LAWATAN LUAR NEGERI

Melawat ke AS, Presiden Prabowo Akan Hadiri Sidang DK PBB hingga Pertemuan Dewan Perdamaian Gaza

Presiden Prabowo dijadwalkan berada di Amerika Serikat setidaknya pada 18-19 Februari 2026 untuk mengikuti sejumlah forum yang membahas perkembangan situasi di Gaza.

17 Feb 2026 21:27 WIB · Internasional

BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN/RUSMAN

Oleh Kurnia Yunita Rahayu, Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina melalui jalur multilateral. Komitmen itu tidak hanya diwujudkan melalui diplomasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga lewat keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam forum internasional yang membahas perdamaian Gaza.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono melalui keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026), menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengikuti beberapa kegiatan selama berada di Amerika Serikat (AS) beberapa hari ke depan.

Pertama, menghadiri Sidang Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, pada Rabu (18/2/2026). Sidang bertema ”The Situation in the Middle East, including the Palestinian Question” itu akan membahas perkembangan situasi di Timur Tengah, termasuk isu Palestina.

Quote

Posisi kami jelas, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).

Sehari setelahnya, Presiden juga akan hadir di pertemuan Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace di Washington DC, Kamis (19/2/2026). Forum perdana Dewan Perdamaian tersebut akan diikuti sejumlah pemimpin dunia, termasuk negara-negara yang tergabung dalam ”Kelompok 8”, yakni Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Jordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan yang aktif mendorong upaya perdamaian di Gaza.

Kehadiran Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil tetap selaras dengan Piagam PBB dan mekanisme multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina. ”Indonesia berkomitmen menggunakan seluruh mekanisme yang tersedia untuk memastikan terciptanya perdamaian yang adil dan abadi,” kata Sugiono.

Menteri Luar Negeri Sugiono bertemu dengan Sekjen PBB Antonio Guterres di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (16/2/2026).

Sebelum Presiden tiba, Sugiono lebih dulu berada di New York untuk melakukan sejumlah pertemuan bilateral. Di Markas Besar PBB, Senin (16/2/2026), Sugiono bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

Dalam pertemuan itu, Sugiono menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Guterres di tengah dinamika global yang semakin kompleks sekaligus menegaskan kembali keyakinan Indonesia terhadap multilateralisme sebagai pilar utama dalam menjaga perdamaian dan menegakkan hukum internasional.

”Posisi kami jelas, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” ujar Sugiono.

Selain itu, Sugiono juga bertemu Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, untuk membahas implementasi Resolusi DK PBB 2803 (2025), termasuk pembentukan Dewan Perdamaian dan rencana pengerahan International Stabilization Force (ISF) di Gaza.

Indonesia, kata Sugiono, siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi.

Menteri Luar Negeri Sugiono bertemu dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB Riyad Mansour di New York, Amerika Serikat, Senin (16/2/2026).

Riyad Mansour mengatakan, pihaknya mengapresiasi kehadiran Sugiono di Markas Besar PBB. Menurut dia, kehadiran itu semakin mempererat solidaritas Indonesia-Palestina dalam mendorong aksi nyata PBB di tengah situasi sulit yang dihadapi rakyat Palestina.

Ia juga menekankan, Indonesia memiliki tempat istimewa di hati rakyat Palestina. Hal itu terkait dengan ikatan sejarah yang erat di antara kedua bangsa, terutama sejak lahirnya Dasasila Bandung pada tahun 1955.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu, Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul