Inilah Penyebab Hamas Setuju Gencatan Senjata Usulan Trump

Donald Trump pernah mengusulkan pengusiran total warga Gaza. Mengapa Hamas setuju pada usulan gencatan senjata dari Trump?

12 Okt 2025 08:42 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

KAIRO, MINGGU — Setelah dua tahun, akhirnya gencatan senjata kembali tercapai di Gaza. Usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang pernah mewacanakan mengusir seluruh warga Gaza, diterima Hamas.

Dilaporkan Reuters pada Sabtu (11/10/2025) malam waktu Mesir, Hamas menilai Trump bisa memaksa Israel mematuhi kesepakatan damai. Setidaknya demikian disampaikan dua sumber di Palestina yang menolak identitasnya diungkap.

Hamas mencatat rangkaian sikap keras Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan beberapa pejabat Israel lainnya. Setelah mengumumkan usulan gencatan senjata, di media sosial Trump meminta Israel segera berhenti mengebom Gaza.

Pada Juni 2025, Trump juga menuntut Israel berhenti mengebom Iran. Permintaan disampaikan tak lama setelah ia mengumumkan Israel-Iran mencapai gencatan senjata selepas serangan Israel ke Iran.

Berbagai sumber menyebut, tuntutan disampaikan kala jet-jet Israel dalam perjalanan menuju Iran untuk melanjutkan serangan. Israel memenuhi tuntutan itu. Hal itu indikasi lain Trump mau menekan Israel agar mau mematuhi gencatan senjata.

This photo shows the document that lays out the Israel-Hamas ceasefire agreement, obtained by The Associated Press on Saturday, Oct. 11, 2025.  (AP Photo)

Hamas juga mencatat telekonferensi AS-Israel-Qatar pada akhir September 2025. Dalam telepon itu, Trump meminta Netanyahu memohon maaf kepada PM Qatar Mohammed bin Abdulrahman al-Thani.

Trump disebut marah atas serangan Israel ke Qatar pada awal September 2025. Qatar telah dinyatakan sebagai mitra penting AS di kawasan.

Meski Israel berkilah serangan itu menyasar petinggi Hamas, AS tetap tidak menerima. Qatar menjadi salah satu pangkalan terbesar bagi militer AS di Timur Tengah.

”Cara Trump menangani Israel terkait pengeboman ke Qatar memberi Hamas lebih banyak keyakinan bahwa Trump mampu melawan Netanyahu dan bahwa ia serius untuk mengakhiri perang di Gaza,” kata kedua pejabat Palestina itu.

Seorang pejabat senior di Gedung Putih menyatakan, bagi Trump, hubungan dengan negara-negara Teluk penting bagi berbagai kebijakan diplomatik dan ekonomi AS lebih luas. Trump menganggap emir Qatar sebagai teman dan tidak suka melihat tayangan serangan di televisi. Pejabat itu menyebut serangan itu sebagai titik balik penting yang menyatukan dunia Arab.

Bagi para pembantu Trump, lanjutan kemarahan Trump ke Netanyahu dianggap peluang baru untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza. Mereka mendorong Trump menekan Netanyahu agar mau menerima gagasan gencatan senjata.

Trump juga memberikan jaminan keamanan bagi Qatar. Israel, kata Trump, tidak akan akan lagi menyerang Qatar. ”Fakta bahwa ia (Trump) memberi Qatar jaminan keamanan bahwa Israel tidak akan menyerang mereka lagi telah meningkatkan keyakinan Hamas bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku,” kata Jonathan Reinhold dari Departemen Studi Politik di Universitas Bar-Ilan di Israel.

Hamas juga mencatat telepon Trump kepada Steve Witkoff dan Jared Kushner serta tim perundingan Mesir-Qatar. Witkoff merupakan Utusan Khusus AS urusan Perdamaian. Sementara Kushner merupakan menantu sekaligus utusan Trump untuk aneka hal terkait relasi dengan negara asing. Adapun Mesir-Qatar bagian dari penengah Israel dengan aneka kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina.

A displaced Palestinian man carries his belongings as he walks past destroyed buildings in the heavily damaged Sheikh Radwan neighborhood in Gaza City, Saturday, Oct. 11, 2025, after Israel and Hamas agreed to a pause in their war and the release of the remaining hostages. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Sumber di Palestina menyebut, sikap Trump soal serangan Israel ke Iran dan Qatar menjadi faktor penentu. Maka, beberapa hari menjelang genap dua tahun serangan Israel ke Gaza, Hamas mengajukan syarat untuk menerima usulan damai dari Trump. Bagi Trump, tanggapan itu tetap dianggap persetujuan.

Persetujuan itu disebut pertaruhan besar Hamas. Trump pernah mengusulkan seluruh warga Gaza diusir. Setelah itu, Gaza dijadikan sanggraloka wisata yang dikelola pihak lain dari luar Palestina.

Dalam proposal damai terbarunya, Trump juga mengusulkan ada badan yang mengelola Gaza. Badan itu diisi orang terdekat Trump dan sejumlah tokoh dari beberapa negara. Perwakilan Palestina hanya diberi sedikit peran dalam badan itu.

Meski demikian, Hamas tetap menunjukkan itikad mau berdamai. Hamas dijadwalkan membebaskan tawanan pada Senin (13/10/2025) pagi. Persetujuan pembebasan tetap disampaikan meski belum ada kejelasan kapan Israel menarik pasukan dari Gaza atau membebaskan ribuan warga Palestina yang sebagian besar ditahan tanpa pernah diadilih.

Sumber di Palestina menyebut, Hamas tahu persetujuan pada proposal Trump adalah pertaruhan besar. Di sisi lain, Hamas menilai Trump tidak akan begitu saja membiarkan kesepakatan itu gagal.

Holding up signs with images depicting the U.S. President Donald Trump people take part in a rally in support of hostages kidnapped by Hamas, at a plaza known as hostages square, in Tel Aviv, Israel, Saturday, Oct. 11, 2025, ahead of the expected release of the hostages held in the Gaza Strip. (AP Photo/Francisco Seco)

Proses negosiasi

Sejak Senin (6/10/2025), perundingan soal cara penerapan gencatan senjata di Gaza telah dimulai. Sumber yang mengikuti perundingan itu menyebut, perundingan masih seputar penarikan pasukan Israel dari Gaza. Tanpa penarikan itu, sulit membebaskan tawanan yang terpencar di berbagai lokasi di Gaza.

PM Al-Thani, Witkoff, dan Kushner dilaporkan datang ke ke Sharm el-Sheikh, Mesir, untuk memecah kebuntuan. Kepala Badan Intelijen Turki Ibrahim Kalin juga dilaporkan datang ke sana. Mereka mewakili negara-negara yang berhubungan kuat baik dengan Hamas maupun Israel.

Sudah dua tahun beberapa negara berusaha mencari titik temu bagi tuntutan Hamas-Israel. Dalam berbagai kesempatan, Israel menolak gagasan kemerdekaan Palestina. Netanyahu menyebut, tidak akan pernah ada negara Palestina.

Padahal, bagi Hamas dan aneka kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina, hal itu menjadi inti perjuangan. Hamas juga berkeras pembebasan tawanan dari Gaza hanya bisa dilakukan jika Israel menarik pasukan dan menghentikan perang di Gaza. Israel tak mau menarik pasukan atau menghentikan serangan ke Gaza sampai seluruh Hamas hancur.

Dalam putaran perundingan terbaru di Mesir, para penengah bisa meyakinkan Hamas soal pembebasan tawanan. Mereka menyebut, tawanan itu malah menjadi beban dan bukan lagi daya tawar dalam perundingan. Jika dibebaskan, Israel tak punya alasan untuk menyerang Gaza.

Berangkat dari sana, terwujudlah kesepakatan fase pertama yang meliputi pembebasan sandera, penarikan mundur sebagian pasukan Israel, dan penghentian pertempuran. Namun, menurut dua pejabat Hamas kepada Reuters, Hamas tidak menerima jaminan tertulis resmi yang didukung oleh mekanisme penegakan hukum khusus bahwa fase pertama akan berlanjut pada kesepakatan lebih luas untuk mengakhiri perang.

Sebaliknya, Hamas menerima jaminan lisan dari AS dan para mediator—Mesir, Qatar, dan Turki—bahwa Trump akan melaksanakan kesepakatan tersebut. Trump juga tidak akan mengizinkan Israel melanjutkan serangan militernya setelah para sandera dibebaskan. ”Sejauh yang kami ketahui, perjanjian ini mengakhiri perang,” kata salah satu pejabat Hamas.

Pejabat Hamas juga menyatakan, pertaruhan Hamas dalam perundingan itu bisa menjadi bumerang. Meski demikian, selama putaran perundingan di Mesir, Hamas merasakan keseriusan Israel untuk mencapai kesepakatan. ”Tekanan dari Mesir, Qatar, Turki, dan AS pada kedua belah pihak membuahkan hasil,” kata pejabat Hamas itu.

Anak-anak Palestina mencari barang-barang yang bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak di tengah tumpukan sampah di samping bangunan yang hancur di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah, Senin (6/10/2025). Delegasi dari Hamas, Israel, dan Amerika Serikat mengadakan perundingan perdamaian di Mesir pada 6 Oktober 2025, menjelang peringatan dua tahun perang Hamas-Israel di Jalur Gaza.

KTT damai

Setelah kesepakatan pada Rabu malam waktu setempat, Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi mengundang Trump hadir ke Mesir. Menurut Kantor Kepresidenan Mesir, Trump dan Sisi akan memimpin konferensi tingkat tinggi (KTT) perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh pada Senin (13/10/2025).

”Pertemuan ini bertujuan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, dan mengawali era baru keamanan dan stabilitas regional,” demikian bunyi pernyataan itu.

Pertemuan damai akan berlangsung pada Senin sore. Para pemimpin dari 20 lebih negara akan menghadiri pertemuan itu. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan akan hadir. PM Keir Starmer dari Inggris, PM Giorgia Meloni dari Italia, dan PM Pedro Sanchez dari Spanyol akan hadir. Presiden Perancis Emmanuel Macron juga telah mengonfirmasi kehadirannya.

Netanyahu belum memberikan kepastian kehadiran. Sementara Hamas memastikan tidak terlibat dan menyerahkan pada mediator Qatar dan Mesir.

People take part in a rally in support of hostages kidnapped by Hamas, at a plaza known as hostages square, in Tel Aviv, Israel, Saturday, Oct. 11, 2025, ahead of the expected release of the hostages held in the Gaza Strip. (AP Photo/Francisco Seco)

Menjelang pertemuan di Mesir, Hamas akan membebaskan 48 tawanan. Hal itu dinyatakan petinggi Hamas, Osama Hamdan, pada Sabtu. ”Sesuai perjanjian yang ditandatangani, pertukaran tahanan akan dimulai pada Senin pagi dan belum ada perkembangan baru terkait hal ini,” kata Hamdan.

”Anggota Hamas di lapangan belum memberi tahu pimpinan gerakan mengenai logistik penyerahan sandera,” imbuh Hamdan.

Setelah para sandera kembali dari Gaza, Israel akan melanjutkan pembebasan sekitar 2.000 tahanan Palestina dari penjara-penjaranya. Hamdan mengatakan bahwa daftar tahanan Palestina yang dijadwalkan untuk dibebaskan masih dalam tahap negosiasi.

”Kantor tahanan Hamas telah menyatakan bahwa, sejauh ini, prosesnya belum final. Israel masih menolak untuk merilis nama-nama tertentu. Namun, delegasi negosiasi sedang melakukan segala upaya untuk mengamankan pembebasan mereka,” kata Hamdan.

Adapun daftar akhir akan siap pada Sabtu malam atau paling lambat Minggu pagi. Hamdan lebih lanjut menekankan bahwa berdasarkan perjanjian tersebut, lima titik masuk untuk bantuan kemanusiaan diperkirakan akan dibuka.

”Penyeberangan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir akan dibuka kembali untuk individu di kedua arah mulai Rabu depan,” imbuhnya.

Italia menyatakan bahwa penyeberangan Rafah akan dibuka kembali pada Selasa di bawah pengawasan misi pemantauan Uni Eropa. Pembukaan dibarengi dengan pengawasan dari polisi Italia, Spanyol, dan Perancis. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan