Lebih dari 1.200 orang meninggal akibat banjir yang dipicu siklon tropis di Indonesia, Sri Lanka, dan Thailand.
03 Des 2025 08:00 WIB · Internasional
AFP / Planet Labs PBC
Kombinasi foto satelit Kota Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang dirilis oleh Planet Labs, Senin (1/12/2025), terlihat perbedaan secara kasatmata. Garis-garis tipis mirip sehelai rambut pada foto 26 Juni 2024 yang menandakan aliran sungai tampak rapi dan teratur. Namun, ketika dibandingkan dengan foto pada lokasi yang sama persis di tanggal 29 November 2025, garis-garis tipis yang tadinya rapi menjadi garis yang lebih besar dengan warna coklat tua.
Perbedaan mencolok terlihat saat aliran sungai itu mencapai pesisir laut. Warna biru air laut yang sebelumnya terlihat sebelum banjir menjadi warna coklat pekat, mengalahkan warna biru.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/02/9d095a33-8408-4bcf-ba62-e3b919eb8bd6_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/02/2fcdb16f-1362-440c-8e6d-83ef7219648e_jpg.jpg)
Perbedaan yang mencolok terlihat pada foto satelit yang dirilis oleh Vantor yang memotret lokasi Sungai Peusangan dan bendungan di Bireuen, Aceh. Pada foto pertama yang diambil pada 14 Desember 2024 ini menunjukkan pemandangan sungai di Bireuen, Aceh.
Pada foto kedua di lokasi dan sudut yang sama, tetapi diambil pada 30 November 2025 setelah dilanda banjir, tampak lebar sungai menjadi lebih dari dua kali lipat besarnya. Daerah di pinggir sungai yang tadinya berwarna hijau tampak berubah menjadi area kecoklatan, menandakan dahsyatnya banjir.
Foto terparah di Indonesia terlihat dari kombinasi dua foto hasil rilis Planet Labs PBC yang menunjukkan rekaman visual di Kabupaten Aceh Utara. Pada foto 6 September 2025, tampak daerah dataran besar yang didominasi warna hijau yang menandakan banyaknya vegetasi tumbuhan. Pada foto setelah banjir, yang diambil pada 30 November, hampir semua daerah berwarna coklat dan terlihat genangan di area yang tadinya berwarna hijau.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/02/0bf2a6a1-0654-4891-88bb-1e4b8604e0f5_jpg.jpg)
Lebih dari 1.200 orang tewas akibat banjir yang melanda Indonesia, Sri Lanka, dan Thailand, dalam waktu yang hampir berbarengan. Jumlah sangat mungkin bertambah seiring meningkatnya upaya penyelamatan dari tiap-tiap negara. Adapun data terakhir, lebih dari 800 orang dinyatakan hilang.
Hujan deras selama berhari-hari telah menggenangi wilayah yang luas, membuat ribuan orang telantar dan banyak yang bergantung di atap rumah menunggu bantuan. Banjir dan tanah longsor menewaskan sedikitnya 1.230 orang, dengan 659 orang dipastikan tewas di Indonesia, 390 di Sri Lanka, dan 181 orang di Thailand.
Indonesia menjadi negara paling terdampak bencana ini. Akses bantuan dan pertolongan di Pulau Sumatera terputus karena jembatan roboh dan banyaknya longsoran material. Di Sri Lanka, tim penyelamat yang dipimpin militer terus menyisir wilayah terdampak untuk memberikan pertolongan dan mencari mereka yang hilang. Sementara di Thailand, pemerintahnya memberikan kompensasi kepada warga terdampak bencana. (AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Retma Wati