Mbappe dan Yamal Menulis Ulang Rivalitas Liga Spanyol

Jika selama lebih dari satu dekade sorotan mengarah ke Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, kini Liga Spanyol punya Kylian Mbappe dan Lamine Yamal sebagai ikon baru.

15 Agt 2025 13:31 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Liga Spanyol memasuki babak baru persaingan bintang. Jika selama lebih dari satu dekade sorotan bertumpu pada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, kini publik punya dua wajah anyar untuk dijadikan ikon: Kylian Mbappe di Real Madrid dan Lamine Yamal di Barcelona. 

Mbappe dan Yamal punya modal kuat untuk memunculkan rivalitas abadi selanjutnya di Spanyol. Mereka datang dari dua jalur yang kontras dan bersinar dengan caranya masing-masing. Keduanya seolah jadi dua kutub bertolak belakang. 

Mbappe tiba di Madrid musim panas lalu sebagai rekrutan termahal dan paling prestisius di Eropa. Rekam jejaknya komplet, mulai dari juara Piala Dunia 2018, finalis Piala Dunia 2022, dan pencetak gol terbanyak Ligue 1 dalam enam musim beruntun. 

Sementara itu, Yamal adalah hasil murni akademi Barcelona La Masia yang melejit dalam tempo singkat. Sejak debut di tim senior pada 2023, dia mencatatkan berbagai rekor. Salah satunya adalah rekor pencetak gol termuda di Liga Spanyol saat membobol gawang Granada pada usianya yang baru menginjak 16 tahun 87 hari. 

Quote

Di era Messi dan Cristiano Ronaldo, itu adalah pertarungan antara dua pemain terhebat di dunia di dua klub terhebat di dunia, dan kami sangat bergantung pada citra itu untuk mempercepat pertumbuhan kompetisi.

Barcelona's Spanish forward #19 Lamine Yamal celebrates scoring his team's second goal during the Spanish league football match between FC Barcelona and Real Madrid CF at Estadi Olimpic Lluis Companys in Barcelona, on May 11, 2025. (Photo by LLUIS GENE / AFP)

Memang tidak mudah menggantikan persaingan ikonik Messi dan Ronaldo. Namun, mengingat Yamal dan Mbappe adalah dua pemain terbaik dunia saat ini, tidak dimungkiri keduanya berpotensi mengukir kisah persaingan yang baru ala mereka sendiri. 

Rivalitas itu pun jadi sorotan Presiden La Liga Javier Tebas, yang berharap dapat tuah berupa peningkatan citra laga klasik antara Real Madrid dan Barcelona. ”El Clasico adalah salah satu produk hebat kami, meskipun bukan satu-satunya,” kata Tebas, dikutip dari media Spanyol, Sport. 

”Di era Messi dan Cristiano Ronaldo, itu adalah pertarungan antara dua pemain terhebat di dunia di dua klub terhebat di dunia, dan kami sangat bergantung pada citra itu untuk mempercepat pertumbuhan kompetisi,” ujarnya lagi. 

Sejauh ini, rivalitas Yamal dan Mbappe baru tercipta dalam empat laga. Meski sama-sama bersinar, Yamal boleh dibilang unggul karena selalu berhasil membawa Barcelona meraih kemenangan. 

TOPSHOT - Borussia Dortmund's Brazilian defender #02 Yan Couto fights for the ball with Real Madrid's French forward #09 Kylian Mbappe as he scores his team's third goal during the FIFA Club World Cup 2025 quarterfinal football match between Spain's Real Madrid and Germany's Borussia Dortmund at the MetLife stadium in East Rutherford, New Jersey on July 5, 2025. (Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP)

Pada pertemuan terakhir mereka di pekan ke-35 Liga Spanyol 2024-2025, misalnya, Mbappe sebenarnya mampu mencetak hattrick ke gawang Barcelona. Sementara itu, Yamal hanya menyumbang satu gol. Akan tetapi, ”Blaugrana” keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. 

Apabila melihat statistik pribadi, Mbappe sebenarnya mengukir pencapaian gemilang pada musim perdananya di Madrid. Dalam 59 pertandingan di semua kompetisi, pemain asal Perancis ini mencetak total 44 gol, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak klub di musim tersebut. 

Jumlah itu bahkan memecahkan rekor gol dalam musim debut di Real Madrid, melampaui pencapaian Ivan Zamorano (37 gol pada 1992-1993) dan Cristiano Ronaldo (33 gol pada 2009-2010). Di Liga Spanyol, Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi 31 gol dalam 34 pertandingan. 

Meski demikian, penampilan Mbappe belum cukup mengantar Madrid meraih trofi besar. Di Liga Spanyol, mereka kalah saing dengan Barcelona dengan Yamal sebagai senjata utama. 

”Kami sebenarnya memenangi dua gelar (UEFA Super Cup 2024 dan FIFA Intercontinental Cup 2024), jadi itu bukan kegagalan. Ya, kami kalah dalam beberapa pertandingan penting, tetapi itu adalah momen kami untuk tumbuh,” ucap Mbappe, yang mulai musim 2025-2026 mengenakan nomor punggung 10. 

Real Madrid's Spanish coach Xabi Alonso gives instructions to Real Madrid's French forward #09 Kylian Mbappe during the FIFA Club World Cup 2025 round of 16 football match between Spain's Real Madrid and Italy's Juventus at the Hard Rock Stadium in Miami on July 1, 2025. (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP)

Di sisi lain, Yamal melesat bersama Barcelona. Pemain yang kini baru berusia 18 tahun tersebut berhasil mengantarkan tim menjuarai Liga Spanyol dan Piala Raja Spanyol 2024-2025. 

Yamal juga bersinar di panggung semifinal Liga Champions melawan Inter Milan. Penampilan gemilang membuat Yamal ditawari perpanjangan kontrak hingga Juni 2031. 

Baru-baru ini, Yamal juga resmi mengenakan nomor punggung 10, nomor ikonik yang juga pernah dipakai Messi. Bersama dengan jersei nomor punggung 10 itu, ada beban yang menyertainya, yakni perbandingan yang tak terelakkan dengan pemain yang mencetak 709 gol dalam 837 pertandingan untuk Barca. 

Namun, Yamal enggan dibandingkan dengan siapa pun, termasuk Messi. ”Saya mencoba mengikuti jalan saya sendiri. Jelas, saya mengaguminya sebagai pesepak bola terbaik sepanjang masa, tetapi saya tidak membandingkannya,” ucap Yamal. 

Tekanan di Barcelona sangat tinggi terlepas dari kondisi klub dan nomor punggung yang dikenakan. Messi, yang sejauh ini adalah pengguna nomor punggung 10 Barcelona yang paling ikonik, juga menanggung beban yang tidak ringan ketika di sana.

TOPSHOT - Barcelona's Spanish forward #19 Lamine Yamal scores his team's fourth goal during the UEFA Champions League Quarter final First Leg football match between FC Barcelona and BVB Borussia Dortmund  at the Estadi Olimpic Lluis Companys in Barcelona on April 9, 2025. (Photo by LLUIS GENE / AFP)

Terlepas dari itu, perjalanan Yamal masih panjang. Kisah kegemilangannya dan rivalitas dengan siapa pun, termasuk Mbappe, akan dilihat dari konsistensinya menghadapi padatnya jadwal dan tekanan di usia muda.

Begitu pula Mbappe. Perjalanannya masih panjang dan akan diukur dari kemampuannya membawa Madrid menjuarai Liga Spanyol dan membawa klub ke final Liga Champions.

Namun, satu hal sudah pasti adalah La Liga kembali memiliki ikon ganda yang membuat dunia kenbali menaruh perhatian pada kompetisi itu. Rivalitas ini baru saja dimulai dan bukan tidak mungkin akan menjadi cerita besar sepak bola Eropa di tahun-tahun mendatang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto