Megawati Dapat Kabar Ada Pihak Ingin ”Awut-awut” Kongres PDI-P 2025

Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri menantang pihak yang ingin mengacaukan Kongres PDI-P tahun 2025.

12 Des 2024 15:43 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nikolaus Harbowo

JAKARTA, KOMPAS — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima kabar bahwa ada pihak yang ingin mengacaukan Kongres PDI-P pada April 2025. Pihak itu disebut tidak ingin agar Megawati menjadi ketua umum kembali dengan dalih tidak berhasil memimpin PDI-P.

”Karena aku juga sudah ada, nih, berita, nanti di Kongres, karena sekarang kurang bisa berhasil, katanya di Kongres juga mau diawut-awut,” ujar Megawati saat menyampaikan keynote speech dalam ”Peluncuran dan Diskusi Buku: Pilpres 2024 Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis”, di Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Hadir dalam diskusi buku itu sejumlah elite PDI-P, mulai dari Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, Djarot Saiful Hidayat, Deddy Sitorus, Ganjar Pranowo, serta beberapa tokoh, seperti Mahfud MD dan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2023-2028 Maruarar Siahaan.

Secara simbolis,Todung Mulya Lubis (kiri) memberikan buku kepada Presiden ke-5 indonesia Megawati Soekarno Putri, Hakim MK 2023-2028 Maruarar Siahaan, dan Ganjar Pranowo pada peluncuran dan diskusi buku " Pilpres 2024: Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis" di Jakarta, Kamis (12/12/2024). Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarno Putri menjadi pembicara kunci dalam peluncuran buku tersebut. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 12-12-2024

Ia pun menantang pihak yang ingin mengacaukan Kongres PDI-P tersebut. Menurut dia, PDI-P tidak akan semudah itu untuk dikacaukan.

”Saya sengaja, nih, supaya pada kedengaran. Dah coba kamu awut-awut partai saya,” kata Megawati disambut tepuk tangan para peserta diskusi buku.

Namun, ia kemudian menyinggung tepuk tangan para peserta diskusi buku yang terkesan loyo. ”Lho, ya, yang keren kenapa tepuk tangannya. Berarti kalian enggak simpati sama saya, tahu enggak? Setengah hati atau ada juga barangkali di sini dua kaki,” kata Megawati, yang diikuti tawa hadirin.

”Ojo ngguyu wae (jangan ketawa saja) ha-ha-ha. Kalau berdua, ini sudah tahu tabiatku,” kata Megawati sambil menunjuk Ganjar dan Mahfud.

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan dalam Malam Budaya Kongres V PDI-P di Grand Inna Bali Beach Hotel, Bali, Rabu (7/8/2019). Acara malam budaya mengawali Kongres V PDI-P yang akan dibuka Kamis (8/8/2019). Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam pembukaan kongres.KOMPAS/RADITYA HELABUMI07-08-2019

Megawati mengklaim masih diminta semua kadernya untuk memimpin partai berlambang banteng moncong putih itu. Ketika Kongres PDI-P nanti, Megawati disebut akan dipilih sebagai ketua umum kembali secara aklamasi. Namun, ia menyinggung keinginannya untuk pensiun sebagai ketua umum. 

”Enak saja, emangnya gue enggak boleh pensiun? Gue bilang gitu,” kata Megawati.

Setelah berbicara itu, nada suara Megawati sempat berubah. Megawati tampak ingin menangis.

”Jadi, saya berbicara bukan sebagai Megawati Soekarnoputri. Tetapi, saya berbicara sebagai anak bangsa yang telah ikut berdarah-darah, tahu enggak? Kalian belum rasain berdarah-darah. Ah, sudah ah, soalnya nanti bikin nangis,” katanya, kemudian memutuskan untuk mengakhiri sambutannya.

Presiden ke-5 indonesia Megawati Soekarno Putri, menjadi pembicara kunci pada peluncuran dan diskusi buku " Pilpres 2024: Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis" di Jakarta, Kamis (12/12/2024). Pembicara dalam diskusi ini pengamat politik Bivitri Susanti, Hakim MK 2023-2008 Maruara Siahaan, dan Dosen UI, Satya Arinanto. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 12-12-2024

Tak hadiri HUT Golkar

Selain soal itu, Megawati juga menyinggung soal acara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Partai Golkar. Ia mengaku telah mendapat undangan dari Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk menghadiri acara puncak peringatan HUT Ke-60 Golkar di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (12/12/2024) malam.

Meski tidak akan hadir, Megawati telah mengutus kadernya, Utut Adianto. Hal ini sekaligus menghargai niat Golkar mengundang PDI-P.

”Hari ini, saya diundang, tumben sama si Bahlil. Kan, HUT Golkar. Pak Utut, Ketua Fraksi (PDI-P DPR) saya suruh ke sana,” ujarnya.

Megawati menyebut, ada pertimbangan matang dan strategis yang telah ia diskusikan bersama Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto di balik penugasan kepada Utut tersebut. Apalagi, posisi PDI-P saat ini terkesan dikucilkan lantaran partai pemenang Pemilu 2024 ini menjadi satu-satunya partai di DPR yang bukan anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (kanan) memotong tumpeng dalam acara Puncak Perayaan HUT ke-60 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (21/10/2024). Acara Puncak Perayaan HUT ke-60 Partai Golkar ini juga dihadiri sejumlah tokoh-tokoh lama Partai Golkar seperti Oetoyo Oesman, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, sejumlah tokoh elit parpol tersebut. Memasuki usia ke-60, Partai Golkar menjadi parpol tertua di Indonesia yang masih terus mewarnai dinamika politik Indonesia. Selain potong tumpeng dan meniup lilin, acara perayaan ini juga diisi dengan memberi santunan secara simbolis kepada beberapa anak-anak panti asuhan. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 21-10-2024

”Aku bilang sama Hasto. Aku diundang ke Golkar, terus aku muram apa cengar-cengir, yo? Kan, aku dimusuhin sejagat Dewa Pitara. Sekarang diundang, bingung aku,” tutur Megawati.

Hasto pun, lanjut Megawati, memberikan masukan agar mendelegasikan kepada kader PDI-P untuk hadir. Pilihan pun jatuh kepada Utut Adianto. ”Hasto bilang didelegasikan saja. Siapa Ibu mau delegasikan? Kalau terlalu bawah, sebagai tamu tidak hormat. Kalau ketinggian, nanti dipikir sudah mau gabung (KIM plus),” ucap Megawati.

KIM plus merupakan perluasan dari KIM, yang sebelumnya mendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. KIM plus terdiri dari delapan partai politik anggota KIM dan beberapa parpol di luar koalisi tersebut.

Anggota asli KIM yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, dan Partai Garuda. Koalisi bertambah dengan bergabungnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, dan Partai Nasdem.

Para Ketua Umum Partai dari delapan partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) yaitu (kiri-kanan) Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Prima Agus Jabo Priyono, serta Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra saat mengumumkan pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden yang diusung di rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2023) malam. KIM mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden. Pasangan bakal calon presiden Prabowo Subianto dan bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum pada hari Rabu (25/10/2023). Kompas/Priyombodo (PRI) 22-10-2023

Megawati mengakui, banyak pihak menyarankan agar PDI-P bergabung dengan KIM plus. Namun, kemudian ia mempertimbangkannya secara matang, termasuk soal kompensasi mendapatkan kursi menteri atau jabatan lain di pemerintahan Prabowo-Gibran.

”Banyak yang bilang, gabung ke sana. Nah, (kalau) gabung, kamu dapatnya apa?” kata Megawati.

”Halah, nanti pasti yang lain bilang, dia (PDI-P) datang belakangan, jadi enggak bisa dapat 2-3 (jatah menteri), satu (jatah menteri) saja deh.  Udah gitu dicariin yang paling jelek. Ini buka rahasia. Sedikit,” tutur Megawati sambil bercanda.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro