Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri pernah menjadi anggota Paskibraka pada peringatan HUT Ke-19 RI. Bagaimana kisahnya?
16 Agt 2025 17:57 WIB · Politik & Hukum
Rangkaian Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Tingkat Pusat 2025 yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (16/8/2025), baru saja usai. Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang ikut dalam upacara tersebut langsung memberikan selamat kepada 78 anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan detik-detik proklamasi keesokan harinya.
Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menyalami satu per satu anggota Paskibraka. Mulai dari perwakilan Aceh hingga Papua Barat Daya, tak ada satu pun yang terlewat. Sesekali, Megawati berbincang dengan para anggota Paskibraka yang masih duduk di bangku SMA tersebut.
Momen pengukuhan anggota Paskibraka itu seakan menjadi nostalgia bagi Megawati. Tepat 61 tahun lalu, Megawati menjadi salah satu anggota Paskibraka yang bertugas pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi. Megawati bertugas saat peringatan HUT Ke-19 RI yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 1964.
Bahkan, saat menjadi Presiden RI dalam kurun waktu 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004, empat kali Megawati menjadi inspektur upacara. Megawati menyerahkan bendera pusaka kepada anggota Paskibraka untuk dikibarkan di Istana Merdeka.
Beberapa hari sebelum upacara, Bapak sendiri dengan serius memerintahkan biar Adis (sapaan Megawati) saja nanti yang mengibarkan bendera.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/16/d3ef6b35-9c6a-45a3-b0b2-ae5d69a04ea7_jpg.jpg)
”Ya, memang karena saya menjadi pengawasnya dari dulu karena saya pernah ikut Paskibraka tahun 63 (dalam arsip 1964), jadi saya tahu cara dididiknya,” ujar Megawati.
Menurut Megawati, nilai-nilai Pancasila yang diajarkan saat menjadi Paskibraka sangat penting bagi generasi muda. Anak-anak muda itu harus paham soal Pancasila, kebangsaan, dan nasionalisme. Bahkan, setelah menjalankan tugas sebagai Paskibraka, anak-anak tersebut akan menjadi Duta Pancasila.
”Karena banyak sekali sekarang orang yang tidak mengetahui sejarah Republik Indonesia, yang anak-anak muda apalagi. Nah, kalian juga saya kira kalau saya nanya belum tentu tahu, lho,” ujar Megawati.
Dalam catatan Kompas, Megawati pernah menjadi salah satu anggota Paskibraka saat puncak acara peringatan hari kemerdekaan tahun 1964. Kala itu, Megawati remaja merupakan murid kelas tiga SMA Tjikini, Jakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/16/2fe3aa91-4b87-45e6-8413-2d6e100bd4bd_jpg.jpg)
Megawati yang kala itu berambut panjang dan mengenakan pakaian seragam putih-putih berbaris diiringi anggota Paskibraka maju ke atas mimbar. Ia menerima bendera pusaka secara langsung dari tangan Presiden ke-1 RI Sukarno yang tak lain merupakan ayahnya.
”Beberapa hari sebelum upacara, Bapak sendiri dengan serius memerintahkan biar Adis (sapaan Megawati) saja nanti yang mengibarkan bendera,” kata Mangil Martowidjojo, waktu itu Komandan Detasemen Kawal Pribadi Resimen Tjakrabirawa, pasukan pengawal Bung Karno.
Bung Karno kala itu memerintahkan agar Megawati yang mengibarkan bendera. Perintah itu disampaikan Bung Karno beberapa hari sebelum upacara. Mangil pun kemudian meneruskan kepada Megawati.
”Saya kemudian bilang kepada Mbak Mega, begitu dawuh-nya (Jawa halus: perintahnya) Bapak, mohon Mbak nanti bersedia melaksanakan...,” kata Mangil dikutip dari Kompas (18/8/2001).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/16/91741cab-ac6f-44d5-b089-b126c81aa5ce_jpg.jpg)
Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, semua anggota Paskibraka sudah sangat siap menjalankan tugas. Mereka berlatih sejak sebulan lalu di Cibubur, bahkan sudah dua kali mengikuti gladi kotor dan sekali gladi bersih di Istana Merdeka.
Ia pun optimistis para anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas secara optimal. ”Mudah-mudahan besok pagi tidak ada halangan melintang, bisa berjalan sesuai dengan rencana,” kata Yudian.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
Cyprianus Anto Saptowalyono