Presiden Prabowo percaya Wapres Gibran dan Kabinet Merah Putih bakal menjalankan pemerintahan dengan sebaik-baiknya sesuai instruksi dan tidak ada unsur politis.
08 Nov 2024 13:56 WIB · Politik & Hukum
Oleh Mawar Kusuma WKM - [email protected]
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/08/63043634-732e-407f-861e-df1a71711767_jpg.jpg)
JAKARTA, KOMPAS — Selama dua pekan ke depan, mulai Jumat (8/11/2024) hingga Senin (25/11/2024), Presiden Prabowo Subianto akan melawat ke sejumlah negara. Presiden menegaskan bahwa dirinya beserta delegasi dari Pemerintah RI akan melaksanakan kunjungan ke luar negeri yang diawali dengan memenuhi undangan dari Presiden China.
Dari Beijing, China, Presiden Prabowo akan terbang langsung ke Washington DC, Amerika Serikat, untuk memenuhi undangan dari Presiden AS. Dari AS, Presiden akan menghadiri KTT APEC di Lima, Peru. Dari Peru, Presiden menghadiri KTT G20 di Brasil.
”Dan, dari Brasil saya akan terbang langsung memenuhi undangan dari Perdana Menteri Kerajaan Inggris dan sesudah itu saya kemungkinan akan mampir di beberapa negara Timur Tengah dalam rangka perjalanan kembali ke Republik Indonesia,” kata Prabowo dalam keterangan pers sebelum berangkat ke China di Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (8/11/2024).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/08/17e51c1a-bb5c-481e-a35f-db9ed4296cc0_jpg.jpg)
Menurut Prabowo, kunjungan ke luar negeri kali ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia sangat dihormati sehingga Indonesia perlu untuk diundang dan diajak hadir dalam berbagai pertemuan bilateral dan multilateral. Pertemuan tersebut ditegaskan tidak hanya akan membicarakan masalah ekonomi, tapi termasuk membahas suasana geopolitik dunia yang penuh ketegangan.
”Saya kira peranan Indonesia, sikap Indonesia, sangat ditunggu oleh banyak pihak. Saya kira ini kehormatan bagi kita ya, kita akan memelihara hubungan baik dengan semua pihak,” lanjut Prabowo.
Selama lawatannya ke luar negeri, Prabowo menegaskan sudah memberikan instruksi kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan anggota Kabinet Merah Putih. Instruksi ini terkait hal-hal yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pemerintahan.
”Saya kira tidak ada yang luar biasa. Tetapi, saya memberi petunjuk dalam upaya kita minggu-minggu ini, satu dua bulan ke depan, kita siapkan benar-benar persiapan kita mulai bekerja keras 2025, untuk memenuhi program yang sudah kita canangkan,” kata Presiden.
Presiden, antara lain, memberikan arahan khusus untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari penyelewengan, ketidakefisienan, manipulasi, dan kongkalikong dari pihak lain. Prabowo juga memberi petunjuk ke semua pihak dan pemerintah, terutama Kabinet Merah Putih, untuk bertindak dengan tegas, tetapi arif.
Lebih jauh, Presiden juga menekankan agar saat melaksanakan pemerintahan dijauhkan dari unsur-unsur politis, muatan politis, dan juga dendam politik.
”Dan, tidak boleh ada unsur politis dalam melaksanakan, katakanlah, kampanye ini harus tegas, harus berani, tapi juga upaya harus bersih dari muatan politis dan dari dendam politik. Yang kita ingin ciptakan adalah suasana pemerintah yang bersih. Saya mohon doa restu dan saya percaya Wapres dan Kabinet Merah Putih menjalankan pemerintahan sebaik-baiknya,” tutur Prabowo.
Presiden tidak merinci lagi pernyataannya dengan apa yang dimaksud dengan ”unsur politis, harus bersih dari muatan politis dan dari dendam politik”. Wartawan peliput Istana pun sebelumnya sudah diarahkan untuk tidak bertanya, apalagi melakukan wawancara cegat kepada Presiden Prabowo.
Yang kita ingin ciptakan adalah suasana pemerintah yang bersih.
Ditemui seusai mengantarkan kepergian Presiden, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan, kunjungan Prabowo ke sejumlah negara ini untuk menghormati undangan dari negara-negara sahabat. ”Pak Prabowo merasa itu sangat penting untuk dihadiri beliau dalam kapasitas beliau sebagai Presiden Indonesia yang baru saja dilantik,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/08/d49ea229-c3b6-475e-906c-1966fa9ca899_jpg.jpg)
Lawatan luar negeri kali ini ditujukan untuk menjaga hubungan baik dengan beberapa negara, termasuk untuk menghadiri pertemuan APEC ataupun G20. ”Targetnya, ya, kita mau menjaga hubungan baik dengan negara-negara sahabat,” tambah Prasetyo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/08/5ca9b4bb-b949-4b86-82f0-ae29525daf7b_jpg.jpg)
Dari kunjungan kali ini, Prasetyo menyebut pemerintah berharap akan ada kerja sama yang menguntungkan untuk bangsa Indonesia, misalnya kerja sama di bidang perdagangan, energi, green energy, dan kelautan. Pemerintah juga berupaya mempererat kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara hingga memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara sahabat di Eropa.
Jadi tidak perlu semua itu misalnya dilandaskan oleh kepentingan-kepentingan politik. Pesannya saya kira itu untuk hal apa pun.
Terkait pesan Prabowo agar kebijakan di dalam negeri yang dibuat selama kunjungan kerjanya ke luar negeri tidak ada unsur politis, bermuatan politis, dan dendam politik, Prasetyo menyebut bahwa Prabowo sekarang ingin melihat ke depan.
”Kita bersama-sama bersatu padu dengan semangat kebersamaan untuk membangun ke depan. Jadi tidak perlu semua itu misalnya dilandaskan oleh kepentingan-kepentingan politik. Pesannya saya kira itu untuk hal apa pun,” katanya.
Penulis:
Mawar Kusuma WKMEditor:
Suhartono .