Setelah 2018, tur trofi Piala Dunia kembali ke bumi Asia Tenggara. Setelah Malaysia, piala berlapis emas itu akan mengunjungi Jakarta Kamis ini.
21 Jan 2026 18:39 WIB · Olahraga
KOMPAS/MUHAMMAD IKHSAN MAHAR
SELANGOR, KOMPAS — Trofi Piala Dunia mendarat pertama kali di Asia Tenggara dalam rangkaian tur jelang Piala Dunia 2026 di kota Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, Rabu (21/1/2026). Ini adalah kunjungan keempat trofi paling prestisius di sepak bola dunia ke Malaysia sejak tur digelar pada 2006.
Chin (45) tersenyum semringah setelah berfoto di samping trofi asli Piala Dunia yang dipamerkan di Sunway Pyramid Convention Center, Malaysia. Mengenakan jersei utama Korea Selatan edisi Qatar 2022, Chin menjadi salah satu dari ribuan orang yang mendapat kesempatan berfoto dengan trofi berlapis emas yang dilindungi pelindung kaca.
Meskipun tidak boleh menyentuh pelapis kaca itu, menyaksikan dari dekat trofi yang mulai digunakan pada Piala Dunia 1974 sudah membuatnya bahagia.
”Ini pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujar Chin setelah keluar dari arena tur trofi.
Tidak hanya berfoto, Chin juga bersalaman dengan legenda FIFA, Gilberto Silva, yang mengawal tur trofi tersebut.
Selain membawa trofi dari Tokyo, Jepang, Silva, yang menjuarai Piala Dunia 2002 bersama tim nasional Brasil, juga membuka agenda tur trofi di Malaysia.
Ia pun sempat bermain mini soccer di arena utama acara tersebut. Dengan mengenakan kemeja putih bertuliskan ”FIFA Legends” di sisi dada kiri, Silva bermain dengan riang dan menyalami anak-anak yang ikut bermain dengannya selama sekitar 15 menit.
Malaysia memiliki kenangan spesial bagi Silva dan skuad ”Selecao”, sebutan Brasil, yang menjuarai Piala Dunia Jepang-Korea Selatan 2002. Silva bersama sejumlah bintang terbaik Brasil, seperti Ronaldo, Ronaldinho, Roberto Carlos, dan Cafu, menjalani pemusatan latihan terakhir di Kuala Lumpur sebelum tampil di Piala Dunia 2002.
”Malaysia memiliki bagian penting dalam capaian kami meraih trofi (Piala Dunia) ini. Kami menjalani masa adaptasi terhadap zona waktu dan segalanya dengan sempurna di sini,” tutur Silva di sela rangkaian tur trofi tersebut yang berlangsung 24 tahun silam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/21/29037172cda936a31b72816d8a67c735-IMG_2299.jpeg)
Malaysia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang dikunjungi trofi Piala Dunia. Petaling Jaya, yang berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota Kuala Lumpur, menjadi persinggahan keenam Silva dalam agenda tur trofi yang merupakan bagian dari rangkaian penyambutan Piala Dunia 2026, Juni-Juli mendatang.
Sebelumnya, Silva, yang bersinar bersama Arsenal, telah mendampingi piala setinggi 36,8 sentimeter dan berlapis emas 18 karat itu di Delhi (India), Guwahati (India), Dhaka (Bangladesh), Seoul (Korea Selatan), dan Tokyo (Jepang).
Silva juga akan menjadi pendamping trofi di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Pendahulu Silva dalam tur trofi tahun ini adalah duo bintang timnas Italia peraih Piala Dunia 20206, yaitu Alessandro Del Piero dan Fabio Cannavaro.
Bagi Malaysia, ini adalah tur trofi Piala Dunia keempat sejak agenda tersebut dimulai melalui kerja sama FIFA dan Coca-Cola pada 2006. Malaysia telah menyambut trofi paling didambakan pesepak bola dunia itu pada 2006, 2010, 2014, dan 2026.
Selain Malaysia, Indonesia dan Thailand juga akan mengikuti jejak dengan empat kali disambangi trofi Piala Dunia. Khusus Jakarta, kota ini menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang empat kali menyambut trofi tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/21/1214aaa5709510c1b4cce21f0f148679-IMG_2245.jpeg)
Di Malaysia, tiga kunjungan sebelumnya berlangsung di pusat kota Kuala Lumpur. Sementara itu, Thailanf pada 23 Januari dan 24 Januari akan menggelar tur trofi di Bangkok, mengikuti agenda pada 2006 dan 2010. Pada 2018, trofi tersebut mengunjungi wilayah lain di Thailand, yakni Phuket.
Selain tur trofi, beragam hiburan juga hadir di sekitar lokasi acara. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah cheer screamer.
Dalam wahana tersebut, pengunjung perlu berteriak sekuat tenaga untuk membentuk pola suara yang kemudian dibordir pada sebuah syal eksklusif.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/21/2a0fb2586d7748789c0b588c103e5a5b-IMG_2242.jpeg)
Umeesh (27) bersama dua rekannya antusias untuk berteriak di hadapan layar yang menampilkan visual corak suara mereka. Ia menerima syal berwarna merah yang juga telah disablon dengan namanya.
”Selain melihat trofi, saya tidak ingin melewatkan acara lain yang belum tentu bisa diikuti empat tahun lagi,” katanya.
Ragam hiburan serupa juga dapat dinikmati oleh pencinta sepak bola di Jakarta ketika tur trofi menyambangi Jakarta International Convention Center (JICC) Kamis ini.
Penulis:
Muhammad Ikhsan Mahar, dari Selangor, MalaysiaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan