LAGA INTERNASIONAL

Malam Absurd Ben White dalam Audisi Timnas Inggris

Dari turun dan naik kisah dramatis Ben White dalam laga imbang 1-1 versus Uruguay, terkuak alasan sang bek dipanggil kembali ke timnas Inggris setelah sekian lama.

28 Mar 2026 07:38 WIB · Olahraga

AP PHOTO/ALASTAIR GRANT

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, JUMAT — Situasi absurd yang melibatkan bek tim nasional Inggris Ben White sudah terjadi sejak pengumuman skuad, lalu berlanjut dan mencapai klimaks di lapangan. White menjadi pahlawan sekaligus antagonis dalam penampilan pertamanya untuk ”Si Tinga Singa” sejak Maret 2022.

White menjadi sorotan publik Inggris belakangan ini. Pemain Arsenal itu dipanggil Pelatih Inggris Thomas Tuchel untuk menggantikan bek Jarell Quansah yang cedera. Banyak pihak berpendapat, bek Real Madrid Trent Alexander-Arnold lebih layak mengisi posisi tersebut.

Selain soal kualitas, hubungan White dengan timnas juga tidak baik. Dia pernah menolak panggilan timnas di era Pelatih Gareth Southgate. White pun menjadi sosok yang tidak diharapkan saat Inggris bertemu Uruguay dalam laga persebahatan di Stadion Wembley, London, Sabtu (28/3/2026) dini hari WIB.

Terbukti, para pendukung tuan rumah kompak menyuarakan nada minor saat sang pemain masuk dari bangku cadangan pada menit ke-69. White menggantikan Fikayo Tomori untuk mendapatkan kesempatan tampil di timnas lagi setelah absen selama empat tahun terakhir.

England's Ben White, left, scores his side's opening goal during the international friendly soccer match between England and Uruguay in London, Friday, March 27, 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Hanya 12 menit berselang, White menjadi alasan publik Inggris bersorak. Dia mencetak gol pembuka keunggulan lewat skema tendangan sudut. Itu merupakan gol pertama bagi bek 28 tahun itu di level timnas.Pandangan negatif para penggemar kepadanya hilang seketika.

Kemenangan sudah di depan mata Inggris. Mereka mampu menjaga keunggulan 1-0 sampai injury time, hingga akhirnya White melanggar penyerang Uruguay Federico Vinas. Gelandang tim tamu Federico Valverde sukses menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti.

”Itu keputusan penalti yang konyol, terlalu ringan untuk jadi penalti,” kata kapten Inggris Harry Maguire. ”Jika ada di posisi itu, saya juga akan melakukan blok yang sama. Ben hanya mencoba memblokir tembakan. Lagi pula pemain lawan menendang bola jauh melewati mistar,” lanjutnya.

White pun menjadi aktor utama dalam malam absurd yang berujung dengan hasil imbang 1-1 itu. Sungguh miris, dia gagal menyudahi laga sebagai pahlawan tim hanya karena keputusan asisten wasit video (VAR). Beruntung, Tuchel cukup puas dengan penampilan singkatnya di Wembley.

Lewat penampilan White pula, terkuak alasan sang pelatih tidak memilih Alexander-Arnold. Tuchel ternyata membutuhkan profil seperti Quansah yang bisa bermain di tengah ataupun sayap kanan. Adapun White diturunkan sebagai bek tengah walaupun hampir selalu tampil di sayap saat bersama klub.

England goalkeeper James Trafford dives in vain as Uruguay's Federico Valverde scores his side's first goal during the international friendly soccer match between England and Uruguay in London, Friday, March 27, 2026. (Bradley Collyer/PA via AP)

Tuchel berharap publik Inggris lebih menghargai keputusannya dan menghormati White. ”Semoga penampilan (White) itu mengubah pandangan banyak orang. Hal seperti ini (reaksi negatif pendukung) sudah beberapa kali terjadi kepada pemain, itu sangat mengecewakan karena tidak membantu siapa pun,” ujarnya.

White sebenarnya pernah masuk ke dalam skuad Inggris untuk Piala Dunia Qatar 2022 sebelum akhirnya dipulangkan. Dia tidak pernah bergabung dengan timnas lagi setelah momen tersebut. Sang pemain dirumorkan berseteru dengan asisten pelatih Inggris di era Southgate, Steve Holland.

Audisi Inggris

Terlepas dari malam absurd White, Tuchel benar-benar menggunakan laga persahabatan tersebut untuk menguji para pemain pelapis. Dia memainkan semua starter di luar skuad inti Inggris yang biasa, dari mulai kiper James Trafford, gelandang James Garner, hingga striker Dominic Solanke.

Sang pelatih juga memasukkan delapan pemain dari bangku cadangan pada paruh kedua. Semua pemain itu jarang diberikan kesempatan belakangan ini, antara lain gelandang Cole Palmer dan Kobbie Mainoo. Adapun pemain inti, seperti Declan Rice dan Harry Kane, tidak diturunkan di laga pertama.

Tuchel punya keleluasaan bereksperimen karena memanggil 35 pemain sekaligus untuk jeda internasional kali ini. Meskipun gagal menang, dia sama sekali tidak kecewa kepada para pemain. Sebab, mereka mampu tampil lebih berbahaya dibandingkan Uruguay yang turun nyaris dengan skuad terbaik.

”Si Tiga Singa” memaksa kiper lawan Fernando Muslera untuk melakukan empat penyelamatan. Eksekusi skema bola mati tuan rumah selalu mengancam. Sementara itu, tim asuhan Pelatih Marcelo Bielsa hanya berhasil membuat satu peluang krusial sepanjang laga, itu pun dari titik penalti.

”Benar-benar puas dengan performa kami. Kami berusaha keras dan secara keseluruhan kami adalah tim yang lebih baik. Tentu saya harus meninjaunya lebih dalam. Kami tahu Uruguay lawan yang sulit. Marcelo sudah memberi tahu saya beberapa bulan lalu, akan datang dengan tim terbaiknya,” kata Tuchel. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji