Suasana piknik keluarga Palestina yang berada di Italia karena menjalani perawatan medis.
06 Mei 2026 14:28 WIB · Internasional
AP/Andrew Medichini
Pemandian Caracalla, kompleks pemandian umum di dekat Koloseum, Roma, Italia, selalu ramai dikunjungi wisatawan. Namun, keramaian wisatawan pada Minggu (3/5/2026) terasa berbeda. Tempat rekreasi, perawatan kesehatan, dan relaksasi bagi warga Romawi kuno ini pada hari itu menjadi ajang reuni bagi sekitar 50 pengungsi Palestina yang berada di Italia.
Rombongan keluarga Palestina itu tiba di Italia beberapa waktu lalu lewat program koridor kemanusiaan karena alasan medis untuk dirawat di negara kedua beberapa waktu lalu.
Wisatawan yang lain, keluarga-keluarga Italia biasa, juga berada di tempat yang sama, berbaur. Mereka berjalan-jalan menyusuri area taman. Sebagian menggelar tikar dan beberapa duduk di rerumputan untuk menikmati sinar matahari musim semi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/05/06/38a499cd-804f-4a6b-9067-2e6815d38af2_jpg.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/06/6c03ba46-bcfb-4b6a-9c62-4c36cb7b37bc.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/06/8251acc0-e8c8-488b-8706-740ce702eaa3.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/06/45bb6302-555e-46b2-a48b-6f03f0d2b4b7.jpg)
Sementara keluarga-keluarga Palestina, yang semuanya sekarang tinggal di Roma, mengikuti pemandu wisata dan penerjemah mereka. Sesekali mereka berswafoto di depan reruntuhan dan menyaksikan semburan air yang menyembur ke atas dari kolam refleksi yang baru. Suasana gembira dan takjub terpancar dari wajah-wajah mereka.
”Kami membawa keluarga dengan anak-anak agar mereka dapat merasakan pengalaman mengunjungi situs arkeologi kuno,” kata Luisa delle Fratte, seorang pemandu wisata di kelompok Guides for Gaza. Ini menjadi momen interaksi sosial serta kebersamaan bagi sesama mereka dan dengan warga lain.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/15/33480e8f-30aa-4cec-b4ef-1cd44948ad57_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/15/dd790aee-5e65-4740-99d4-8f2d91652039_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/15/58b89d0d-35ea-4173-93ad-7cd3389efbfa_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/15/8d61d97f-4940-4a3f-968c-c3c0645f69c3_jpg.jpg)
Guides for Gaza adalah sebuah jaringan sukarelawan internasional yang didirikan tahun lalu di Umbria dan Tuscany, dan baru-baru ini diperluas ke Napoli dan Roma. Mereka fokus pada kegiatan sosial dan wisata untuk pengungsi Palestina yang berada di Italia.
Penyelenggara mengatakan, mereka bermaksud menjadikan hari itu sebagai jeda dari perawatan medis dan kenangan perang. Namun, beberapa dari mereka masih tidak lepas dari trauma selama tinggal di Gaza dan penyakit yang dideritanya.
”Saya terluka dan kehilangan kemampuan berbicara, serta mobilitas dan fungsi normal di tangan dan kaki saya,” kata Ahmed Skena, bocah berusia 13 tahun, Ia nampak berusaha merangkai kata-katanya saat berbicara. Dengan terbata-bata ia juga menceritakan kehilangan ayah dan saudara laki-lakinya dalam perang tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/06/bcd38f36-8a68-482e-807d-369694bb4c4d.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/06/5b3b037e-495b-4bcb-a2c3-f7fa04fdeb20.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/06/da9aae67-b4fe-479c-b5e7-62e4b3fb08fc.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/06/7a4dda28-c56d-4768-ab3d-23bba16c8c0e.jpg)
Mariam Dawwas, 25 tahun, datang bersama suami dan empat anak kecilnya, salah satunya sedang sakit. Mereka akhirnya berada di Italia setelah mengungsi lebih dari 10 kali. ”Alhamdulillah, saya masih dalam situasi yang lebih baik daripada di Gaza, jauh dari pengeboman. Setidaknya saya aman, saya punya tempat berlindung, dan ada penerangan untuk anak-anak saya,” katanya.
Beberapa keluarga pengungsi Palestina di Caracalla saling mengenal dari Gaza, tetapi banyak juga yang belum bertemu satu sama lain sejak evakuasi mereka. ”Sangat indah melihat mereka berpelukan lagi dan bertemu satu sama lain sekali lagi,” kata Fratte.
Saat keluarga-keluarga Palestina mengunjungi reruntuhan, pemandu wisata lainnya menawarkan tur kepada warga Italia dengan imbalan sumbangan untuk mendukung Gazzella, sebuah organisasi nirlaba yang terlibat dalam proyek perlindungan anak di Jalur Gaza.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/06/151d5ff6-17ea-4967-a90c-599c4ca18b18.jpg)
Perang Gaza dimulai dengan serangan yang dipimpin Hamas pada 2023 di Israel selatan, dan menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menculik 251 orang. Israel membalas dan menyebabkan lebih dari 72.000 warga Palestina tewas sejak awal perang. (AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Nur Adji