Bruno Fernandes bersikap selayaknya kapten tim dengan membawa MU menang atas Rangers. Saat Amorim meminta tanggung jawab, Bruno menjawab dengan tegas.
24 Jan 2025 09:26 WIB · Olahraga
MANCHESTER, JUMAT – Kritik keras Ruben Amorim kepada para pemain Manchester United dijawab dengan kemenangan oleh Bruno Fernandes. Kapten MU itu mencetak gol pada menit akhir untuk membawa timnya unggul 2-1 atas Rangers dalam lanjutan Liga Europa, Jumat (24/1/2025) dini hari WIB di Stadion Old Trafford, Manchester. Berkat kemenangan ini, harapan MU mengakhiri musim dengan secercah cahaya pun masih terbuka.
Sorotan tajam tertuju ke ruang ganti MU usai dipermalukan Brighton and Hove Albion pekan lalu. Manajer Ruben Amorim dilaporkan naik pitam oleh performa buruk para pemainnya. Saking frustrasinya, Amorim sampai memecahkan televisi di ruang ganti.
Tidak sampai di sana, Amorim juga menyebut skuad MU yang dikendalikannya merupakan yang terburuk dalam sejarah. Secara tersirat, Amorim meminta para pemain senior MU untuk memiliki lebih sedikit rasa tanggung jawab.
Suasana ruang ganti yang sempat tegang dan juga kata-kata Amorim rupanya memberi efek psikologis kepada para pemain MU saat menjamu Rangers. Performa MU tidak bisa dikatakan membaik, tetapi terdapat peningkatan. Bek Matthijs de Ligt membuat para pendukung bersorak lewat gol sundulannya pada menit ke-24. Namun, wasit Erik Lambrechts menganulir gol itu lantaran Leny Yoro terlebih dulu melanggar Robin Propper.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/24/9bc2a993a02f9e8e61e9a3e5ff79bb91-wires_photo_57_.jpg)
Peluang dari De Ligt bukan satu-satunya yang dimiliki MU. Sepanjang laga, MU tercatat menciptakan tiga peluang emas dan mendominasi penguasaan bola. Nilai harapan gol (expected goals/xG) MU pun tergolong tinggi, 1,68.
Para pemain MU tidak memberikan keleluasaan pada Rangers saat membawa bola. Dari angka pass per defensive action (PDDA), para pemain Rangers hanya sempat melakukan rerata 6,2 operan di area mereka sendiri. Angka tersebut menunjukkan intensitas para pemain MU dalam menekan lawan.
“Kami tidak bermain dengan baik, tetapi kami telah bangkit dari pertandingan terakhir. Saya tahu lawannya berbeda. Tidak secepat itu. Anda dapat melihat koneksinya. Saya pikir kami perlu lebih klinis di saat yang tepat karena itu dapat sangat membantu kami,” kata Amorim.
Meski lebih dominan, gol pembuka kemenangan MU tercipta justru dari aksi bunuh diri kiper Rangers Jack Butland. Dalam situasi sepak pojok Christian Eriksen, Butland salah meninju bola hingga meluncur ke dalam gawangnya sendiri. Gol tersebut disambut sangat meriah oleh para pendukung MU hingga seisi stadion terasa bergetar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/24/5a363f18e7c80bc2c338bee3635751e5-wires_photo_60_.jpg)
Rangers, di luar dugaan, mampu membalas melalui sepakan keras mendatar Cyriel Dessers. Peluang Dessers bermula dari kesalahan bek Harry Maguire dalam menghalau bola lambung. Situasi itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Dessers yang hanya perlu mengontrol bola dengan satu sentuhan sebelum membobol gawang Altay Bayindir.
Hasil imbang tentunya akan membuat perjalanan MU di Liga Europa kian terjal. Tambahan satu poin tidak akan membuat MU merangsek ke posisi delapan besar untuk merebut tiket lolos otomatis. Dengan begitu, MU harus menjalani laga play off demi memastikan satu tempat di fase gugur. Di tepi lapangan, Amorim kembali tertunduk lesu setelah Rangers berhasil menyamakan kedudukan.
Keajaiban tercipta pada menit-menit akhir. Bruno Fernandes menjadi pahlawan penyelamat MU setelah memaksimalkan umpan silang Lisandro Martinez.
Proses gol yang berlangsung pada menit-menit akhir itu membawa ingatan para pendukung MU kembali pada saat masih dibesut oleh manajer legendaris Sir Alex Ferguson. Di bawah tangan dingin pria asal Skotlandia tersebut, MU kerap mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir atau yang lebih populer dengan istilah “Fergie time”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/24/2df50f70f025d8a8e17e53c0b656a714-wires_photo_61_.jpg)
“Saya tahu betapa pentingnya kemenangan bagi para penggemar. Anda benar-benar ingin memenangkan pertandingan. Kami sedikit frustrasi karena kami memulai tahun ini dengan baik di sini dengan dua pertandingan hebat melawan Liverpool dan Arsenal, lalu Southampton, kami memiliki ketahanan yang baik tetapi tidak bermain sepak bola dengan baik. Kami memiliki pertandingan dengan Brighton yang tidak menguntungkan kami,” tutur Fernandes.
Berkat kemenangan ini, posisi MU pada klasemen sementara Liga Europa melonjak ke peringkat empat dengan koleksi 15 poin. Dengan satu pertandingan tersisa, MU sudah hampir dipastikan lolos otomatis ke babak 16 besar.
Walau performa MU masih inkonsisten, Bruno mengutarakan ia dan rekan-rekannya sangat ingin lolos ke final dan memenangkan Liga Europa. Hanya dengan cara itu MU berkesempatan tampil di Liga Champions Eropa musim depan. Akibat performa yang masih naik-turun, MU kini tercecer di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Inggris. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari