INDONESIA OPEN 2026

Menanti Indonesia Open 2026, Pesta Rakyat Penggemar Bulu Tangkis

Polytron Indonesia Open 2026 diharapkan menjadi pesta rakyat bagi para penggemar bulu tangkis. Turnamen bulu tangkis bergengsi ini digelar 2-7 Juni mendatang.

14 Apr 2026 19:21 WIB · Olahraga

KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI

Oleh Abdullah Fikri Ashri, Dionisius Reynaldo Triwibowo

Turnamen bulu tangkis terbesar di Indonesia kembali digelar. Polytron Indonesia Open 2026 bakal hadir sebagai pesta rakyat bagi penggemar badminton pada 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Penyelenggara menjanjikan ajang ini lebih terjangkau dan interaktif.

Indonesia Open atau Indonesia Terbuka merupakan salah satu turnamen bulu tangkis bergengsi tingkat internasional yang telah digelar sejak 1982. Sejak 2018, ajang ini menjadi salah satu dari empat turnamen berlevel tinggi Super 1000 di bawah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Meskipun prestisius, panitia tidak ingin Indonesia Terbuka hanya dinikmati segelintir orang. ”Kami ingin acara ini seperti pesta rakyat buat para penggemar bulu tangkis,” ucap Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026 Achmad Budiharto, Selasa (14/4/2026), di Jakarta.

Suasana konferensi pers terkait Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Turnamen bulu tangkis terbesar di dalam negeri itu bakal digelar pada 2-7 Juni mendatang di Istora Senayan Jakarta.

Siang itu, panitia menggelar konferensi pers yang menghadirkan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Ricky Soebagdja dan Commercial Director Polytron Tekno Wibowo. Sejumlah atlet bulu tangkis nasional turut serta di acara itu.

Mereka adalah tunggal putra Jonatan Christie, atlet ganda putra Nikolaus Joaquin, atlet ganda putri Febi Setianingrum, serta atlet tunggal putri, yakni Putri Kusuma Wardani. Keempat atlet ini bakal mengayunkan raket di lapangan untuk mencapai podium Polytron Indonesia Terbuka 2026.

Budiharto menuturkan, untuk menjadikan turnamen ini sebagai pesta rakyat, setidaknya terdapat dua syarat. Pertama, siapa pun yang hadir dapat berinteraksi, terutama atlet dan penggemarnya. Pihaknya akan mendesain agar tidak ada barikade tinggi antara atlet dan para penonton.

Syarat kedua agar ajang ini menjadi pesta rakyat adalah terkait keterjangkauan. ”Kami tidak akan memberikan harga tiket yang tidak bisa terjangkau (mahal) bagi penggemar bulu tangkis. Kami ingin semakin banyak yang menonton sehingga mereka lebih mencintai olahraga ini,” ungkap Budiharto.

Harga tiket sangat beragam, tergantung pada kategori, area duduk, dan level pertandingannya. Pada kategori pre-sale normal hari pertama dan kedua pertandingan, misalnya, harga tiket berkisar Rp 40.000 hingga Rp 150.000. Saat final, harga tiketnya Rp 280.000-Rp 2,4 juta, tergantung pada area duduk dan hari pemesanan.

Tiket hanya dapat dipesan di Tiket.com pada 5 Mei mendatang. Menurut Budi, sapaan Budiharto, harga tiket Indonesia Terbuka kali ini lebih terjangkau dibandingkan ajang serupa sebelumnya. Ia pun berharap, sekitar 8.000 kursi penonton di Istora dapat terisi penuh.

Pebulutangkis Indonesia Jonatan Christie, Febi Setianingrum, Putri Kusuma Wardhani, dan Nikolaus Joaqin berfoto setelah konferensi pers Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Turnamen bulu tangkis terbesar di dalam negeri itu bakal digelar pada 2-7 Juni mendatang di Istora Senayan Jakarta.

Didukung oleh Djarum Foundation dan HSBC, turnamen ini juga akan menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjajakan makanan, minuman, serta berbagai produk lain. Budi pun memastikan harga yang dijual di Istora GBK saat turnamen tetap terjangkau bagi penonton. 

Lagi-lagi, harapannya agar euforia di ajang ini lebih terasa. ”Karena, sebelumnya, jujur saja, Indonesia pernah mendapatkan beberapa catatan yang mungkin rumit (terkait penyelenggaraan turnamen bulu tangkis). Ini tantangan kami untuk mengembalikan (euforia) lagi,” ungkap Budi.

Pada 2012, misalnya, Indonesia Terbuka pernah mendapat penghargaan dari BWF sebagai turnamen dengan penyelenggaraan terbaik yang menggabungkan konsep olahraga dan hiburan. Pihaknya pun menargetkan agar turnamen kali ini kembali membawa kebanggaan bagi Indonesia.

Quote

Sampai sekarang, persiapan untuk turnamen berjalan baik. Paling tidak, bisa dikatakan persiapannya sudah 90 persen.

”Sampai sekarang, persiapan untuk turnamen berjalan baik. Paling tidak, bisa dikatakan persiapannya sudah 90 persen,” ucap Budi. Persiapan itu meliputi bagian administrasi, teknis pertandingan, hingga desain arena. Sejauh ini, menurut dia, tidak ada kendala berarti untuk acara.

Commercial Director Polytron Tekno Wibowo menyebutkan, turnamen ini bakal menghadirkan sejumlah inovasi teknologi. Mulai dari videotron, panel layar berukuran besar yang mendekatkan penonton dengan pemain di lapangan, hingga Polytron G3+, mobil listrik resmi selama turnamen.

Pebulutangkis Indonesia, Jonatan Christiedan (kiri) dan Nikolaus Joaqin berfoto usai konferensi pers terkait Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Turnamen bulu tangkis terbesar di dalam negeri itu bakal digelar pada 2-7 Juni mendatang di Istora Senayan Jakarta.

Menurut dia, inovasi teknologi keberlanjutan itu merupakan visi perusahaan. ”Indonesia Open dan Polytron memiliki kesamaan DNA yang sangat kuat. Kami berakar dari Indonesia, tumbuh bersama rakyat, dan kini menjadi kebanggaan di tengah kompetisi global,” ujar Tekno.

Apalagi, bukan kali ini saja pihaknya mendorong kompetisi olahraga nasional. Sebelum Indonesia Terbuka, Polytron turut mendukung berbagai turnamen bulu tangkis, seperti Polytron International Para Badminton Indonesia, Superliga Junior, Gubernur Cup, dan Muria Cup.

Panggung pembuktian

Sekjen PP PBSI Ricky Soebagdja mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Indonesia Terbuka kali ini. ”Ini bukan sekadar turnamen, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet nasional untuk bersaing di level tertinggi,” ungkapnya.

Ricky yang telah empat kali menjuarai Indonesia Terbuka menyebut turnamen tersebut sebagai kesempatan bagi atlet meningkatkan performa dan pengalaman bertanding di level internasional. Bertanding di kandang sendiri, ia berharap, para atlet dapat memberikan kemampuan terbaiknya.

Putri Kusuma Wardani berusaha menjangkau kok dari serangan Supanida Katethong (Thailand) dalam final tunggal putri Swiss Terbuka di St Jakobshalle, Basel, Minggu (15/3/2026). Putri kalah 11-21, 15-21.

Apalagi, prestasi atlet nasional di ajang ini belum membuahkan hasil optimal. Atlet tuan rumah yang terakhir menyumbangkan gelar adalah Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon pada 2021. Setelah itu, belum tercatat gelar baru lagi. Tahun lalu, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi hanya sampai ke babak final.

Putri Kusuma Wardani, atlet tunggal putri, akan mempersiapkan yang terbaik untuk Indonesia Terbuka. Turnamen Bank of Ningbo Badminton Asia Championships (BAC) 2026 yang ia ikuti baru-baru ini menjadi salah satu wadah pemanasan sebelum menjalani kompetisi pada Juni nanti.

Dari ajang sebelumnya, ia mengevaluasi diri agar lebih fokus ke depan. ”Karena Indonesia Open sebelumnya aku enggak punya perbandingan yang pasti, aku lebih menyiapkan latihan teknik dan fisik. Targetku podium,” ungkap Putri yang menduduki peringkat keenam dunia kategori putri.

Seperti Putri, Nikolaus dan Febi juga berjanji memberikan performa terbaik dalam turnamen nanti. Nikolaus yang berpasangan dengan Raymond Indra, misalnya, belajar agar tidak terlalu terburu-buru dalam bertanding. Adapun Febi yang bertandem dengan Rachel Allessya akan tetap ”galak” pada lawannya.

Atlet yang lebih senior, Jonatan Christie, ingin membuktikan Indonesia Terbuka kali ini mencatat namanya di podium. Selain mempersiapkan diri dengan latihan, ia juga mendukung penyelenggara yang ingin menghidupkan kembali euforia Indonesia Terbuka. Apalagi, hal itu dapat meningkatkan semangat atlet. 

Penonton menyaksikan final bulu tangkis East Ventures Indonesia Open 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/6/2022). KOMPAS/HERU SRI KUMORO 19-09-2022

”Saya pengin atmosfer dari badminton lovers (pencinta bulu tangkis) balik lagi agar olahraga ini kembali dinikmati. Apalagi, di situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja sekarang ini,” ucap Jonatan. Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, ia berharap, penonton lebih banyak datang ke Istora.

”Kita main di rumah sendiri, di Istora, saya ingin main selama-lamanya di Istora. Sehingga saya harap badminton lovers itu bisa hadir, datang, meramaikan, dan mendukung kami semua, para atlet,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Abdullah Fikri Ashri, Dionisius Reynaldo Triwibowo
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul