Sejumlah Bencana Telah Terjadi, Mengapa NTT Kerap Dilanda Cuaca Ekstrem?

NTT kerap dilanda cuaca ekstrem. Kali ini, sejumlah bencana sudah dilaporkan terjadi di beberapa daerah.

29 Jan 2025 10:07 WIB · Nusantara

Oleh Fransiskus Pati Herin

Cuaca ekstrem yang mulai melanda NTT diperkirakan bakal berlangsung hingga satu pekan ke depan. Sejauh ini, banjir dan longsor sudah terjadi di sejumlah titik. Masyarakat diminta selalu waspada.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Eltari Kupang Sti Nanot'ek mengatakan, peringatan cuaca ekstrem mulai berlaku Selasa (28/1/2025) hingga 3 Februari 2025. "Melihat kondisi dinamika atmosfer terkini, masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem sepekan ke depan," katanya.

Dinamika atmosfer itu terbentuk dari beberapa faktor. Di antaranya, angin Monsun Asia, fenomena La Nina yang lemah, Madden Julian Oscillasion (MJO), sirkulasi siklonik, gelombang atmosfer ekuatorial, perlambatan kecepatan angin, serta Rossby dan Kelvin.

Menurut Sti, MJO merupakan gelombang atmosfer yang membawa massa udara basah di wilayah tropis, yang bergerak dari barat ke timur. Ini terjadi karena interaksi antar atmosfer dan lautan.

BMKG

Sementara angin Monsun Asia, kata dia, merupakan angin yang bertiup sepanjang Oktober-April di Indonesia. Arah angin dari barat menuju timur.

Bergerak dari Benua Asia bertekanan tinggi ke benua Australia bertekanan rendah. Datangnya Monsun Asia membawa uap air yang banyak.

Adapun La Nina, lanjutnya, fenomena anomali iklim global yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur lebih dingin dari biasanya. La Nina dapat menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia termasuk NTT. 

"Kalau Rossby adalah gelombang atmosfer yang bergerak dari arah barat di sekitar ekuator. Ketika gelombang tersebut terpantau aktif, dapat menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilewati," katanya.

Sementara Kelvin, Sti menerangkan, merupakan gelombang yang dipengaruhi rotasi Bumi. Gelombang ini terperangkap di khatulistiwa atau di sepanjang batas vertikal lateral seperti garis pantai atau pegunungan. 

BMKG

Di sisi lain, papar Sti, terjadi pusaran angin yang membawa uap air untuk dibentuk menjadi awan atau di sebut sirkulasi siklonik. Pusaran ini bisa diciptakan akibat pergerakan massa udara dari arah yang berbeda, lalu bertemu dan bertumpuh pada satu titik.

"Berbagai dinamika atmosrfer ini menciptakan kondisi ideal untuk pertumbuhan awan hujan yang signifikan. Fenomena ini mempengaruhi cuaca di beberapa lokasi dengan meningkatkan potensi hujan dan angin di sekitar wilayah yang terkena dampak," tuturnya.

Menurut Sti, NTT menjadi wilayah yang berpotensi dilewati pergerakan masa udara. Angin Munson Asia yang berhembus dari Asia ke Australia, misalnya, akan melewati NTT. 

Longsor dan banjir 

Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di NTT menyebabkan banjir dan longsor. Titik longsoran salah satunya di Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Longsor menutup badan Jalan Timor Raya yang menghubungkan Kota Kupang dengan lima kabupaten hingga Dili, ibu kota Negara Timor Leste.

Longsor NTT

Selama beberapa jam, arus transportasi putus. Alat berat didatangkan untuk membersihkan material. "Sudah bisa lewat tapi harus hati-hati karena masih rawan longsor. Tanah bergerak terus," kata Amando (40), sopir bus yang beroperasi di sana.

Sementara itu, banjir terjadi di sejumlah titik. Kondisi terparah ada di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Timor Tengah Selatan. Banjir menutup ruas jalan menuju Kabupaten Malaka.

"Ratusan hektar sawah di Bena juga terendam banjir. Kalau hujan deras lebih dari satu minggu, kami akan gagal panen," kata Stefanus Kase (60), petani dari Kupang yang berkebun di Bena.

Hingga kini, Pemprov NTT belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi cuaca ekstrem. Tidak ada pemberitahuan atau arahan kepada masyarakat, apa yang harus dilakukan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT Cornelis Wadu belum bisa terhubung.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Pati Herin
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .