Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Apa saja agenda kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di Konferensi Tingkat Tinggi APEC dan G20?
- Apa itu APEC dan apa manfaatnya untuk Indonesia?
- Apa itu G20 dan apa manfaatnya untuk Indonesia?
Apa saja agenda Presiden Prabowo di KTT APEC dan G20?
Seusai melakukan lawatan ke China dan Amerika Serikat, Prabowo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada 14-15 November 2024 di Lima, Peru. APEC adalah forum multilateral pertama yang dihadiri Prabowo setelah ia resmi dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia.
Setelah APEC, Prabowo juga akan menghadiri KTT forum kerja sama internasional yang diikuti negara-negara maju dan berkembang yang dikenal sebagai Group of Twenty (G20) pada 18-19 November 2024 di Rio de Janeiro, Brasil.
Dalam KTT APEC akan digelar pertemuan parsial, seperti ASEAN Business Advisory Council (ABAC) High Level Economic Dialogue with Guest yaitu Argentina, Brasil, dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Di forum ini, Indonesia akan menyerahkan kepemimpinan di ABAC kepada Malaysia. Prabowo juga akan menghadiri APEC Leaders Informal Dialogue di Lima Convention Center dan APEC Economic Leaders Meeting Retreat dan APEC Economic Leaders.
Rencananya, Prabowo akan berpidato mengenai upaya Indonesia melawan kemiskinan dan kelaparan. Selain itu Prabowo juga akan berbicara tentang reformasi kelembagaan dan tata kelola dunia di masa datang yang lebih baik lagi. Sebelum menghadiri G20, Prabowo akan menghadiri pertemuan Executive Business Forum di Rio de Janeiro.
Prabowo akan menjawab berbagai pertanyaan para peserta yang meliputi pengusaha Brasil dan Indonesia. Dalam KTT G20 yang bertemakan ”Global Alliance Against Hunger and Poverty”, Prabowo juga akan berpidato mengenai upaya Indonesia melawan kemiskinan dan kelaparan.
Apa itu APEC dan apa manfaatnya untuk Indonesia?
Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC adalah forum kerja sama negara-negara yang berada di lingkar Samudera Pasifik. Anggotanya terdiri dari Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Kanada, Chile, China, Hong Kong, Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia, Selandia Baru, Papua Nugini, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Meksiko, Peru, Rusia, dan Amerika Serikat.
Kegiatan utamanya meliputi kerja sama perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi lain untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan di kawasan Asia Pasifik.
Kerja sama APEC bersifat tidak mengikat dan keputusan-keputusan yang dihasilkan seringkali bersifat politis. Forum APEC memiliki populasi sekitar 2,96 miliar jiwa atau mewakili 37 persen penduduk dunia, 47 persen perdagangan global, dan 62 persen total Produk Domestik Bruto riil dunia.
Pada tahun 2023, total ekspor perdagangan Indonesia ke kawasan APEC mencapai 182 miliar dollar AS dengan surplus nilai perdagangan mencapai 16,07 miliar dollar AS. Pada masa itu, anggota APEC menjadi tujuan dari 70 persen ekspor Indonesia.
Kementerian Luar Negeri RI selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo didorong untuk mengedepankan diplomasi ekonomi dan perdagangan. Untuk sejumlah kawasan, Kemlu RI menginisiasi sejumlah forum bisnis dan pameran perdagangan.
Indonesia-Latin America and The Caribbean (INA-LAC) Business Forum salah satunya. Pameran hingga perjanjian perdagangan dengan sejumlah negara memungkinkan perusahaan-perusahaan Indonesia berani berkompetisi di luar negeri.
Volume perdagangan Indonesia dengan negara-negara itu masih kecil. Salah satunya Amerika Latin dan Karibia. Amerika Latin dan Karibia terdiri atas 33 negara dengan populasi 639,6 juta orang atau 8,09 persen dari populasi dunia. PDB kawasan tersebut pada tahun 2022 tercatat 6,52 triliun dollar AS.
Sementara PDB per kapita rata-rata 10.190 dollar AS. Dari 33 negara itu, sampai saat ini Indonesia hanya memiliki lima negara mitra dagang terbesar di kawasan Amerika Latin dan Karibia, yakni Brasil, Meksiko, Argentina, Chile, dan Peru. Secara total Indonesia masih mengalami defisit perdagangan dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia sebesar 1,43 miliar dollar AS.
Indonesia berupaya menyeimbangkan kebijakan dan langkah geoekonominya di antara blok Timur dan Barat. Manuver itu bisa mengoptimalkan pemanfaatan aktivitas ekonomi di Asia Pasifik dan kawasan lain.
Apa itu G20 dan apa manfaatnya untuk Indonesia?
Forum G20 merupakan forum antarnegara yang terbentuk ketika krisis ekonomi melanda dunia pada tahun 1999. Forum ini merangkul negara maju dan berkembang untuk sama-sama mengatasi krisis ekonomi global.
G20 merepresentasikan 80 persen ekonomi dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan dua pertiga populasi dunia. Negara anggotanya terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Argentina, Brasil, Inggris, Jerman, Italia, Perancis, Rusia, Afrika Selatan, Arab Saudi, Turki, China, Jepang, Korea Selatan, India, Indonesia, Australia, dan Uni Eropa.
Berbeda dari kebanyakan forum multilateral, G20 tidak memiliki sekretariat atau ketua tetap. Fungsi presidensi dipegang salah satu negara anggota yang berganti setiap tahun. Untuk pertama kalinya, Indonesia memegang presidensi G20 pada 2022.
Dalam forum ini Indonesia adalah satu-satunya wakil dari ASEAN. Pada waktu itu, Indonesia mengambil tema presidensi G20 "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema itu, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk saling membantu untuk pulih bersama dan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan krisis pangan, energi, pandemi Covid-19, dan konflik, Presidensi G20 Indonesia telah berdampak positif pada perekonomian, pariwisata, hingga percaturan politik global.
Meski demikian, pemerintah perlu memastikan berbagai kesepakatan dalam forum itu terwujud. Rangkaian G20 setahun terakhir telah menghasilkan 226 proyek multilateral yang melibatkan lebih dari dua negara serta 140 proyek kerja sama bilateral. Jika dikalkulasi, nilainya mencapai 309,4 miliar dollar AS.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Apa saja agenda kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di Konferensi Tingkat Tinggi APEC dan G20?
- Apa itu APEC dan apa manfaatnya untuk Indonesia?
- Apa itu G20 dan apa manfaatnya untuk Indonesia?
Apa saja agenda Presiden Prabowo di KTT APEC dan G20?
Seusai melakukan lawatan ke China dan Amerika Serikat, Prabowo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada 14-15 November 2024 di Lima, Peru. APEC adalah forum multilateral pertama yang dihadiri Prabowo setelah ia resmi dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia.
Setelah APEC, Prabowo juga akan menghadiri KTT forum kerja sama internasional yang diikuti negara-negara maju dan berkembang yang dikenal sebagai Group of Twenty (G20) pada 18-19 November 2024 di Rio de Janeiro, Brasil.
Dalam KTT APEC akan digelar pertemuan parsial, seperti ASEAN Business Advisory Council (ABAC) High Level Economic Dialogue with Guest yaitu Argentina, Brasil, dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Di forum ini, Indonesia akan menyerahkan kepemimpinan di ABAC kepada Malaysia. Prabowo juga akan menghadiri APEC Leaders Informal Dialogue di Lima Convention Center dan APEC Economic Leaders Meeting Retreat dan APEC Economic Leaders.
Rencananya, Prabowo akan berpidato mengenai upaya Indonesia melawan kemiskinan dan kelaparan. Selain itu Prabowo juga akan berbicara tentang reformasi kelembagaan dan tata kelola dunia di masa datang yang lebih baik lagi. Sebelum menghadiri G20, Prabowo akan menghadiri pertemuan Executive Business Forum di Rio de Janeiro.
Prabowo akan menjawab berbagai pertanyaan para peserta yang meliputi pengusaha Brasil dan Indonesia. Dalam KTT G20 yang bertemakan ”Global Alliance Against Hunger and Poverty”, Prabowo juga akan berpidato mengenai upaya Indonesia melawan kemiskinan dan kelaparan.
Apa itu APEC dan apa manfaatnya untuk Indonesia?
Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC adalah forum kerja sama negara-negara yang berada di lingkar Samudera Pasifik. Anggotanya terdiri dari Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Kanada, Chile, China, Hong Kong, Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia, Selandia Baru, Papua Nugini, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Meksiko, Peru, Rusia, dan Amerika Serikat.
Kegiatan utamanya meliputi kerja sama perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi lain untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan di kawasan Asia Pasifik.
Kerja sama APEC bersifat tidak mengikat dan keputusan-keputusan yang dihasilkan seringkali bersifat politis. Forum APEC memiliki populasi sekitar 2,96 miliar jiwa atau mewakili 37 persen penduduk dunia, 47 persen perdagangan global, dan 62 persen total Produk Domestik Bruto riil dunia.
Pada tahun 2023, total ekspor perdagangan Indonesia ke kawasan APEC mencapai 182 miliar dollar AS dengan surplus nilai perdagangan mencapai 16,07 miliar dollar AS. Pada masa itu, anggota APEC menjadi tujuan dari 70 persen ekspor Indonesia.
Kementerian Luar Negeri RI selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo didorong untuk mengedepankan diplomasi ekonomi dan perdagangan. Untuk sejumlah kawasan, Kemlu RI menginisiasi sejumlah forum bisnis dan pameran perdagangan.
Indonesia-Latin America and The Caribbean (INA-LAC) Business Forum salah satunya. Pameran hingga perjanjian perdagangan dengan sejumlah negara memungkinkan perusahaan-perusahaan Indonesia berani berkompetisi di luar negeri.
Volume perdagangan Indonesia dengan negara-negara itu masih kecil. Salah satunya Amerika Latin dan Karibia. Amerika Latin dan Karibia terdiri atas 33 negara dengan populasi 639,6 juta orang atau 8,09 persen dari populasi dunia. PDB kawasan tersebut pada tahun 2022 tercatat 6,52 triliun dollar AS.
Sementara PDB per kapita rata-rata 10.190 dollar AS. Dari 33 negara itu, sampai saat ini Indonesia hanya memiliki lima negara mitra dagang terbesar di kawasan Amerika Latin dan Karibia, yakni Brasil, Meksiko, Argentina, Chile, dan Peru. Secara total Indonesia masih mengalami defisit perdagangan dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia sebesar 1,43 miliar dollar AS.
Indonesia berupaya menyeimbangkan kebijakan dan langkah geoekonominya di antara blok Timur dan Barat. Manuver itu bisa mengoptimalkan pemanfaatan aktivitas ekonomi di Asia Pasifik dan kawasan lain.
Apa itu G20 dan apa manfaatnya untuk Indonesia?
Forum G20 merupakan forum antarnegara yang terbentuk ketika krisis ekonomi melanda dunia pada tahun 1999. Forum ini merangkul negara maju dan berkembang untuk sama-sama mengatasi krisis ekonomi global.
G20 merepresentasikan 80 persen ekonomi dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan dua pertiga populasi dunia. Negara anggotanya terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Argentina, Brasil, Inggris, Jerman, Italia, Perancis, Rusia, Afrika Selatan, Arab Saudi, Turki, China, Jepang, Korea Selatan, India, Indonesia, Australia, dan Uni Eropa.
Berbeda dari kebanyakan forum multilateral, G20 tidak memiliki sekretariat atau ketua tetap. Fungsi presidensi dipegang salah satu negara anggota yang berganti setiap tahun. Untuk pertama kalinya, Indonesia memegang presidensi G20 pada 2022.
Dalam forum ini Indonesia adalah satu-satunya wakil dari ASEAN. Pada waktu itu, Indonesia mengambil tema presidensi G20 "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema itu, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk saling membantu untuk pulih bersama dan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Di tengah tantangan krisis pangan, energi, pandemi Covid-19, dan konflik, Presidensi G20 Indonesia telah berdampak positif pada perekonomian, pariwisata, hingga percaturan politik global.
Meski demikian, pemerintah perlu memastikan berbagai kesepakatan dalam forum itu terwujud. Rangkaian G20 setahun terakhir telah menghasilkan 226 proyek multilateral yang melibatkan lebih dari dua negara serta 140 proyek kerja sama bilateral. Jika dikalkulasi, nilainya mencapai 309,4 miliar dollar AS.