Ketangguhan Manchester City akan diuji tim berselimut teka-teki Plymouth Argyle. ”The Citizens” pantang terpeleset seperti Brentford dan Liverpool.
28 Feb 2025 18:02 WIB · Olahraga
MANCHESTER, JUMAT — Piala FA adalah rumah bagi segala macam keajaiban sepak bola. Keajaiban itu di antaranya muncul dari Plymouth Argyle yang menyingkirkan Brentford serta raksasa Liverpool. Manchester City menantang keajaiban Plymouth pada babak kelima Piala FA di Stadion Etihad, Minggu (2/3/2025) pukul 00.45 WIB.
Keberhasilan Plymouth menjungkalkan dua tim Liga Inggris tersebut layak menjadi perhatian serius City. Sebab, hal itu mengindikasikan bahwa kemenangan Plymouth bukanlah kebetulan semata. Liverpool yang sengaja menyimpan sejumlah pemain kunci gagal mencetak gol meski diperkuat trio penyerang Diogo Jota, Federico Chiesa, dan Luis Diaz.
Klub berjuluk ”The Pilgrims” tersebut mampu membatasi pergerakan pemain Liverpool hingga hanya menciptakan satu tembakan tepat sasaran pada babak pertama. Pertahanan solid Plymouth yang dikomandoi Nikola Katic tidak mudah ditembus. Inilah yang akan menjadi tantangan terbesar bagi lini depan City.
Apalagi pada laga sebelumnya, City hanya mampu menang tipis, 1-0, atas Tottenham Hotspur walau memiliki empat peluang emas. Jika tidak meningkatkan performa, lini serang City akan sangat kerepotan menaklukkan tembok pertahanan Plymouth.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/18/2c04e73b29b61cd1f92570158f8bc7d2-TOPSHOT_FBL_EUR_C1_MAN_CITY_REAL_MADRID_127421529.jpg)
Pelatih Kepala Plymouth Miron Muslic mengatakan, para pemainnya amat termotivasi untuk kembali membuat kejutan lainnya di Piala FA. Di sisi lain, ia merasa sangat terhormat bisa menghadapi manajer City, Pep Guardiola, yang menjadi panutannya.
”Ini adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya, dalam karier saya sebagai pelatih. Jadi saya sangat menantikan untuk menjabat tangannya dan memberi tahu dia bahwa dia adalah tokoh besar olahraga kita dan panutan yang sangat, sangat besar bagi setiap pelatih di dunia,” kata Muslic, dinukil dari BBC Sport, Jumat (28/2/2025).
Muslic mengatakan, dia dan stafnya telah mempelajari gaya permainan City. Ia pun mengaku telah memiliki rencana untuk meredam agresivitas para pemain bintang City.
”City telah mendominasi Liga Inggris selama tujuh atau delapan tahun terakhir. Jadi ini benar-benar terasa seperti sesuatu yang sangat, sangat besar dan benar-benar terasa seperti sebuah penghargaan,” kata Muslic.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/10/319fe681-7a14-4627-a682-cb1463daa55e_jpg.jpg)
Meski Plymouth kerap menghadirkan keajaiban, hal tersebut dinilai akan sangat sulit kembali terulang saat melawan City. Pasalnya, City telah memenangi 18 pertandingan Piala FA terakhir menghadapi tim divisi bawah. Kali terakhir, City ditumbangkan tim dari divisi di bawah mereka adalah saat melawan Wigan Athletic pada musim 2017-2018.
Bermain di kandang sendiri juga menjadi keuntungan bagi City. Jika skor berakhir imbang dalam waktu normal, laga akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Di samping itu, Plymouth tidak akan diperkuat sejumlah pemain kuncinya, seperti Muhamed Tijani, Ryan Hardie, Brendan Galloway, dan Joe Edwards akibat cedera.
Piala FA menjadi satu-satunya harapan City meraih trofi setelah tersingkir dari Liga Champions dan Piala Liga Inggris. Di Liga Inggris pun, gelar juara sudah dipastikan melayang dari tangan City karena tertinggal 20 poin dari pemuncak klasemen Liverpool. Oleh sebab itu, tidak hanya Plymouth, para pemain City pun mengobarkan motivasi yang sama untuk memenangkan laga nanti.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/b524355070aa65d49b348323c72bd2a2-Britain_Soccer_Premier_League_1_.jpeg)
Motivasi berlipat salah satunya ditunjukkan penyerang Erling Haaland yang baru pulih dari cedera. Haaland menjadi pahlawan kemenangan City melalui gol semata wayangnya pada laga sebelumnya menghadapi Spurs. Penyerang asal Norwegia itu sempat membawa City mencetak gol kedua tetapi dianulir karena offside.
”Saya merasa sangat baik. Tentu saja minggu-minggu terakhir ini sulit, tetapi begitulah hidup. Anda harus menatap ke depan, Anda harus terus maju, dan Anda harus tetap positif karena kami masih mampu melakukan banyak hal,” kata Haaland. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Emilius Caesar Alexey