Empat wakil Indonesia akan tampil pada babak kedua turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka. Salah satunya Alwi Farhan yang akan melawan Viktor Axelsen.
27 Feb 2025 08:11 WIB · Olahraga
MUELHEIM, RABU — Bermain dalam turnamen BWF World Tour menjadi kesempatan untuk pebulu tangkis muda Indonesia untuk bermain dalam persaingan level tinggi. Saat ini, mereka mendapat pengalaman itu dalam rangkaian turnamen di Eropa.
Turnamen Jerman Terbuka dengan level Super 300 di Westenergie Sporthalle, Muelheim, Jerman, pada 25 Februari-2 Maret, menjadi ajang pembuka untuk menjalani “pemanasan” sebelum All England. Selain Jerman Terbuka, akan ada Orleans Masters di Perancis pada turnamen berikutnya, lalu All England di Birmingham, Inggris, 11-16 Maret.
Meskipun tak banyak atlet elite yang tampil di Jerman Terbuka, turnamen yang diselenggarakan sejak 1955 ini diikuti beberapa nama besar, seperti dua kali peraih emas Olimpiade di tunggal putra, Viktor Axelsen. Atlet ranking keempat dunia itu menjadi unggulan teratas.
Peraih emas Olimpiade lainnya, Chen Qing Chen, juga bermain di Jerman meski dia tak akan bermain di All England. Chen, yang meraih emas Olimpiade Paris 2024 bersama Jia Yi Fan, memiliki tugas, yaitu menjadi mentor bagi partnernya yang berusia 20 tahun, Wang Ting Ge.
Indonesia tidak menurunkan banyak atlet di Jerman, hanya tujuh wakil pada nomor tunggal putra dan putri, ganda putri, serta ganda campuran. Di antara mereka, hanya Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang menjadikan Jerman Terbuka dan Orleans Masters sebagai bagian persiapan menuju All England.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/2199a71dcc72b9a70f1a8d00f6f2e5de-WhatsApp_Image_2025_02_26_at_20.51.00.jpeg)
Sebagian besar atlet Indonesia yang bersaing di All England akan langsung menuju Birmingham tanpa mengikuti turnamen pemanasan. Namun, akan ada Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang akan menyusul rekan-rekan mereka untuk bermain di Orleans. Maka, Jerman Terbuka dan Orleans Masters menjadi panggung untuk mencari pengalaman dan poin ranking dunia untuk sebagian besar atlet “Merah Putih”.
Alwi Farhan misalnya, mendapat kesempatan melawan Axelsen untuk pertama kalinya. Atlet Indonesia berusia 19 tahun itu akan berhadapan dengan pemain Denmark tersebut, Kamis (27/2/2025) malam waktu Indonesia, pada babak kedua setelah mengalahkan Wang Po Wei dengan skor 21-15, 21-16 pada babak pertama, Rabu. Sementara, Axelsen dipaksa bermain tiga gim oleh atlet Jepang ranking ke-47 dunia, Riku Hatano, 20-22, 21-16, 21-9.
Bagi Alwi, yang bersaing sejak fase kualifikasi pada debutnya di Jerman Terbuka, Axelsen menjadi atlet ranking sepuluh besar dunia pertama yang dihadapinya. Juara dunia yunior 2023 itu baru mendapat pengalaman berhadapan dengan atlet-atlet peringkat 20 besar, seperti Koki Watanabe, Li Chun Yi, dan Ng Ka Long Angus. Momen-momen tersebut terjadi pada fase transisi dari persaingan di kategori yunior ke level yang lebih tinggi.
Ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, juga mendapat kesempatan melawan pasangan ranking 20 besar dunia yang terjadi pada babak pertama. Jafar/Felisha bahkan mengalahkan mereka, yaitu Jesper Toft/Amelie Magelund (Denmark), 21-10, 21-18.
Pada pertandingan Rabu, Felisha tampil dengan baik di lapangan depan, meski harus bekerja keras mengantisipasi taktik Toft yang banyak mengarahkan pukulan silang. Jafar, sebagai pengeksekusi serangan juga bisa mengecoh Toft/Magelund melalui variasi pukulan antara smes dan dropshot silang.
“Kami berusaha menekan lawan lebih dulu. Lebih banyak menyerang dan tidak membiarkan mereka berkembang. Kami pun tidak banyak mengangkat bola karena serangan mereka cukup menyulitkan,” komentar Jafar yang akan melawan pemain India, Ashith Surya/Amrutha Pramuhesh, pada babak kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/27/ceea5f427eaffdfc3e5e634444e6dfb3-WhatsApp_Image_2025_02_27_at_00.40.31.jpeg)
Jafar/Felisha adalah ganda campuran dengan usia termuda di pelatnas utama. Dengan formasi pasangan yang ada saat ini, mereka berstatus ganda campuran nomor dua Indonesia berdasarkan posisi dalam ranking dunia.
Atlet yang masing-masing berusia 22 dan 19 tahun itu menempati ranking ke-43. Mereka berada di bawah dua pasangan yang telah berganti partner, yaitu Dejan Ferdinansyah/Gloria (10), Rehan/Lisa Ayu Kusumawati (26), dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtytas Mentari (16) yang akan bermain bersama kembali setelah dipisah pada awal 2025. Rinov bermain bersama Lisa di India Terbuka, serta Indonesia dan Thailand Masters, sementara Pitha berduet dengan Verrell Yustin Mulia di Indonesia dan Thailand Masters.
Selain Jafar/Felisha dan Alwi, pemain Indonesia lainnya yang akan tampil pada babak kedua adalah Rehan/Gloria. Usai mengalahkan rekan senegara, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Rehan/Gloria akan melawan unggulan keempat, Mads Vestergaard/Christine Busch (Denmark).
“Bertemu teman sendiri selalu tidak gampang, apalagi saya, Kak Gloria, Adnan, dan Indah pernah latihan bersama. Jadi, kami sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing,” kata Rehan.
Pada ganda putri, Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Alessya Rose, juga, akan melawan pemain Denmark, yaitu Amalie Cecilie Kudsk/Signe Schulz. Meilysa/Rachel, yang berstatus unggulan ketujuh, melewati babak pertama, pada Selasa, dalam laga sulit. Mereka menang atas Nicole Gonzales Chan/Chih Chun Lin (Taiwan) 18-21, 21-11, 22-20.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .