Masih Kekurangan Pemain, Liga Putri Direncanakan Bergulir 2027

Rencana PSSI gelar Liga Putri molor lagi. Jika terwujud pada 2027, kontestan berjumlah delapan tim. Tim-tim itu fokus berasal dari Jawa dan Bali.

22 Feb 2025 20:50 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Rencana PSSI untuk memulai pelaksanaan Liga Putri pada 2026 berpeluang besar urung terwujud. Kekurangan kuota pemain serta masih dalam tahap perhitungan ekonomi penyelenggaraan kompetisi menjadi alasan utama penundaan Liga Putri setidaknya hingga 2027.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan formula Liga Putri sudah dibahas secara detail oleh Komite Eksekutif PSSI. Direncanakan, Liga Putri akan diikuti oleh delapan tim. Peserta Liga Putri pun bakal kombinasi dari tim putri kontestan Liga 1 Indonesia dengan tim bentukan swasta.

Namun, kata Erick, rencana penyelenggaraan Liga Putri masih terkendala talent pool yang masih sangat terbatas. Ia menyebut proses pembinaan yang dibantu oleh swasta telah dimulai dari level usia 12 dan 14 tahun, sehingga masih butuh waktu agar pemain itu siap untuk bermain di level kompetisi profesional.

“Dari perhitungan talent pool, maka pada 2027 ketersediaan pemain sudah cukup. Kalau bisa 2026 liga bisa digelar, tetapi saya tidak mau terlalu agresif karena ingin memastikan agar pemain bisa sesuai dengan kebutuhan delapan tim,” tutur Erick di Jakarta, Sabtu (22/2/2025).

Pemain MilkLife All-Stars Jakarta, Syahel Adzkadina (kiri), berusa melewati hadangan dua pemaian MilkLife All-Stars Surabaya pada laga perebutan tempat ketiga MilkLife Soccer Challenge All-Stars di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (26/1/2025). Tim Surabaya menang dengan skor 2-1.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
26-10-2025

Kompetisi usia dini itu merujuk turnamen MilkLife Soccer Challenge yang telah digelar sejak 2022. Dalam turnamen belia untuk pesepak bola putri itu, MilkLife memulai pembinaan dari Kudus, Jawa Tengah. Hingga musim 2024, turnamen itu sudah menyebar di tujuh kota lainnya di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Tangerang (Banten), Solo (Jawa Tengah), Semarang (Jawa Tengah), Yogyakarta, Bandung (Jawa Barat), dan Surabaya (Jawa Timur).

Selain itu, sejumlah turnamen putri juga telah berlangsung dalam satu tahun terakhir, misalnya, Piala Pertiwi dan Liga Putri Bandung. Dua turnamen itu diikuti oleh pesepak bola berusia remaja.

Jawa dan Bali

Selain perihal ketersediaan pemain, Erick mengungkapkan, PSSI juga masih menyusun berbagai kebijakan untuk memastikan Liga Putri tidak memberatkan kontestan secara finansial. Dengan masa persiapan yang cukup untuk mempersiapkan tim, Erick berharap tim-tim Liga Putri memiliki persiapan finansial yang memadai.

Salah satu hal yang menjadi perhatian PSSI adalah pelaksanaan kompetisi yang tidak membebani klub dari sisi akomodasi. Oleh karena itu, Liga Putri pada awal-awal kehadirannya bakal difokuskan di Jawa, lalu hanya Bali yang berpeluang menghadirkan tim di luar pulau terpadat di Indonesia itu.

Pesepak bola putri Jawa Barat Rosalia (tengah) mencoba melewati pesepak bola putri Sumatera Utara Fany Fitria (kiri) saat pertandingan fase grup sepak bola putri PON XXI Aceh-Sumut di Stadion Mini Pancing, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (5/9/2024). Tim sepak bola putri Jawa Barat berhasil mengalahkan Sumatera Utara dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

“Transportasi Liga Putri difokuskan setiap tim cukup menjalani laga hanya dengan kereta api. Hal itu sebagai upaya agar biaya harus ditekan seminimal mungkin agar tidak ada klub “batuk” di tengah jalan,” kata Erick.

Ia menambahkan, “Tim-tim putri ditargetkan mengeluarkan dana 8 hingga 14 miliar per musim. Jadi, ongkos operasional itu setara dengan tim-tim Liga 2. Saya harus pastikan ekonomi tim sehat”.

Dalam keterangan pers, September 2024 lalu, Erick memastikan Liga Putri akan digelar seperti kompetisi putri di Amerika Serikat dan Australia. Kompetisi putri tidak mengenal sistem promosi-degradasi demi stabilitas klub. Erick menuturkan, hal itu demi memberikan proteksi kepada setiap tim untuk bisa berlaga di kompetisi secara berkesinambungan.

“Kami memprioritaskan liga putri diikuti oleh tim Liga 1 yang ingin memiliki klub putri. Di sisi lain, kami juga membuka kesempatan sektor swasta yang ingin berinvestasi untuk membentuk tim putri,” ujar Erick (Kompas.id, 21/9/2024).

Para pemain Timnas Putri Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya menjelang laga persahabatan antara Timnas Putri Indonesia melawan Timnas Putri Singapura di Stadion Madya Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (28/5/2024). Timnas Putri Indonesia unggul atas Timnas Putri Singapura, 5-1. Striker Timnas Putri Indonesia Marsela Yuliana Awi mencetak gol pertama dan ketiga bagi Indonesia. Sedangkan striker Timnas Putri Indonesia keturunan Jerman, Claudia Alexandra Scheunemann, mencetak gol kedua dan keempat bagi Indonesia. Gelandang Timnas Putri Indonesia Reva Oktaviani menjadi pencetak gol terakhir yang membawa kemenangan Indonesia dalam laga ini. Gol tunggal Timnas Putri Singapura dicetak oleh gelandang Dorchas Chu. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 28-5-2024

Liga Putri seakan menjadi harapan di tengah ambisi PSSI meningaktkan kualitas timnas putri. Kali terakhir Liga Putri digelar pada 2019 lalu. Ketika itu, 10 klub menjadi kontestan yang dibagi ke dalam dua grup. Persib Bandung adalah juara Liga 1 Putri 2019.

Ketiadaan kompetisi putri membuat Pelatih Tim Putri Indonesia Satoru Mochizuki hanya mengandalkan turnamen untuk mencari pemain sejak menangani “Garuda Pertiwi”, Februari 2024 lalu. Ia pun fokus melakukan pemusatan latihan jangka panjang untuk meningkatkan performa timnya.

PSSI telah mengirim tim putri menjalani pemusatan latihan ke Timur Tengah hingga Belanda pada tahun lalu. Pada Februari 2025, skuad Garuda Pertiwi telah menjalani laga uji coba melawan Arab Saudi, lalu melanjutkan pemusatan latihan di Jepang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase