Mengapa Pertandingan Indonesia Vs Malaysia Selalu Dinanti?

Apa pun hasilnya, pertandingan antara Indonesia dan Malaysia selalu dinanti oleh pencinta sepak bola Indonesia. Laga penuh gengsi sesama negara serumpun.

21 Jul 2025 18:58 WIB · Olahraga

Oleh Andreas Yoga Prasetyo

Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia dalam lanjutan penyisihan Grup A Kejuaraan ASEAN U-23 pada Senin (21/7/2025) pukul 20.00 WIB. Pertandingan ini merupakan pertandingan terakhir dalam fase grup sekaligus menjadi pertandingan penentu bagi Indonesia ataupun Malaysia untuk melaju ke babak semifinal.

Oleh karena itu, pertemuan timnas U-23 Indonesia dengan Malaysia ini beraroma persaingan sengit. Pasalnya, baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama memasang target untuk lolos dari fase penyisihan grup. Bagi Indonesia, hasil imbang sudah cukup untuk membawa tim ”Garuda” muda terbang lebih tinggi.

Dengan hasil imbang, Indonesia akan memiliki poin 7 sehingga dipastikan menjadi juara grup. Pada turnamen ini, hanya juara dari masing-masing grup dan satu tim sebagai peringkat dua terbaik yang akan lolos ke babak semifinal.

Sementara bagi Malaysia, kemenangan terhadap Indonesia menjadi harga mati. Pasalnya, Malaysia dan Filipina sama-sama memiliki poin tiga. Sementara Filipina hari ini akan berhadapan dengan Brunei Darussalam.

Jika melihat statistik dan peta kekuatan Filipina dan Brunei, tampaknya Filipina akan menang mudah sehingga dapat mengoleksi enam poin. Kondisi ini tentu menjadi tekanan bagi Malaysia karena jika meraih hasil seri atau kalah dari Indonesia, sudah dipastikan Malaysia akan tersingkir dalam ajang ini.  

Pemain Timnas Indoneisa U-23 berlatih bersama di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Timnas Indonesia U-23 menggelar latihan jelang ASEAN U-23 Mandiri Cup yang digelar pada 15 sampai 29 Juli 2025. Indonesia akan berjuang di grup A melawan Malaysia, Filipina, dan Brunei.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

10-07-2025

Jejak pertemuan timnas U-23 Indonesia vs Malaysia

Pada satu sisi, Indonesia selaku tuan rumah tentu mengincar poin penuh untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal. Selain itu, timnas U-23 juga menjadi unggulan dalam ajang ini setelah berhasil menduduki peringkat empat besar dalam ajang Piala Asia U-23 2024. Sementara di sisi lain, Malaysia jelas tidak ingin kalah untuk menjaga asa lolos ke babak semifinal.

Situasi ini menambah panasnya jalan pertandingan. Dapat dipastikan, baik Indonesia maupun Malaysia akan bermain maksimal demi meraih poin. Sebab, hingga pertandingan kedua dalam babak penyisihan grup, belum ada satu pun tim yang memastikan diri lolos ke babak semifinal.

Jika berkaca pada catatan pertandingan sebelumnya, laga antara Indonesia dengan Malaysia memang selalu berjalan panas. Dalam catatan laman 11v11, Indonesia dan Malaysia telah 85 kali bertemu sejak tahun 1957 pada level tim senior. Dari jumlah ini, Indonesia berhasil menang sebanyak 33 kali dan 18 kali berakhir imbang. Sementara Malaysia berhasil mencatatkan kemenangan sebanyak 34 kali. Catatan ini menandakan sengitnya pertandingan antara Indonesia dan Malaysia dengan rekor yang nyaris berimbang.

Sementara pada level timnas U-23, tim Garuda Muda telah bertemu dengan Malaysia sebanyak lima kali sejak tahun 2017 hingga 2023. Dari seluruh pertemuan, Malaysia berhasil mencatatkan tiga kali kemenangan dan satu kali hasil imbang. Sementara Indonesia pernah mengalahkan Malaysia satu kali dalam ajang Sea Games 2021. Saat itu, Indonesia unggul dengan skor 4-3 melalui adu penalti setelah bermain imbang dengan skor 1-1 selama 90 menit.

Catatan ini menunjukan bahwa Malaysia mendominasi dalam tim kelompok umur di bawah 23 tahun. Tim Garuda Muda kerap kerepotan dengan serangan Malaysia yang kerap mengandalkan permainan dari sisi sayap. Penetrasi sisi sayap ke kotak penalti biasanya menjadi andalan tim Malaysia kelompok umur saat lini tengah mengalami kebuntuan.

Meski demikian, Indonesia bukannya tanpa perlawanan. Apalagi, saat ini Indonesia memiliki komposisi kualitas pemain yang berimbang antar lini, baik pada lini belakang, tengah, maupun lini serang. Dari laman Transfermarkt, nilai pasar timnas U-23 Indonesia saat ini (Rp 54,75 miliar) lebih tinggi dibanding tim U-23 Malaysia (13,04 miliar). Berbekal kualitas para pemain saat ini, Indonesia diprediksi akan memberikan perlawanan yang sengit terhadap Malaysia. 

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg berbicara kepada wartawan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/7/2025). Timnas Indonesia U-23 menggelar latihan jelang ASEAN U-23 Mandiri Cup yang digelar pada 15 sampai 29 Juli 2025. Indonesia akan berjuang di grup A melawan Malaysia, Filipina, dan Brunei.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

10-07-2025

Gengsi pertandingan Indonesia vs Malaysia

Berkaca dari statistik dan jejak pertandingan sebelumnya, pertemuan antara Indonesia dan Malaysia memang selalu ditunggu oleh pencinta sepak bola nasional. Kompetitifnya pertandingan timnas dua negara tetangga ini juga tidak terlepas dari beberapa tegangan geopolitik, seperti perebutan Pulau Sebatik, Pulau Sipadan, dan Pulau Ligitan. Selain itu, klaim terhadap batik dan klaim warisan budaya tak benda Indonesia juga pernah menambah panasnya hubungan kedua negara.

Ibarat hubungan sanak saudara, Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan, tetapi sering kali terlibat persoalan. Kondisi ini terjadi pada hampir seluruh tim sepak bola di dunia. Pada level negara, kondisi serupa dalam sepak bola juga terjadi, seperti antara Korea Selatan dan Jepang, Belanda dan Belgia, China dan Taiwan, Spanyol dan Portugal, serta Kroasia dan Serbia. Sama seperti Indonesia dan Malaysia, negara-negara ini memiliki jejak latar belakang konflik sejarah yang berlanjut pada rivalitas dalam ranah sepak bola.

Sementara pada level klub, rivalitas dalam kedekatan juga ditunjukan oleh sejumlah klub, seperti Inter Milan dan AC  Milan, Liverpool dan Manchester United, hingga Galatasaray dan Fenerbahce. Di Indonesia konflik serupa juga terjadi antara Persija Jakarta dan Persib Bandung serta Persebaya Surabaya dan Arema Malang. Berkaca dari situasi ini, tampak bahwa hubungan kedekatan geografis turut berdampak pada tingginya tensi pertandingan sepak bola pada berbagai penjuru dunia.

Kondisi inilah yang dihadapi oleh Indonesia dan Malaysia. Meski begitu, pertandingan Indonesia dan Malaysia menjadi kian menarik untuk disaksikan karena memiliki catatan sejarah yang panjang terkait hubungan kedua negara.

Tentu menarik menyaksikan setiap pertemuan kedua tim, bukan hanya pada pertandingan hari ini, melainkan juga pada setiap pertemuan di masa yang akan datang. Apapun hasilnya, pertandingan antara Indonesia dengan Malaysia baik pada level timnas senior maupun timnas U-23 selalu dinanti sebagai laga penuh gengsi sesama negara serumpun.

(Litbang Kompas)


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Yoga Prasetyo
 | 

Editor:

Budiawan Sidik A