutan acara ulang tahun bagi Brigjen Antoine. Antoine adalah sosok sentral parade militer Bastille Day 2025 karena ialah yang bertanggung jawab atas koordinasi operasional, teritorial, dan upacara kenegaraan di wilayah ibu kota.

Seusai latihan, Satgas Patriot II melakukan yel-yel TNI Patriot dan tari kecak Bali, yang dibawakan oleh prajurit dan Taruna Akademi TNI. Gema ”cak-cak-cak” dan formasi khas budaya Nusantara menciptakan suasana khidmat sekaligus meriah.

Komandan Kontingen Indonesia Brigadir Jenderal Ferry Irawan bertemu Dubes RI untuk Perancis Mohammad Oemar, di KBRI, Senin (7/7/2025).

 

Acara berlanjut dengan kejutan lagu ”Happy Birthday” yang dibawakan oleh Blyra Band Lokananta, unit musik Taruna Akademi TNI. Tak lama kemudian, Atase Pertahanan RI untuk Perancis Marsekal Muda Anang Nurhadi Saputra menyerahkan langsung kue ulang tahun kepada Brigadir Jenderal Antoine yang rupanya HUT ke-58. Antoine mengucapkan terima kasih atas semangat dan kehangatan dari delegasi Indonesia.

Sebagai penutup, pasukan TNI dan militer Prancis menampilkan Tari Papua secara kolaboratif, menegaskan semangat persaudaraan, energi kolektif, dan keharmonisan antarpasukan.

”Salah satu bentuk paling hakiki dari diplomasi pertahanan adalah ketika para prajurit dari dua negara berdiri di bawah satu payung persaudaraan militer. Hubungan yang terbangun bukan semata atas dasar formalitas antarnegara, melainkan dari rasa saling percaya, saling menghargai, dan soliditas di lapangan,” kata Ferry.

Brigadir Jenderal Antoine de Loustal, Wakil Jenderal Gubernur Militer Paris, meniup lilin kue ulang tahunnya, Kamis (10/7/2025).

Keakraban juga terlihat saat militer Indonesia dan Perancis bersama-sama spontan memeragakan tari pacu jalur di Champs-Élysées, Paris, Jumat (11/7/2025). Jalan yang menjadi jantung Paris sekaligus pusat turis menjadi saksi persahabatan prajurit antarbangsa.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Frega Wenas mengatakan, tarian khas Riau ini mampu membangun jembatan emosional antara prajurit Indonesia dan Perancis. Ketertarikan spontan mereka untuk ikut menari mencerminkan daya tarik budaya Nusantara yang mampu menyatukan perbedaan dalam semangat kebersamaan dan saling menghargai.

Budaya Nusantara

Kontingen Satgas Patriot II ikut geladi bersih parade di Champs-Élysées, jelang perayaan Hari Nasional Perancis (Bastille Day), Sabtu (12/7/2025). Tim Indonesia memanfaatkan momen ini untuk tampil di Place de Concorde. Para prajurit TNI tampil dengan reog Ponorogo, tarian kecak, serta atraksi bela diri yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus ketangguhan prajurit Indonesia.

Keesokan harinya, sehari sebelum acara, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung kesiapan Kontingen Satgas Patriot II menjelang peringatan Bastille Day 2025, di barak militer Fort Vincennes, Paris, Minggu (13/7/2025). Sjafrie turut memberikan motivasi kepada seluruh personel, termasuk taruna dan taruni, yang telah terpilih sebagai perwakilan terbaik.

”Kehadiran saya di sini agar kalian memberikan tampilan yang terbaik, atas nama Tentara Nasional Indonesia dan terlebih lagi atas nama bangsa Indonesia,” kata Sjafrie.

 

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memeriksa Satgas Patriot II, Minggu (13/7/2025).

Ia mengatakan, keikutsertaan para taruna-taruni dan anggota TNI/Polri itu bukan hanya penugasan, melainkan juga kehormatan besar untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. Di saat yang sama, Sjafrie dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga memeriksa langsung kesiapan masing-masing individu.

Hari Bastille menjadi sebuah acara yang sarat simbol. Acara dimulai dengan kedatangan Presiden Macron ke Place Charles de Gaulle.

Charles de Gaulle merupakan pahlawan nasional utama Perancis. Namanya tidak saja menjadi Bandara Perancis, tetapi menjadi pelataran luas yang dibingkai 12 jalan, dengan Arc de Triomphe, atau Lengkung Kemenangan.

Arch de Triomphe adalah bangunan seperti pintu gerbang yang dibangun oleh Napolen untuk memperingati kemenangannya pada 1806. Namun, tempat ini juga kemudian menjadi kuburan para pahlawan tak dikenal Perancis yang gugur saat Perang Dunia I. Saat itu diperkirakan ada 1,4 juta rakyat Perancis yang gugur.

Acara dimulai di Place Charles de Gaulle untuk memperingati 100 tahun Api Abadi Arc de Trimphe untuk para pahlawan tak dikenal. Seusai inspeksi pasukan, acara dimulai dengan parade pesawat terbang, kemudian dilanjutkan dengan parade pasukan infanteri.

Pembuka parade pasukan infanteri itulah kontingen Indonesia. Saat itulah lagu nasional ”Maju Tak Gentar” berkumandang. Parade dilanjutkan helikopter dan motorisasi termasuk kavaleri dan ditutup oleh pasukan berkuda. Seluruh parade ini dilakukan dari Arc de Triomphe ke Place de Concorde, dengan pohon-pohon chesnut di tepi kiri dan kanan di bawah cerahnya matahari musim panas.


Kerabat Kerja

Penulis:

Edna Caroline Pattisina
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra