Kemenangan atas Madura United membawa Semen Padang naik satu peringkat ke posisi 15 dan keluar dari zona degradasi pada klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2025.
04 Mei 2025 22:05 WIB · Olahraga
PADANG, KOMPAS — Semen Padang keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 dalam pertandingan panas melawan Madura United di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (4/5/2025). Kemenangan penting ini semakin membuka peluang tim Kabau Sirah untuk bertahan di BRI Liga 1 musim depan.
Semen Padang memastikan kemenangan pada pekan ke-31 Liga 1 ini melalui gol Muhammad Ridwan pada menit ke-90+1. Sebelumnya, tuan rumah unggul lebih dulu melalui gol Cornelius Stewart pada menit ke-52, yang kemudian dibalas oleh Madura United lewat gol Jordy Wehrmaan delapan menit kemudian.
”Saya sangat bahagia dengan semua anggota tim karena mau (berjuang) memenangi pertandingan. Selamat kepada pemain dan staf atas tiga poin yang kami dapat,” kata Pelatih Kepala Semen Padang FC, Eduardo Almeida, dalam jumpa pers usai laga, Minggu.
Kemenangan atas Madura United sangat penting bagi Semen Padang. Sebab, kedua tim sedang berjuang untuk keluar atau selamat dari zona degradasi. Dengan kesabaran dan semangat juang, akhirnya Semen Padang bisa mendapatkan tiga poin.
Hasil ini membawa Kabau Sirah naik satu peringkat ke posisi ke-15 dan keluar dari zona degradasi pada klasemen sementara. Semen Padang mengoleksi 31 poin hasil dari 8 kemenangan, 7 imbang, dan 16 kekalahan.
Sementara itu, Madura United tertahan pada posisi ke-13 klasemen sementara dengan perolehan 33 poin. Poin tersebut mereka dapatkan dari 9 kemenangan, 6 imbang, dan 16 kekalahan.
Sejauh ini, setidaknya ada tujuh tim bersaing untuk bisa selamat dari zona degradasi. Selain kedua tim ini, ada PSIS Semarang, PSS Sleman, Barito Putera, Persis Solo, dan Persik.
Meski unggul penguasaan bola hingga 57 persen, pertandingan tidak berjalan mudah bagi Semen Padang. Selain cuaca panas, tim tamu yang terkesan mencari hasil imbang dengan bermain tertutup di babak pertama.
Akan tetapi, tim asuhan Almeida bermain pintar dan sabar untuk mencari momen mencetak gol. ”Akhirnya kami bisa mencetak gol,” ujar Almeida.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/486cf527-b166-498a-b889-230bf69a0bfe_jpg.jpg)
Gol pembuka pada menit ke-52 itu bermula dari Bruno Gomes yang mendapat bola liar di sisi kanan pertahanan lawan. Penyerang asal Brasil itu kemudian mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Stewart yang lepas dari kawalan menyontek bola ke dalam gawang.
Usai unggul, permainan Semen Padang tidak berjalan dengan baik. Kondisi ini dimanfaatkan lawan untuk menyerang secara agresif. Kehilangan fokus, Semen Padang kebobolan delapan menit kemudian.
Madura United membalas melalui gol Wehrmaan. Pemain asal Belanda itu melepaskan tendangan setelah mendapat bola kemelut di kotak penalti. Kemelut tercipta dari tendangan Andi Irfan di sisi kiri pertahanan tuan rumah yang membentur tiang gawang.
Hasil seri jelas hasil negatif bagi Semen Padang yang sangat butuh poin maksimal di setiap pertandingan. Almeida pun mengambil risiko dengan memasukkan tambahan penyerang, Muhamad Ridwan, dengan mengeluarkan bek Dodi Alekvan Djin pada menit ke-81.
Pertaruhan itu membuahkan hasil. Ridwan yang masuk sebagai supersub, berhasil mencetak gol melalui sundulan pada pengujung laga. ”Kami mengambil risiko dengan menambah penyerang dan itu berhasil,” kata Almeida.
Pelatih Madura United Angel Alfredo Vera mengatakan, pada babak pertama timnya bermain rapi sehingga menyulitkan tuan rumah mencetak gol. Namun, di babak kedua, timnya kebobolan. Semen Padang berhasil memanfaatkan kesalahan bek Madura United yang gagal menghalau bola dengan baik dari wilayah pertahanan.
Saya sangat bahagia dengan semua anggota tim karena mau (berjuang) memenangi pertandingan. Selamat kepada pemain dan staf atas tiga poin yang kami dapat.
Seusai kebobolan, Madura United tampil lebih terbuka untuk menyamakan kedudukan. Upaya itu berhasil melalui gol Wehrmann. ”Kami bisa membuat skor kembali imbang,” kata Alfredo Vera.
Sayangnya, kehilangan konsentrasi di pengujung laga membuat Madura kembali tertinggal. ”Di pertandingan seperti ini, kami tidak bisa hilang konsentrasi. Hasilnya, kami harus kalah,” ujarnya.
Penulis:
Yola SastraEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase