BerandaInternasionalWimbledon Terpukau Gaun U...

Wimbledon Terpukau Gaun Ungu Catherine Putri Wales

Diejek sebelum menikahi William, Catherine Putri Wales kini jadi lambang keberlanjutan keluarga Kerajaan Inggris.

15 Jul 2024 10:43 WIB · Internasional

Oleh LARASWATI ARIADNE ANWAR

Catherine Putri Wales bersiap menyerahkan piala juara tunggal putra turnamen tenis Wimbledon ke Carlos Alcaraz, Minggu (14/7/2024), di London, Inggris.

LONDON, SENIN — Carlos Alcaraz memang memenangi nomor tunggal putra di kompetisi tenis Wimbledon pada Minggu (14/7/2024) dengan mengalahkan Novak Djokovic. Namun, sepertinya semua mata di pertandingan bergengsi itu justru tertuju kepada orang yang memberi penghargaan untuk Alcaraz, Catherine Putri Wales. Ini adalah penampilan keduanya di depan umum setelah berjibaku melawan kanker perut.

Catherine (42) tampil mengenakan gaun rancangan Safiyaa berwarna ungu. Para pengamat mode dengan cepat menangkap simbol yang ia berikan melalui gaun itu.

Baca juga: Kemunculan Kate Middleton Tak Hentikan Spekulasi dan Teori Konspirasi

Warna ungunya sesuai dengan logo Wimbledon yang terdiri dari ungu dan hijau. Ungu juga melambangkan Kerajaan Inggris. Ini menandakan posisi Catherine sebagai masa depan monarki.

Quote

Catherine menunjukkan bahwa ia tidak kehilangan jati diri setelah menjadi bagian dari monarki.

Catherine hadir didampingi anak keduanya, Putri Charlotte. Suami Catherine, Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran William (42), sedang berada di Jerman. Ia di sana untuk mendukung Inggris bertarung melawan Spanyol di final Piala Eropa 2024. Di Jerman, Inggris ditaklukkan Spanyol. Sementara di Inggris, Alcaraz, si petenis Spanyol, menang Wimbledon.

Petenis Spanyol dan juara Wimbledon 2024, Carlos Alcaraz (kiri), menemui Catherine Putri Wales (gaun ungu), dan anaknya, Putri Charlotte, Minggu (14/7/2024), di London, Inggris, Minggu (14/7/2024).

Ini adalah penampilan kedua Catherine di hadapan publik setelah mengumumkan bahwa ia didiagnosis kanker perut pada Maret 2024. Sebelumnya, pada Januari 2024, ia menjalani operasi perut dan sempat menghilang dari publik dengan alasan pemulihan.

Quote

Saya terkena kanker. Saya sudah menjalani kemoterapi dan pengobatan lainnya sejak Februari.

Ketiadaan Catherine dari sorotan publik dalam jangka waktu cukup lama itu menuai berbagai kecurigaan. Bahkan, ketiadaan itu memicu teori konspirasi yang mengatakan bahwa ia sudah meninggal.

Baca juga: Ramai-ramai Meminta Maaf kepada Kate

Selanjutnya, Istana Buckingham menggunakan pemeran pengganti untuk membuat penampakan Catherine di perdesaan Windsor seolah ia masih hidup. Dugaan ini pupus dengan video Catherine pada Maret yang mengabarkan ia sedang melawan kanker.

”Pemeriksaan lanjutan dari operasi pada Januari mengungkap bahwa saya terkena kanker. Saya sudah menjalani kemoterapi dan pengobatan lainnya sejak Februari,” kata Catherine melalui video yang disebar di seluruh media arus utama Inggris.

Novak Djokovic menerima piala juara kedua turnamen tenis Wimbledon yang diserahkan Catherine Putri Wales, Minggu (14/7/2024), di London, Inggris.

Di awal Juni 2024, Catherine tampil untuk pertama kalinya di dalam acara Trooping of Colours, salah satu acara di dalam perayaan ulang tahun Raja Charles III. Di sana, ia duduk di atas kereta kencana dengan memakai busana berwarna putih yang oleh publik diartikan sebagai kelahiran kembali.

”Pengobatan saya berlangsung lancar, tetapi saya belum sepenuhnya pulih. Dalam beberapa bulan ke depan, saya masih harus menjalani terapi,” kata Catherine, dikutip oleh BBC 15 Juni 2024.

Catherine adalah anggota terpopuler keluarga Kerajaan Inggris. Jajak pendapat terakhir YouGov pada Maret 2023 menunjukkan posisi ini tetap tidak tergeser.

Baca juga: Becermin dari Putri Kate Menyampaikan Kondisi Kanker kepada Keluarga dan Anak

Padahal, awalnya, ketika Catherine masih berpacaran dengan William, tabloid-tabloid Inggris selalu menulis yang miring-miring tentang dia. Catherine digambarkan sebagai perempuan mata duitan dan pemanjat status sosial. Bahkan, namanya dipelesetkan dari Kate Middleton menjadi Kate Middleclass.

Tabloid tidak sepenuhnya melunak setelah ia dan William menikah pada 2012. Kehadiran Meghan Markle yang menikahi Pangeran Harry, adik William, pada 2018 mengubah persepsi tersebut.

Catherine Putri Wales menghadiri turnamen tenis Wimbledon ke Carlos Alcaraz, Minggu (14/7/2024), di London, Inggris.

Tabloid Inggris yang dikenal kejam mulai mengadu kedua perempuan tersebut. Tabloid-tabloid Inggris menerbitkan gosip Catherine dan Markle bermusuhan dan saling berusaha menguasai Istana Buckingham.

Tekanan dan rasialisme di dalam penulisan oleh tabloid membuat Harry dan Meghan memboyong anak-anak mereka keluar dari Inggris dan pindah ke Amerika Serikat. Tinggal William dan Catherine yang menjadi penerus keluarga kerajaan.

Baca juga: Kasus Putri Kate, Bola Salju Spekulasi, dan Pesan Ratu Elizabeth II yang Dilupakan

Pasca-pelantikan William sebagai Pangeran Wales atau Putra Mahkota Kerajaan Inggris, persepsi tabloid terhadap Catherine melunak, bahkan memuji-muji. Anggapan tabloid ialah seberat apa pun badai yang menerpa, Catherine dan William tetap maju.

Mereka pantang mundur dalam menunaikan tugas-tugas kerajaan. William-Kate mendukung berbagai organisasi amal sampai menjalankan diplomasi lunak.

Catherine Middleton di hari pernikahannya dengan Pangeran William pada April 2011 di London, Inggris.

Status Catherine sebagai rakyat jelata yang masuk ke dalam monarki oleh publik dianggap sebagai jembatan mereka dengan takhta. Ia juga menjadi pemengaruh di dunia mode.

Busana yang ia pakai selalu sesuai dengan pakem konservatif kerajaan. Di sisi lain, busana itu berpotongan modern dan segar yang sesuai dengan selera generasi muda.

Baca juga: Siapa Mengurus Kerajaan Inggris Saat Raja Charles III dan Kate Middleton Sakit?

Menurut liputan majalah Newsweek, per tahun Catherine mendatangkan pendapatan hingga 1 juta pound sterling kepada industri mode Inggris. Setiap busana yang ia pakai selalu laku di pasaran.

Ia juga tidak melulu mengenakan busana dari jenama terkenal dengan harga selangit. Catherine mendobrak pakem dengan mengenakan busana dari jenama yang biasa ditemui di toserba. Bahkan, ia kerap memakai satu busana berkali-kali, persis seperti orang biasa.

Pangeran William dan Catherine Putri Wales bersama anak-anaknya pada September 2022.

”Catherine menunjukkan bahwa ia tidak kehilangan jati diri setelah menjadi bagian dari monarki. Gaya berbusananya menunjukkan ia masih Catherine yang sama, perempuan karier yang kebetulan menikahi pangeran sehingga gayanya terhubung dengan publik karena ia menunjukkan dirinya masih bagian dari publik,” kata penata gaya Martine Alexander kepada Daily Mirror.

Catherine sempat tersandung skandal Hari Ibu pada Maret 2024. Ketika itu, Istana Buckingham menyebar foto Catherine beserta ketiga anaknya.

Media arus utama jeli melihat bahwa foto itu aneh karena ada beberapa sudut tidak tepat. Jelas sekali foto itu direkayasa secara digital sehingga muncul tudingan istana merekayasa foto Catherine dan anak-anak.

Foto keluarga Pangeran William dan Catherine Putri Wales yang diduga hasil rekayasa dan disiarkan kediaman resmi Keluarga Putra Mahkota Inggris, Istana Kensington, Maret 2024.

Catherine kemudian segera mengeluarkan surat terbuka permintaan maaf kepada publik. Ia mengaku mengedit sendiri foto tersebut walaupun kemampuannya masih rendah. Ia tidak bermaksud membuat masyarakat Inggris merasa tertipu menyangka foto itu dibuat-buat.

Tampaknya, publik sudah memaafkan dia atas peristiwa tersebut. Buktinya, di Wimbledon, Catherine disambut tepuk tangan yang meriah dari hadirin dan para atlet. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

LARASWATI ARIADNE ANWAR
 | 

Editor:

KRIS MADA