BULU TANGKIS

Menelaah ”Pelanggaran Integritas” Atlet Bulu Tangkis

Pembatalan atlet di kejuaraan, pergantian pelatih, dan isu ”match fixing” menimpa bulu tangkis Indonesia. Ini terjadi menjelang ajang besar.

06 Agt 2026 08:05 WIB · Olahraga

KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Oleh Yulia Sapthiani

Menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, 17-23 Agustus, masalah mendera PP PBSI, khususnya di pelatnas sektor ganda campuran. Dua pasangan dibatalkan keikutsertaannya dalam Kejuaraan Dunia di India, pelatih pelatnas utama diganti, hingga muncul kabar dugaan kasus match fixing atlet di media sosial

Ada rentetan momen yang memunculkan banyak pertanyaan terkait kasus ini. Pertama, penarikan nama Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dari daftar atlet ganda campuran Indonesia yang lolos ke Kejuaraan Dunia pada 17 Juli.

Dalam daftar pertama yang dirilis BWF pada 12 Juni, Indonesia meloloskan 12 wakil, tiga di antaranya dari ganda campuran, yaitu Adnan/Indah, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Nama Adnan/Indah digantikan oleh ”adik” mereka di pelatnas, Marwan Faza/Aisyah Salbisa Putri Pranata.

Pasangan ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil berhadapan dengan ganda campuran China Feng Yang Zhe/Huang Dong Ping dalam babak 16 besar Polytron Indonesia Terbuka 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Pasangan ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil terhenti di 16 besar usai kalah dari pasangan ganda campuran China Feng Yang Zhe/Huang Dong Ping 14-21, 21-17, 18-21.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 03-06-2026

Tidak seperti turnamen dengan status kejuaraan terbuka, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, dan kejuaraan kontinental seperti Kejuaraan Asia dan Kejuaraan Eropa, memiliki sistem tersendiri untuk menentukan peserta. Atlet diundang berdasarkan posisi mereka dalam daftar ranking pada tanggal tertentu.

BWF memberikan beberapa kesempatan untuk memastikan keikutsertaan atlet yang masuk dalam daftar lolos, termasuk mereka yang batal dan masuk dalam daftar cadangan.

Momen kedua yang mewarnai ”rumah tangga” ganda campuran pelatnas adalah saat PBSI mengumumkan Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo tak lagi menjadi tim pelatih ganda campuran utama. PBSI merilis informasi tersebut pada 30 Juli.

Kerja sama dengan mereka dihentikan berdasarkan evaluasi menyeluruh terkait prestasi, perkembangan atlet, dan efektivitas program latihan. ”Kami juga mengacu pada target dan KPI (indikator kerja utama) yang telah ditetapkan. Dari evaluasi tersebut, kami menilai perlu ada penyegaran di jajaran kepelatihan,” jelas Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian.

Rionny Mainaky pelatih ganda campuran

Sehari setelah itu, momen ketiga muncul. Daftar peserta Kejuaraan Dunia yang diperbarui dan dirilis BWF pada 31 Juli memuat nama Jafar/Felisha dalam daftar yang mengundurkan diri. Jurnalis bertanya alasan pembatalan pasangan ranking ke-12 dunia tersebut, tetapi PBSI tidak menjawab.

Saat PBSI belum juga memberikan pernyataan terkait pengunduran diri Jafar/Felisha, media sosial diramaikan informasi adanya dugaan pengaturan pertandingan yang dilakukan atlet pelatnas. Ketika nama yang disebutkan di media sosial adalah atlet yang batal berangkat ke Kejuaraan Dunia, spekulasi pun muncul. Pembatalan mereka dikaitkan dengan pengaturan hasil pertandingan.

Tak seperti media massa yang memiliki struktur kerja dan etika jurnalistik, informasi yang muncul dan menyebar di media sosial tak tersaring dan bisa bergulir bak bola salju. Foto atlet yang disebut, dipampang jelas.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kalah pada babak pertama turnamen bulu tangkis Malaysia Terbuka di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (6/1/2026).

Senin (3/7/2026), barulah PBSI memberi keterangan resmi yang diwakili Sekretaris Jenderal Ricky Soebagdja. Berikut pernyataan resminya:

PP PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Sebagai bagian dari penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi dalam memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai dengan regulasi serta mekanisme yang berlaku.

Secara terpisah, PP PBSI mengetahui bahwa Badminton World Federation (BWF) saat ini sedang menjalankan proses peradilan independen (judicial proceedings) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. PP PBSI menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulu tangkis serta menghormati independensi proses yang sedang berlangsung.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses tersebut, PP PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF.

PP PBSI akan terus berkoordinasi dengan BWF dan memastikan setiap langkah organisasi dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen terhadap integritas olahraga bulu tangkis.

Pernyataan tersebut dirilis sehari sebelum kedatangan rombongan ketua kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ke Pelatnas Cipayung yang juga dihadiri jurnalis. Tetapi, tidak ada keterangan lanjutan dari PBSI tentang pernyataan tertulis yang mereka rilis, sehari sebelumnya.

Peraturan pelanggaran integritas

PBSI menyebut adanya dugaan pelanggaran integritas yang dilakukan sejumlah pemain Indonesia. Dalam dunia olahraga, integritas bernilai lebih penting dibandingkan kemenangan. Tidak hanya atlet, kewajiban menjaga integritas menjadi kewajiban semua pihak seperti pelatih, pengurus federasi, hingga ofisial teknik dan administrasi penyelenggara turnamen.

Laman resmi BWF menempatkan tema integritas pada bagian khusus dengan slogan ”I am clean, I am honest, I am badminton”.

Kampanye menjaga integritas bulu tangkis oleh BWF.

Kampanye menjaga integritas menyangkut perang terhadap doping, manipulasi pertandingan, manipulasi skor, judi ilegal, dan korupsi. Peraturan tentang pelanggaran-pelanggaran tersebut dijelaskan dalam Statuta BWF Bagian II tentang kode etik bulu tangkis ditambah dengan peraturan tentang proses yudisial di Bagian III.

Ketika terjadi dugaan pelanggaran yang disangkakan pada orang tertentu, informasi dikumpulkan tim investigasi. Informasi tersebut bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan investigasi.

Pelanggaran integritas diinvestigasi oleh tim yang disebut Referral Officer, yaitu tim dengan anggota yang memiliki kualifikasi pengacara dengan keahlian/pengalaman terkait olahraga/integritas olahraga/tata kelola olahraga.

Jenis pelanggaran dan alur investigasi di arena bulu tangkis.

Proses wawancara untuk mengumpulkan informasi dilakukan tim investigasi dengan terduga pelanggaran secara personal, bukan dengan federasi. Hal yang sama berlaku ketika penyelidikan kasus memasuki tahap hearing yang dilakukan Tim Independent Hearing Panel (IHP). Meski demikian, terduga memiliki hak untuk didampingi pengacara dan penerjemah karena proses tersebut dilakukan dalam bahasa Inggris.

BWF akan mengumumkan nama-nama yang melakukan pelanggaran ke publik setelah adanya keputusan sementara. Setelah itu, proses banding bisa dilakukan pada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Kampanye menjaga integritas bulu tangkis melalui duta yang dipilih BWF.

Hal lain yang juga diatur dalam peraturan BWF tentang kode etik adalah orang yang mengetahui adanya pelanggaran tetapi tidak melaporkannya bisa diselidiki, bahkan, dikenai sanksi. Mantan atlet nasional ganda putra, Agrippina Prima Rahmanto Putra, memiliki pengalaman tersebut.

Dia dikenai skors enam tahun oleh BWF, sejak 2020, karena tidak melaporkan adanya tawaran untuk kalah pada turnamen Vietnam Terbuka 2017. Padahal, atlet yang pernah berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon itu menolak tawaran tersebut. Agripinna menjadi salah satu dari delapan atlet Indonesia yang mendapat sanksi dari BWF karena kasus pengaturan pertandingan.

Tantangan pelatih baru

Meski kasus dugaan pelanggaran integritas tak mengganggu program latihan ganda campuran, PBSI dan tim pelatih punya tantangan untuk menciptakan kembali situasi yang nyaman di nomor tersebut. Apalagi, jauh sebelum dugaan pelanggaran itu mengemuka, ganda campuran disorot karena prestasi menurun.

Ganda campuran Indonesia, Rehan N Kusharjanto/Lisa A Kusumawati, bersiap menyambut kok saat menghadapi pasangan tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, pada babak pertama Malaysia Terbuka 2023 di Arena Axiata, Kuala Lumpur, Rabu (11/1/2023). Rehan/Lisa menang, 18-21, 21-15, 21-17.

Setelah era Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, ganda campuran punya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, tetapi dengan usia karier yang tak begitu panjang. Era berganti pada angkatan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati, lalu pada Jafar/Felisha sejak 2025.

Namun, sejak Rehan/Lisa, Rinov/Pitha, lalu Jafar/Felisha menjadi pasangan terbaik pada era masing-masing, mereka tak punya senior yang mumpuni di pelatnas. Selain kemampuan setiap individu, atlet muda bisa berkembang jika di dekat mereka terdapat senior yang bisa dijadikan contoh.

Jafar/Felisha, sebagai ganda campuran terbaik Indonesia saat ini, berperforma menjanjikan ketika menjuarai Taiwan Terbuka Super 300 dan menjadi semifinalis China Terbuka Super 1000 pada 2025. Namun, performa mereka turun pada tahun ini dengan enam kali tersingkir pada babak pertama atau kedua dari delapan turnamen.

Amri/Nita masih berpasangan meski kesulitan menembus jajaran elite dunia. Hasil terbaik mereka adalah mencapai perempat final turnamen Super 1000 dan semifinal Super 500.

Dengan alasan yang sama, Adnan/Indah dipisahkan. Indah berpasangan dengan Bagas Maulana yang pindah dari ganda putra, sementara Adnan akan dicarikan partner baru.

Nova Widianto

Kondisi ini menjadi tantangan bagi Nova Widianto yang kembali menjadi pelatih ganda campuran pelatnas setelah sekitar 3,5 tahun melatih di Malaysia. Apalagi, kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 akan dimulai April 2027 selama setahun.

Nova berpengalaman mengawal skuad ganda campuran Cipayung ketika menjadi asisten pelatih bagi Richard Mainaky pada 2013-2021. Setelah itu, dia menjadi pelatih kepala menggantikan Richard yang pensiun pada September 2021 hingga pindah ke Malaysia, Januari 2023.

”Bisa dikatakan ganda campuran memang harus berbenah dari awal agar bisa meloloskan wakil ke Olimpiade,” kata Eng Hian.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase