Menag: Tambahan Kuota Petugas Haji Sudah Masuk E-Hajj

Keberadaan tambahan petugas haji akan memberikan layanan dan membantu jemaah. Hal itu akan ikut membantu Arab Saudi menyukseskan penyelenggaraan haji.

13 Apr 2025 18:21 WIB · Humaniora

Oleh Ichwan Susanto

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, permintaan tambahan kuota petugas haji sudah disetujui oleh Pemerintah Arab Saudi. Tambahan kuota petugas haji ini dinilai penting karena akan sangat membantu dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.

”Alhamdulillah, permintaan kita sudah dipenuhi Arab Saudi. Tambahan kuota petugas haji sudah masuk e-Hajj,” ucap Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, dalam siaran pers Minggu (13/4/2025).

”Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi atas perkenannya memberikan tambahan kuota petugas haji Indonesia,” ujarnya.

Indonesia awalnya menerima alokasi kuota petugas haji sebesar 1 persen dari total kuota 221.000 anggota jemaah haji, yaitu sebanyak 2.210 petugas haji. Kemudian, Indonesia mendapat alokasi tambahan 1 persen lagi atau 2.210 petugas haji.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar

”Ini akan kita optimalkan untuk memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji,” ucap Nasaruddin Umar. 

Sejak awal, kata Menag, Kemenag menyampaikan ke Arab Saudi bahwa tambahan petugas ini sangat penting. Keberadaan tambahan petugas haji akan memberikan layanan dan membantu jemaah. Dengan demikian, hal itu akan ikut membantu petugas Saudi dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji.

 ”Secara psikologis, ini juga akan memudahkan jemaah karena tidak terkendala masalah komunikasi dan perbedaan budaya,” ujar Nasaruddin. 

Segera didistribusikan

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menambahkan, pihaknya akan segera mendistribusikan tambahan kuota petugas haji ini pada pos-pos layanan yang dibutuhkan. Sebagai contoh, sementara ini, petugas yang menyertai jemaah dalam penerbangan (kelompok terbang atau kloter) baru teralokasikan tiga orang per kloter. Padahal biasanya lima orang. 

”Petugas kloter tentu akan kita tambah. Demikian juga untuk petugas nonkloter, baik untuk layanan bimbingan ibadah, akomodasi, konsumsi, transportasi di Arab Saudi, dan layanan lainnya,” ucap Hilman yang sedang di Arab Saudi.

Saat ini, lanjut Hilman, pihaknya sudah mengumumkan hasil seleksi petugas berdasarkan kuota awal. Untuk proses bimbingan teknis (bimtek) bagi petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi akan dilakukan dari 14-20 April 2025.

Petugas penyelenggara ibadah haji membawa kursi roda bagi jemaah haji lanjut usia yang kelelahan saat melontar jumrah, di Jamarat, Mina, pada Senin (17/6/2024) dini hari.

”Petugas yang masuk kuota tambahan ini akan segera kita proses agar mereka juga bisa segera mengikuti Bimtek Petugas Haji,” ucapnya.

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 Hijriah. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025. Sehari berikutnya, jemaah haji reguler asal Indonesia secara bertahap akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari embarkasi masing-masing.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ichwan Susanto
 | 

Editor:

Adhitya Ramadhan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul