LKG BRI Indonesia lolos ke babak 32 besar Piala Gothia 2025. Tiga pertandingan harus dilalui ”Laskar Kera Sakti” selama Jumat demi tampil di semifinal.
18 Jul 2025 03:41 WIB · Olahraga
GOTHENBURG, KOMPAS — Skiljebo SK memberikan pelajaran penting bagi skuad LKG BRI Indonesia pada babak 64 besar Boys15 Piala Gothia 2025, Kamis (17/7/2025), di Lapangan Kviberg 21, Gothenburg, Swedia. Meski menang, ”Laskar Kera Sakti” harus bermain lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Dengan kemenangan atas Skiljebo, tim LKG BRI Indonesia bakal bermain di Arena SKF, salah satu lokasi pertandingan utama Piala Gothia, pada babak 32 besar. Hasil itu diraih pada laga sengit yang berlangsung di bawah suhu terpanas di Swedia pada tahun ini.
Muhammad Akbar Ramadhan, penyerang tengah, mencetak dua gol untuk keunggulan 2-0 atas Skiljebo SK. Gol lewat eksekusi penalti pada menit ke-39 dan sundulan terarah pada menit ke-59 memastikan langkah Laskar Kera Sakti ke babak final 16.
LKG BRI Indonesia akan menghadapi duta tuan rumah lainnya, Stuvsta IF, Jumat (18/7/2025) pukul 14.10 WIB, di Arena SKF.
Adapun Arena SKF adalah salah satu lokasi pertandingan utama Piala Gothia. Laga final sejumlah kategori akan digelar di Arena SKF dan Stadion Gamla Ullevi.
Pada babak-babak awal, dua lokasi pertandingan itu menjadi pusat bagi kategori elite, yaitu pemain berusia 17 tahun dan 18 tahun.
Setelah tampil di babak 32 besar, kesempatan Laskar Kera Sakti bermain lagi di Arena SKF bakal tersedia pada partai puncak kategori B15.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/13/d06210808bd340d94466f83413917e3c-IMG_6024.jpeg)
Akbar akhirnya bisa kembali mencatatkan nama dalam daftar pencetak gol setelah absen di dua pertandingan. Kini, Akbar sudah memimpin pemain tersubur LKG BRI Indonesia dengan koleksi enam gol.
”Gol yang berkesan untuk saya. Tim bisa melanjutkan perjalanan dan kami akan merasakan tampil di Arena SKF yang bersejarah,” ujar Akbar sesudah pertandingan.
Meski begitu, Akbar bertekad untuk membenahi efektivitas peluangnya pada laga babak 32 besar.
Ia baru bisa mencetak gol setelah melakukan tembakan kelima. Secara total, Akbar memiliki delapan tembakan di pertahanan Skiljebo. Dalam laga itu, LKG BRI Indonesia menghasilkan 20 tembakan dalam durasi laga selama 60 menit.
”Saya akan berusaha untuk lebih baik lagi di depan gawang,” ujarnya.
LKG BRI Indonesia memiliki catatan impresif setelah menjalani lima pertandingan. Seluruh pertandingan dimenangkan dengan rekor 21 gol dan sekali kemasukan. Empat dari lima laga dimenangkan ketika menghadapi duta tuan rumah.
Pada Jumat, tim LKG BRI Indonesia berpeluang menjalani hari paling padat di Piala Gothia 2025. Jika berjalan mulus, mereka akan melangsungkan tiga pertandingan yang dimulai babak 32 besar hingga perempat final.
Laga babak 32 besar digelar di Arena SKF. Kemudian, pada babak 16 besar akan dilaksanakan di Lapangan Lemmingvallen dan perempat final akan digelar di Lapangan Heden 4. Jarak antar-pertandingan hanya sekitar tiga jam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/18/6cf200b75489f31dfa67ec9f16d53ca8-IMG_7282.jpeg)
Pelatih LKG BRI Indonesia Tb Wahyudin Syah menekankan kepada anak asuhannya untuk memanfaatkan waktu istirahat, Kamis malam, secara maksimal.
”Pertandingan akan semakin sulit. Saya sudah meminta pemain untuk tidak main-main dengan waktu istirahat agar mereka bisa menjaga performa,” tutur Wahyu.
Jika bisa menyapu bersih tiga pertandingan pada Jumat, para pemain Liga Kompas U-14 Powered by BRI edisi 2024-2025 akan menjalani dua pertandingan terakhir pada Sabtu (19/7/2025).
Di hari pamungkas Piala Gothia 2025 itu, semifinal akan berlangsung di Stadion Arena Bravida yang merupakan markas BK Hacken, pendiri dan penyelenggara Piala Gothia sejak 1975. Pertandingan partai puncak bakal digelar di Arena SKF.
Suhu 28 derajat celcsus yang menyelimuti kawasan Lapangan Kviberg juga tertular di atas lapangan pada duel LKG BRI Indonesia kontra Skiljebo. Untuk pertama kali, skuad Laskar Kera Sakti merasakan jeda pendinginan (cooling break) untuk minum pada menit ke-15 setiap babak.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/18/3d7e49b41ad7db076eea2e45376ed283-IMG_7263.jpeg)
Kebijakan jeda pendinginan itu dilakukan karena suhu terik matahari. Aturan itu berlaku sejak pertandingan pukul 12.00 waktu setempat.
Udara panas menyebabkan emosi pemain Skiljebo meledak. Puncaknya, dilakukan kiper mereka, Lennox Soderberg. Kartu merah diberikan pada menit ke-49 akibat menahan bola tembakan bek sayap kiri LKG BRI Indonesia, Dimas Anggara, dengan tangan di depan kotak penalti.
Situasi itu membuat tim pelatih Skiljebo melakukan protes kepada wasit. Salah satu asisten pelatih Skiljebo juga mendapat kartu kuning karena protes keras dan mengambil bola di zona teknis LKG BRI Indonesia.
Setelah pertandingan, tim pelatih Skiljebo melanjutkan protes kepada wasit yang berasal dari Swedia. Mereka bahkan menolak melakukan salaman setelah peluit akhir.
Penulis:
Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, SwediaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan