Seperti Apa Isi Pidato Politik Megawati di  HUT PDI-P Siang Ini?

Di tengah berbagai ujian yang dihadapi PDI-P selama satu tahun terakhir, publik menanti pidato politik Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri hari ini. Apa isinya?

10 Jan 2025 12:09 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nikolaus Harbowo

JAKARTA, KOMPAS - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia atau PDI-P Megawati Soekarnoputri akan menyampaikan pidato politik pada perayaaan hari ulang tahun ke-52 PDI-P, Jumat (10/1/2025) siang ini di Sekolah PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta. Tidak ada pihak eksternal yang diundang dalam perayaan nanti, baik para ketua partai politik, maupun Presiden Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra. Sebab, acara kali ini ditujukan untuk konsolidasi internal partai.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis, Jumat ini, menjelaskan, tema HUT ke-52 PDIP adalah "Satyam Eva Jayate" yang berarti "Hanya Kebenaran yang Berjaya". Subtema yang dipilih ialah "Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam".

Hasto menjelaskan, nantinya, dalam perayaan HUT, Megawati akan menyampaikan pidato politik di hadapan para kader PDI-P. Isi pidato politik tersebut pun tidak jauh dari tema yang diusung, sekaligus refleksi Megawati atas satu tahun terakhir perjalanan PDI-P yang diakui penuh tantangan.

"Maka, ini kembali ditampilkan pesan dari Bu Megawati Soekarnoputri seluruh pesan kebenaran karena PDI Perjuangan selalu kokoh pada jalan kebenaran. PDI Perjuangan selalu menghadapi berbagai tantangan dengan kejujuran dan penuh ketegaran, serta penuh keyakinan,” ujar Hasto.

Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDIP Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Partai ”diawut-awut”

Sebelumnya, saat menyampaikan keynote speech dalam ”Peluncuran dan Diskusi Buku: Pilpres 2024 Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis”, di Jakarta, Kamis (12/12/2024), Megawati mengaku telah menerima kabar bahwa ada pihak yang ingin mengacaukan Kongres PDI-P pada April 2025. Pihak itu disebut tidak ingin agar Megawati menjadi ketua umum kembali dengan dalih tidak berhasil memimpin PDI-P.

”Karena aku juga sudah ada, nih, berita, nanti di Kongres, karena sekarang kurang bisa berhasil, katanya di Kongres juga mau diawut-awut,” ujar Megawati Ia pun menantang pihak yang ingin mengacaukan Kongres PDI-P tersebut. Menurut dia, PDI-P tidak akan semudah itu untuk dikacaukan.

”Saya sengaja, nih, supaya pada kedengaran. Dah coba kamu awut-awut partai saya,” kata Megawati disambut tepuk tangan para peserta diskusi buku.

Namun, ia kemudian menyinggung tepuk tangan para peserta diskusi buku yang terkesan loyo. ”Lho, ya, yang keren kenapa tepuk tangannya. Berarti kalian enggak simpati sama saya, tahu enggak? Setengah hati atau ada juga barangkali di sini dua kaki,” kata Megawati, yang diikuti tawa hadirin.

Quote

”Saya sengaja, nih, supaya pada kedengaran. Dah coba kamu awut-awut partai saya”

Megawati kemudian mengklaim masih diminta semua kadernya untuk memimpin partai berlambang banteng moncong putih itu. Ketika Kongres PDI-P nanti, Megawati disebut akan dipilih sebagai ketua umum kembali secara aklamasi. Namun, ia menyinggung keinginannya untuk pensiun sebagai ketua umum. 

”Enak saja, emangnya gue enggak boleh pensiun? Gue bilang gitu,” kata Megawati.

Setelah berbicara itu, nada suara Megawati sempat berubah. Megawati tampak ingin menangis.

”Jadi, saya berbicara bukan sebagai Megawati Soekarnoputri. Tetapi, saya berbicara sebagai anak bangsa yang telah ikut berdarah-darah, tahu enggak? Kalian belum rasain berdarah-darah. Ah, sudah ah, soalnya nanti bikin nangis,” katanya, kemudian memutuskan untuk mengakhiri sambutannya.

Presiden Joko Widodo berbincang hangat dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sebelum pelantikannya sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Pemotongan tumpeng

Terkait acara peringatan HUT kali ini akan dimulai pada pukul 13.30 WIB dengan protokol partai. Sebagaimana biasanya di setiap acara partai, kebudayaan juga dihadirkan dengan penampilan seni budaya. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pidato politik Megawati dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng HUT ke-52 PDI-P.

Hasto mengungkapkan, agenda hari ini menjadi pembuka rangkaian HUT PDI-P yang akan digelar hingga Juni mendatang. Mengingat situasi perekonomian nasional juga masih menghadapi tantangan dan tekanan geopolitik global, peringatan HUT digelar secara sederhana.

Quote

”Dilakukan secara sederhana, khidmat, penuh semangat nasionalisme, patriotisme, dan mengakar kuat di dalam sejarah perjuangan bangsa serta wajah kebudayaan yang terus ditampilkan oleh PDI Perjuangan”

Acara akan diikuti secara daring oleh seluruh kader PDI-P dan simpatisan partai dan satuan tugas (satgas) partai, anak ranting, ranting, PAC, DPC dan DPD seluruh Indonesia, termasuk seluruh anggota legislatif, seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah usungan PDI-P.

”Dilakukan secara sederhana, khidmat, penuh semangat nasionalisme, patriotisme, dan mengakar kuat di dalam sejarah perjuangan bangsa serta wajah kebudayaan yang terus ditampilkan oleh PDI Perjuangan,” ucap Hasto.

Para kader PDI Perjuangan menikmati hiburan pada Malam Kebudayaan usai acara Penutupan Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/1/2020). Penutupan Rakernas dilakukan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang tertutup untuk media.

Persiapan kongres dan HUT jadi satu

Quote

"Karena itulah, peringatan HUT menyatu dengan persiapan kongres partai"

Rangkaian peringatan HUT PDI-P ini juga sekaligus menjadi konsolidasi partai menuju Kongres PDI-P yang akan digelar tahun ini dengan agenda mengukuhkan ketua umum saat ini, Megawati, sebagai Ketua Umum PDI-P periode 2025-2030 sesuai dengan Rekomendasi Rakernas V.

"Karena itulah, peringatan HUT menyatu dengan persiapan kongres partai," tutur Hasto.

Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat menambahkan, partainya tidak mengundang pihak eksternal, termasuk Presiden Prabowo dalam acara peringatan HUT nanti karena memang ini merupakan acara internal. Ia menyebut, Prabowo baru akan diundang dalam agenda Kongres PDI-P. ”Karena Pak Prabowo itu, insya Allah, kami akan mengundang pada saat menjelang kongres partai,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

Suhartono .
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji