Kondisi di Masjidil Haram kian padat jemaah dari berbagai negara. Jemaah lansia dan berkebutuhan khusus diimbau tak memaksakan diri shalat Jumat di Masjidil Haram.
23 Mei 2025 12:49 WIB · Dikbud
MEKKAH, KOMPAS — Jemaah haji, terutama lanjut usia dan berkebutuhan khusus, diimbau melaksanakan shalat Jumat di masjid sekitar hotel atau lokasi-lokasi yang disiapkan pihak hotel. Jemaah diminta lebih menjaga kesehatan dan menyimpan tenaga untuk kepentingan puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Imbauan ini juga terkait dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang membatasi operasional bus shalawat dan kendaraan pengangkut jemaah lainnya hanya beroperasi hingga pukul 09.00 waktu Arab Saudi. Operasional kembali dibuka pukul 14.00 waktu setempat.
”Kami minta agar jemaah yang akan ke Masjidil Haram bisa berangkat lebih pagi atau sebelum operasional bus shalawat dihentikan. Saat pulang sebaiknya menunggu setelah lewat pukul 14.00. Ini untuk menghindari penumpukan dan kepadatan di rute menuju terminal, termasuk kepadatan di bus,” kata Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Mekkah Syarif Rahman di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (23/5/2025) malam.
Adapun untuk jemaah lansia dan berkebutuhan khusus, Syarif mengimbau agar sebaiknya melaksanakan shalat Jumat di masjid sekitar hotel. Sejumlah hotel juga memiliki fasilitas shalat yang bisa menampung jemaah hingga ribuan orang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/17/8689550faf264d330e0cd9aa09fa81e8-IMG_1075.jpeg)
”Karena kondisi Masjidil Haram yang padat dan cuaca yang makin panas, sebaiknya tidak memaksakan ke Masjidil Haram. Ini untuk kepentingan jemaah juga. Lebih baik menjaga kesehatan dan simpan tenaga untuk puncak pelaksanaan ibadah haji nanti,” tuturnya.
Pantauan di Masjidi Haram beberapa hari terakhir menunjukkan kondisi masjid sangat padat. Sering kali petugas kemananan harus membuat pembatas di area-area tertentu untuk mengatur area shalat dan jalan.
Hal ini menyebabkan banyak anggota jemaah kerap terpisah dengan anggota rombongan atau keluarga. Petugas sektor khusus di Masjidil Haram bahkan kewalahan membantu jemaah yang tersasar dan terpisah dengan rombongan. Belum lagi jika ada jemaah yang sakit atau pingsan di tengah kerumunan.
Karena kondisi Masjidil Haram yang padat dan cuaca yang makin panas, sebaiknya tidak memaksakan ke Masjidil Haram. Ini untuk kepentingan jemaah juga. Lebih baik menjaga kesehatan dan simpan tenaga untuk puncak pelaksanaan ibadah haji nanti.
Di Masjidil Haram ada sembilan posko yang dibuat dan dijaga petugas sektor khusus. Setiap pos dijaga hingga enam petugas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/23/fea90e2e97a30fef6d7a1c0bd7cf569a-IMG_1399.jpeg)
Sembilan pos ini meliputi Pos 1 di Terminal Syib Amir, Pos 2 di pintu keluar Marwah, Pos 3 di area sai (Mas’a), dan Pos 4 di area tawaf (Mathaf). Selain itu, ada juga Pos 5 di Pintu Babussalam, Pos 6 di area WC 3, Pos 7 di ATM Center Dar At Tawhid, Pos 8 di di arah menuju Janwal (Anjum Hotel), dan Pos 9 di area perluasan Abdullah. Setiap pos akan diisi enam petugas.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah Harun Ar Rasyid mengatakan, petugas yang ditempatkan akan melakukan penjagaan dan memantau jemaah. Mereka akan membantu jika ada jemaah yang kesasar atau terpisah dengan rombongan. Untuk antisipasi insiden, misalnya, ada yang sakit atau kecelakaan, mereka juga sudah siap.
Menurut Harun, petugas bahkan membawa sandal jepit cadangan untuk mengantisipasi jika ada jemaah yang kehilangan sandal. Hal ini penting mengingat suhu panas membuat lantai pelataran di bagian luar cukup panas dan bisa membuat kaki melepuh.
Meski demikian, dia mengimbau agar jemaah mengenali terminal bus shalawat. Hal ini penting karena bus jadi tumpuan dan akses dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya. Selain itu, jemaah diimbau mengenali penanda lain atau pintu kedatangan jemaah. Hal ini untuk meminimalkan kejadian jemaah tersasar di tengah padatnya manusia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/20/cf4e76a02b150cd5430766aa94fbe80d-IMG_1297.jpeg)
”Kami terus mengimbau kepada jemaah untuk mengenali setiap pintu-pintu kedatangan atau akses menuju area masjid, terutama harus mengenali akses menuju terminal Bus Shalawat,” kata Harun.
Jika tersasar, dia meminta jemaah tak panik. Sebaliknya, jemaah diminta menuju titik-titik kumpul atau mencari pos-pos penjagaan yang dijaga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di sekitar masjid.
Penulis:
Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab SaudiEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .