Keunggulan pada laga pertama ”playoff” gagal dimanfaatkan Megawati Hangestri dan kawan-kawan. Mereka pun harus mengatasi tantangan berat pada laga penentu.
28 Mar 2025 06:55 WIB · Olahraga
DAEJEON, KAMIS — Pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, harus berjuang bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks hingga laga penentuan untuk meraih tiket ke babak final Liga Bola Voli Korea. Peluang melaju ke partai puncak lewat dua pertandingan telah menguap selepas mereka gagal memanfaatkan modal berharga.
Modal berharga itu berupa kemenangan pada laga perdana fase playoff dan suntikan semangat dari publik sendiri karena bermain di kandang. Modal itu seolah tak berarti apa-apa ketika Megawati dan kawan-kawan kalah 0-3 (20-25, 17-25, 22-25) pada laga kedua melawan Suwon Hyundai E&C Hillstate di Gimnasium Chungmu, Daejeon, Korea Selatan, Kamis (27/3/2025).
Alhasil, perebutan tiket final harus dilanjut ke laga ketiga. Pertandingan fase playoff Liga Bola Voli Korea berlangsung dengan format best of three. Jika suatu tim menang dalam dua pertandingan, mereka berhak lolos ke laga penentuan juara atau babak final melawan pemuncak klasemen.
Sementara itu, apabila kedua tim saling mengalahkan dalam dua laga, harus ada pertandingan ketiga sebagai penentuan. Pada musim ini, Red Sparks dan Hillstate melaju ke playoff sebagai penghuni peringkat ketiga dan kedua. Mereka memperebutkan satu tiket ke final guna melawan Heungkuk Life Insurance Pink Spiders yang keluar sebagai peringkat pertama klasemen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/28/c52b297e-2c9f-4466-b906-2082744044b3_png.jpg)
Dengan kekalahan itu, Megawati dan kawan-kawan seperti mencoreng awal positif mereka di fase playoff. Dalam laga pertama babak playoff yang digelar di markas lawan, Red Sparks berhasil menang 3-0 (26-24, 25-23, 25-19) atas sang juara bertahan. Mereka pun hanya butuh satu kemenangan lagi untuk bisa melaju ke final.
Apa daya, Red Sparks justru tumbang ketika tampil di kandang. Mereka pun harus kembali menyambangi markas lawan di Gimnasium Suwon, Suwon, Korea Selatan, untuk melakoni laga penentuan pada Sabtu (29/3/2025).
Meski menang pada laga tandang sebelumnya, Red Sparks kali ini akan menghadapi tantangan lebih berat. Sebab, mereka mendapatkan tekanan berlipat berupa dukungan suporter lawan dan keharusan untuk kembali menang.
Hasilnya mengecewakan, tetapi saya rasa para pemain telah melakukan yang terbaik.
Situasi Red Sparks berbanding terbalik dengan musim lalu. Saat itu, tim asuhan Pelatih Ko Hee-jin ini kalah pada laga perdana di kandang lawan. Lalu, mereka bisa merebut kemenangan saat menjadi tuan rumah untuk memaksakan pertandingan ketiga.
Ketika pertandingan penentu, Red Sparks kalah lagi. Mereka pun memupus mimpi untuk tampil pada partai puncak.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/28/3fd18618-a85e-4cab-b96c-2b8a9652d0bc_png.jpg)
”Hasilnya mengecewakan, tetapi saya rasa para pemain telah melakukan yang terbaik,” ujar Ko Hee-jin, dikutip dari media Korea Selatan, The Spike.
Dibandingkan laga pertama, Red Sparks tampil kurang meyakinkan pada pertemuan kedua. Absennya setter andalan tim, Yeom Hye-seon, karena cedera turut berpengaruh pada permainan tim.
Sebelumnya, Red Sparks menghadapi krisis dengan cederanya pemain asing yang jadi tandem Megawati, Vanja Bukilic, dan Park Eun-jin, menjelang playoff. Setelah kedua pemain itu mulai pulih, Red Sparks menghadapi krisis lagi dengan cederanya Hye-seon.
Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Megawati dan kawan-kawan untuk menatap laga ketiga. Apalagi, mereka bertekad untuk masuk ke final untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.
Pemain yang menggantikan Hye-seon, Kim Chae-na, belum mampu menambal lubang di tim. Aliran bola-bola umpan tim pun kurang efektif sehingga serangan juga tidak bisa maksimal.
Tingkat kesuksesan serangan Red Sparks hanya 36,61 persen. Hillstate lebih unggul dengan mencatatkan kesuksesan 41,58 persen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/28/c34501ff-0663-4ad8-b2c7-fb6707b31e76_png.jpg)
Pada laga perdana, Megawati mampu mencetak hingga 24 poin untuk kemenangan Red Sparks. Pemain asal Jember, Jawa Timur, ini berhasil mengatasi rasa gugupnya dengan baik.
Megawati mengatakan, cara efektif untuk mengatasi rasa gugup dalam laga itu dengan menganggapnya seperti latihan biasa. Satu hal yang membedakan, hanya ada banyak penonton yang menyaksikan.
Tak hanya itu, Megawati mampu menjaga fokus hingga pertandingan berakhir. Hal ini tidak terlihat pada pertandingan kedua ketika pemain berusia 25 tahun ini cuma bisa menyumbang 15 poin.
Torehan poin Megawati di bawah Vanja Bukilic yang mencetak poin terbanyak bagi Red Sparks dengan 18 poin. Kedua pemain ini menjadi tulang punggung tim, tetapi Megawati dan Vanja ini juga berbagi kesalahan masing-masing 9 dan 7 kali untuk memberi poin kepada lawan.
”Yang mengecewakan hari ini adalah banyak permainan yang membuat kami kehilangan fokus. Ada hal-hal yang ingin kami lakukan, tetapi secara taktik, kami gagal melakukannya,” ucap Ko Hee-jin.
”Konsentrasi terbaik ada pada pertandingan pertama karena kami mencerna semua yang telah kami persiapkan. Hari ini, kami kehilangan segalanya. Itulah bagian-bagian yang perlu dievaluasi. Pada akhirnya, semuanya tentang konsentrasi,” tuturnya lagi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/28/e826e513-8469-4110-955a-06ead1a8acd8_png.jpg)
Di sisi lain, Red Sparks dan Hillstate sama-sama tidak konsisten dalam menerima bola. Akan tetapi, Red Sparks mencatatkan tingkat efisiensi penerimaan bola lebih kecil dengan 14,49 persen, sementara Hillstate 23,31 persen.
Pada laga ini, giliran pemain asing Hillstate, Laetitia Moma Bassoko, yang bersinar dengan menjadi pencetak poin terbanyak. Pemain asal Kamerun ini mencatatkan 24 poin dengan tingkat kesuksesan serangan sebesar 53,85 persen.
”Menurut saya, kami bertarung dengan baik di pertandingan pertama. Di pertandingan kedua, kami tahu seperti apa tim Red Sparks, jadi kami berusaha melakukan apa yang kami bisa. Kami saling menyemangati dan berusaha melakukannya tanpa tekanan,” tutur Moma.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji Dewabrata