Mengonsumsi minuman dingin saat berbuka puasa menjadi pilihan yang menyenangkan. Badan terasa segar setelah tidak makan dan minum sepanjang hari.
21 Feb 2026 04:20 WIB · Metropolitan
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Sapuan air ketika melewati tenggorokan yang kering saat berbuka puasa adalah sebuah kenikmatan hidup. Setelah hampir 14 jam menahan haus, meminum air saat adzan Maghrib berkumandang sungguhlah melegakan. Ketika ibadah puasa berakhir pada hari itu, umat Islam kembali dapat menikmati makan dan minum hingga keesokan hari saat subuh tiba.
Mengonsumsi minuman sesegera mungkin saat buka puasa dapat dilakukan di mana saja. Jika kita akan berbuka puasa dengan makan, maka kita tidak bisa luwes melakukannya. Meminum air bisa dilakukan saat kita mengendarai mobil, berhenti sebentar di pinggir jalan saat naik motor di waktu pulang kerja, di dalam gerbong kereta, hingga saat jeda ketika kita berolahraga.
Pada bulan Ramadhan, minuman manis menjadi favorit untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Gula pada minuman manis secara cepat memberikan energi untuk tubuh yang lemas ketika berpuasa. Sehabis mengonsumsi minuman manis, badan kembali bugar dan bersemangat. Ditambah lagi jika minuman tersebut diberi es, maka kian menyegarkan.
Minuman dingin yang manis selalu tersedia, baik di rumah maupun di lapak pedagang dadakan yang selalu ada di bulan Ramadhan. Jika pada hari-hari biasa minuman es tampak menggiurkan kala cuaca panas, maka pada saat puasa, minuman es seperti harus dinikmati, apa pun cuacanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/cfb3c5f8dfebd1a9b9c6863e5b60cb67-es01.jpg)
Sofia bersama empat temannya berjalan di gang kecil di Jalan Sabar 1, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026). Waktu berbuka puasa masih dua jam lagi. Anak-anak itu masing-masing menenteng tas keresek berisi minuman dingin. Mereka membelinya dari pedagang yang mangkal di depan gang tempat tinggal mereka.
Hari itu adalah hari pertama puasa Ramadhan 1447 H dan mereka ingin berbuka dengan jajanan serta minuman. Sofia membeli es taro berwarna ungu dan es teh manis. Dia menghabiskan uang Rp 10.000 untuk membeli minuman tersebut. ”Biar seger habis puasa,” ucap Sofia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/7651ecb04df7db9c343b734d1b5270d2-20260219mye22.jpg)
Hampir semua pedagang minuman dipenuhi warga yang akan membeli. Penjual cincau, es buah, es kelapa muda, hingga kedai boba sibuk di masa-masa padat jelang buka puasa. Sekelompok anak tampak kebingungan memilih es yang akan mereka beli di seorang pedagang di pinggir Jalan Masjid Darul Falah, Petukangan, Jakarta Selatan.
Di deretan kontainer tersedia minuman dengan aneka warna, merah muda, coklat, hijau, dan kuning. Harga yang relatif murah, yaitu Rp 5.000 per bungkus, membuat warga memilih membeli minuman dingin warna-warni itu dibandingkan dengan es teler buah yang harganya dua kali lipat.
Kesibukan penjual es tersebut berbaur dengan para pedagang dadakan yang menjual gorengan, kue, serta nasi bungkus. Jalan Masjid Darul Falah yang biasanya lengang dan lancar selalu padat ketika Ramadhan tiba.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/88f6e196299092a0eb9091b16ac09059-es11.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/02695ec7055214a3909d7afe8d1ef215-es03.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/b3bb46915bbc24ceed8bb28eb791696c-es04.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/6e46fc13f90bc8ec7d67d7babc1eb775-es07.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/0099ca9d3e974a8af4af96ab6b864961-es10.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/9778244a605e71a6f51a3d4ca4661782-es05.jpg)
Es warna merah muda atau coklat
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/59a34aaf1ebe3a39b958dcdb9e5cce2d-es06.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/995787903307ab42ea5be094a7074b96-es09.jpg)
Minuman manis adalah primadona saat Ramadhan. Meski demikian, makanan dan minuman manis memiliki dampak buruk bagi kesehatan fisik, seperti diabetes, obesitas, dan jantung. Namun, hasil penelitian terbaru oleh tim dari Universitas Bournemouth menunjukkan, dampaknya tak berhenti pada aspek itu saja. Penelitian itu menunjukkan bahwa asupan makanan dan minuman manis juga berpotensi meningkatkan risiko kecemasan, khususnya pada remaja. Hal ini memperkuat pentingnya kewaspadaan dan pembatasan konsumsi makanan dan minuman manis (Kompas, 20/2/2026).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/20/e9e4c620e0bff529dacb50d5c57d0483-es12.jpg)
Terlepas dari kemungkinan efek buruk mengonsumsi minuman manis secara berlebihan, meminum es buah yang dingin dan segar saat berbuka adalah bentuk perayaan atas upaya mencari pahala puasa pada hari itu.
Penulis:
Yuniadhi AgungEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti