Mau Liputan Bulu Tangkis atau Datang Acara Wisuda?

Lokasi pertandingan bulu tangkis di SEA Games Thailand 2025 yang ”tricky” memunculkan kisah ”ada-ada saja”, tetapi memberi warna lain peliputan.

11 Des 2025 07:00 WIB · Olahraga

Kompas/Rian Septiandi

Oleh Rebiyyah Salasah, dari Pathum Thani, Thailand

Bayangkan jalan menuju kampus yang biasanya lengang tiba-tiba macet. Pedagang bunga dan selempang berjejer di tepi jalan. Refleks, pikiran pun menebak, ”Jangan-jangan ada wisuda”, persis seperti di Indonesia.

Dugaan serupa muncul saat perjalanan menuju lokasi pertandingan bulu tangkis SEA Games Thailand 2025, Minggu (7/12/2025). Pemandangan khas hari wisuda itu muncul tepat ketika perjalanan mendekati arena, lokasinya cukup tricky.

Sebagai cabang olahraga populer, bulu tangkis jelas tak boleh dilewatkan, apalagi ada wakil Indonesia yang berlaga. Namun, arena pertandingan berada di Universitas Thammasat Kampus Rangsit, Pathum Thani, jaraknya sekitar 41 kilometer dari pusat Bangkok.

Perjalanan dengan mobil bisa lebih dari satu jam. Sementara transportasi publik memakan waktu hingga dua jam karena tidak ada rute langsung. Transportasi daring pun akhirnya dipilih, dengan tarif sekitar 200 baht atau Rp 100.000.

Pedagang bunga menghiasi area sekitar Universitas Rangsit, Pathum Thani, Thailand, Minggu (7/10/2025).

Ketika semakin dekat, dugaan soal wisuda semakin kuat. Namun, muncul pertanyaan, apa mungkin SEA Games berbarengan dengan wisuda?

Jawabannya benar ada wisuda, tetapi tidak ada pertandingan SEA Games. Ternyata, titik tujuan yang dimasukkan di aplikasi adalah Universitas Rangsit, bukan Universitas Thammasat Kampus Rangsit. Sama-sama di Rangsit, sama-sama universitas, tetapi jaraknya terpaut 19 kilometer.

Suriyont, pengemudi ojek daring yang kemudian mengantarkan ke lokasi yang benar, tertawa mendengar cerita salah alamat seperti judul lagu itu. ”Memang sama-sama Rangsit, tetapi semuanya di sini juga Rangsit, he-he-he,” ujarnya.

Perjalanan berlanjut dengan pengalaman pertama naik ojek di Thailand plus angin kencang menerpa wajah di jalanan mulus tanpa hambatan. Tak lupa, helm setengah kepala yang terasa lebih simbolis daripada melindungi.

Bus melintas di sekitar Bangkok, Thailand, Senin (8/12/2025.

Pada liputan berikutnya, meski tersedia shuttle bus yang lebih hemat dari Main Press Centre, perjalanan tetap tak selalu mudah. Kadang harus berangkat lebih pagi karena jadwal terbatas.

Ketergesa-gesaan itu membuat risiko kesalahan makin besar: barang penting tertinggal, kompor lupa dimatikan, atau justru berujung pada pengalaman baru mencoba transportasi umum yang beragam, dari bus mirip Transjakarta hingga minibus yang mengingatkan pada travel Jakarta–Bandung. Ah, belum apa-apa sudah ingat Indonesia….

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, dari Pathum Thani, Thailand
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar