Mengapa Donald Trump ”Ngebet” Ingin Kuasai Greenland?

Presiden terpilih AS, Donald Trump, tidak mengesampingkan kemungkinan menggunakan kekuatan militer atau ekonomi agar Denmark menyerahkan Greenland kepada AS.

14 Jan 2025 12:22 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Mengapa Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump ingin membeli Greenland dari Denmark?
  2. Bagaimana posisi Greenland di antara Amerika Serikat dan Denmark?
  3. Bagaimana tanggapan rakyat Greenland?
  4. Selain Greenland, wilayah mana lagi yang ingin diambil alih Trump?

Mengapa Trump ingin membeli Greenland dari Denmark?

Amerika Serikat sudah lama mengincar Greenland dari Denmark. Keinginan membeli kawasan tersebut kembali dilontarkan Presiden AS terpilih Donald Trump, 7 Januari 2025. Sejak 2019, Trump sudah menggaungkan ide itu meskipun Greenland tidak dijual.

Trump bukanlah presiden AS pertama yang melontarkan gagasan untuk membeli Greenland. Pada 1867, ketika Presiden Andrew Johnson membeli Alaska, ia juga mempertimbangkan untuk membeli Greenland.

Pada akhir Perang Dunia II, pemerintahan Presiden Harry S Truman menawarkan Denmark 100 juta dollar AS untuk Greenland. Tidak satu pun tawaran yang membuahkan hasil.

Greenland memiliki lokasi strategis dan kaya akan sumber daya alam. Survei oleh Komisi Eropa tahun 2023 menemukan 25 dari 34 mineral kategori penting di Greenland, seperti grafit dan litium untuk baterai dan teknologi lainnya.

Ada pula logam tanah jarang atau LTJ (rare earth elements). LTJ penting bagi industri berteknologi tinggi, seperti kendaraan listrik, turbin angin, ponsel pintar, dan sistem rudal.

Greenland hanya memiliki populasi 57.000 jiwa. Namun, wilayah ini sangat luas dan memiliki sumber daya alam yang meliputi minyak, gas, dan unsur tanah jarang yang diperkirakan semakin mudah diakses seiring mencairnya es akibat perubahan iklim.

Bagaimana posisi Greenland di antara AS dan Denmark?

Greenland adalah wilayah semiberdaulat di bawah Kerajaan Denmark dengan ibu kota Nuuk. Pada 2009, Greenland mendapat otonomi pemerintahan sendiri, termasuk hak untuk mendeklarasikan kemerdekaan dari Denmark melalui referendum.

Perekonomian Greenland bergantung pada perikanan yang menyumbang lebih dari 95 persen ekspor. Denmark membantu dengan memberikan subsidi yang mencakup setengah dari anggaran publik. Secara total, Denmark menghabiskan setidaknya 1 miliar dollar AS setiap tahun atau sekitar 17.500 dollar AS untuk setiap penduduk Greenland.

Picture taken on June 29, 2024 shows the town of Aasiaat, in western Greenland, located on its namesake island in the heart of Aasiaat Archipelago at the southern end of Disko Bay, in Greenland. Donald Trump confirmed on January 6, 2024 that his eldest son Don Jr plans to visit Greenland, two weeks after the US president-elect suggested that Washington annex the autonomous Danish territory. (Photo by Ida Marie Odgaard / Ritzau Scanpix / AFP) / Denmark OUT

Hanya saja, hubungan Denmark dan Greenland dengan 57.000 penduduk itu memburuk beberapa tahun terakhir. Pemicunya, tuduhan penganiayaan terhadap penduduk Greenland selama kolonisasi Denmark di masa lampau. 

Perjanjian AS-Denmark pada 1951 memberi hak bagi AS untuk membangun pangkalan militer di Greenland. AS sekarang mempunyai Pangkalan Luar Angkasa Pituffik di bagian barat laut. AS bisa menggerakkan pasukan secara besar di wilayah tersebut selama Denmark dan Greenland diberi tahu.

Denmark mengakomodasi militer AS di Greenland karena Kopenhagen tidak mampu mempertahankan pulau luas itu sendirian. AS juga memberi jaminan keamanan kepada Denmark melalui aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

AS berniat memperluas pengaruh militer dengan menempatkan radar di Greenland untuk memantau perairan di sekitar Greenland, Eslandia, dan Inggris. Perairan tersebut merupakan pintu gerbang bagi kapal angkatan laut dan kapal selam nuklir Rusia.

Picture taken on June 30, 2024 shows local residents on a sports field in the town of Qeqertarsuaq in Greenland. The city is located on Disko Island, which is the country's largest island. Donald Trump confirmed on January 6, 2024 that his eldest son Don Jr plans to visit Greenland, two weeks after the US president-elect suggested that Washington annex the autonomous Danish territory. (Photo by Ida Marie Odgaard / Ritzau Scanpix / AFP) / Denmark OUT

Bagaimana tanggapan rakyat Greenland?

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan PM Greenland Múte B Egede menegaskan, masyarakat Greenland mendukung bahwa Greenland tidak untuk dijual dan tidak akan dijual sampai kapan pun. Lagi pula, penduduk wilayah Arktik yang kaya mineral itu tidak ingin menjadi warga AS.

Egede mengakui Greenland adalah bagian dari Benua Amerika Utara dan dianggap sebagai bagian dari wilayah AS. Ia telah menyerukan kemerdekaan bagi Greenland dengan menggambarkan Denmark sebagai kekuatan kolonial yang tidak selalu memperlakukan penduduk asli Inuit dengan baik.

Majalah The Economist, Sabtu (11/1/2025), menyebutkan, selama ini warga Greenland merasa kesal dengan ”pemerintahan kolonial” Denmark selama 300 tahun. Warga Greenland merasa Denmark belum banyak berinvestasi untuk melindungi Greenland.

Pada 1979, Greenland diberikan otonomi luas. Greenland menempati posisi geopolitik yang unik karena terletak di antara AS dan Eropa. Kota Nuuk lebih dekat ke New York daripada ke Kopenhagen, ibu kota Denmark. Menurut jajak pendapat terbaru tahun 2019, sekitar dua pertiga warga Greenland mendukung kemerdekaan.

Infografik Peta Greenland

Subsidi Denmark selama ini menjaga perekonomian Greenland tetap bertahan. Subsidi tersebut mencakup lebih dari setengah anggaran Pemerintah Greenland dan membiayai sebagian besar lapangan kerja, perawatan kesehatan, dan pendidikan.

Hanya sedikit warga Greenland yang mendukung pengambilalihan langsung oleh AS, tetapi sebagian merasakan adanya peluang untuk memanfaatkan kepentingan Trump guna mendapatkan otonomi yang lebih besar. Investasi AS dalam penambangan logam tanah jarang, misalnya, dapat membantu melepaskan perekonomian Greenland dari bantuan Denmark.

Ada juga keinginan yang semakin meningkat untuk mencapai perjanjian perdagangan bebas dengan AS. Jajak pendapat yang dilakukan pada Desember 2024 menunjukkan 60 persen warga Greenland menginginkan kerja sama yang lebih erat dengan AS.

AS sudah memiliki ”Perjanjian Asosiasi Bebas” dengan negara-negara seperti Mikronesia di Pasifik. Greenland yang merdeka dapat mencapai ”perjanjian asosiasi ganda” dengan Denmark dan AS. Eslandia menjadi model yang dicita-citakan banyak warga Greenland.

Wilayah mana lagi yang ingin diambil alih Trump?

Trump juga hendak mengambil alih Terusan Panama karena negara Panama selaku pemilik dan pengelola terusan tersebut meminta tarif penyeberangan terlalu mahal. Terusan Panama adalah kanal buatan sepanjang 82 kilometer yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik. Letaknya di Panama, salah satu negara di Amerika Tengah. Pembangunannya dimulai pada 1904 dan selesai pada 1914.

Awalnya, Perancis yang berinvestasi untuk membangun kanal berbekal pengalaman mereka membuat Terusan Suez di Mesir. Setelah kesulitan menggalang dana hingga soal situasi politik di Panama, proyek itu kemudian diambil alih AS di bawah Presiden Theodore Roosevelt. Ketika dioperasikan, Terusan Panama menghemat 18 hari pelayaran karena kapal-kapal tidak perlu lagi memutar ke Chile di ujung Amerika Selatan.

Terusan Panama

Sejak dibangun, terusan dikelola oleh AS. Akan tetapi, pada 1977, AS dan Panama menandatangani perjanjian bahwa per 31 Desember 1999, Terusan Panama dikembalikan kepada Panama dan sepenuhnya menjadi milik negara tersebut.

Craig Fuller, Direktur Freight Waves, menjelaskan bahwa Terusan Panama sangat penting bagi perekonomian AS. Di laman perusahaan statistik pelayaran niaga itu, ia menulis bahwa 6 persen pelayaran niaga global melintasi Terusan Panama. ”Secara rata-rata, 40 persen pelayaran niaga AS menggunakan Terusan Panama setiap tahun,” tuturnya.

Bahkan, pada 2021, sebanyak 73 persen kapal yang melintasi Terusan Panama berasal dari atau bertujuan ke pelabuhan-pelabuhan di AS. Ini menjadikan AS adalah negara nomor satu pengguna kanal tersebut. Berkat waktu pelayaran yang singkat dan efisien itu, kekuatan ekonomi AS bertambah.

Fuller menjelaskan, ketakutan Trump soal Terusan Panama juga tidak semata-mata karena tarif melintas. Ia khawatir dengan pengaruh China di sana. Panama pada 2017 memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan beralih ke China. Sejak itu, Beijing banyak berinvestasi di Panama, termasuk di dalam pemeliharaan dan ekspansi Terusan Panama.


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari