Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia tumbang di kandang sendiri pada pekan kedua Proliga 2025. Misi sapu bersih kemenangan di kandang pun ternoda.
11 Jan 2025 10:25 WIB · Olahraga
Bagi pertandingan yang membutuhkan kemenangan, punya kemampuan mengejar ketertinggalan saja tidak cukup. Sebuah tim harus memiliki kemampuan membalikkan keadaan demi merebut kemenangan. Hal itu yang belum bisa dimiliki Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia dalam laga perdana mereka di kandang sendiri pada pekan kedua Proliga 2025.
Maksud hati ingin sapu bersih kemenangan selagi bermain di hadapan publik sendiri, apa daya Petrokimia justru menelan kekalahan perdana. Melawan Jakarta Livin’ Mandiri di GOR Tridharma, Gresik, Jawa Timur, Jumat (10/1/2025), Petrokimia tumbang lewat duel sengit selama 2 jam 26 menit dengan skor 2-3 (25-18, 16-25, 17-25, 25-16, 8-15).
“Kami menyadari dalam permainan masih banyak kekurangan, terutama bola pertama yang kurang baik. Ini akhirnya jadi kendala permainan tim," ujar pelatih Gresik Petrokimia Ayub Hidayat.
Pada set keempat, Petrokimia benar-benar menunjukkan kebangkitan. Ayub Hidayat merotasi pemain demi memperbaiki koordinasi timnya. Rotasi itu menghasilkan keunggulan 16-12 pada paruh set keempat. Mediol Stiovanny Yoku dan kawan-kawan menahan perolehan angka Livin’ Mandiri pada poin ke-16, sedangkan mereka melaju hingga menyentuh angka 22 dan akhirnya menutup set dengan kemenangan.
Livin’ Mandiri dominan dengan pemain asingnya. Pemain asing yang benar-benar bisa diandalkan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/11/b7f392e2-414f-41bd-b028-a405fc57fba3_jpeg.jpg)
Namun, kemampuan Petrokimia mengejar ketertinggalan untuk menyamakan skor pada set keempat tidak cukup bagi mereka untuk mewujudkan misi di kandang sendiri. Pada set terakhir, kemampuan Petrokimia membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan diuji. Namun, mereka gagal dalam ujian tersebut karena kebangkitannya seolah antiklimaks.
Di sisi lain, Livin’ Mandiri tak mau keunggulan yang mereka dapat pada dua set sebelumnya menguap begitu saja. Dengan mengandalkan pemain asingnya, Radostina Marinova (Bulgaria) dan Liu Yanhan (China), Livin’ Mandiri melaju tanpa bisa dikejar oleh Petrokimia.
“Livin’ Mandiri dominan dengan pemain asingnya. Pemain asing yang benar-benar bisa diandalkan,” tutur Ayub.
Sementara asisten pelatih Livin’ Mandiri, Risco Herlambang, mengatakan, sebenarnya tim nyaris kalah. Petrokimia tampil bagus lewat permainan yang berbeda dengan Proliga edisi 2024. Namun, Risco bersyukur timnya bisa mengatasi perlawanan Petrokimia dan meraih kemenangan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/11/1d0bd290-7b6e-4843-ba34-e104a252a0b7_jpeg.jpg)
Adapun pemain Livin’ Mandiri sekaligus pemain andalan timnas Indonesia, Wilda Siti Nurfadhilah, mengatakan, kunci kemenangannya ialah bermain dengan bahagia. Middle blocker yang tahun lalu mengantarkan Jakarta BIN juara Proliga 2024 mengaku sangat menikmati permainan.
Hasil positif atas Petrokimia menjadi kemenangan kedua Livin’ Mandiri setelah pekan lalu juga mengalahkan Jakarta Pertamina Enduro 3-1. Livin’ Mandiri akan kembali berlaga pada Sabtu (11/1/2025) melawan Bandung bjb Tandamata.
Selain itu, laga hari kedua bakal mempertemukan Jakarta Electric PLN dan Jakarta Pertamina Enduro. Pada sektor putra, Jakarta Garuda Jaya akan menghadapi Jakarta Bhayangkara Presisi.
Pada laga pembuka pekan kedua lainnya, Jakarta Popsivo Polwan berhasil menaklukkan tim debutan, Yogya Falcons, 3-0 (25-14, 25-18, 25-19). Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Popsivo setelah pekan lalu juga menang 3-0 atas Bandung bjb Tandamata. Sementara itu, hasil negatif dari Popsivo jadi kekalahan ketiga beruntun Yogya Falcons.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/10/66fe3df4-baff-4fbc-8deb-3c76667a0c3c_jpeg.jpg)
Lalu, pada sektor putra, Surabaya Samator mengalahkan Palembang Bank SumselBabel dengan skor 3-1 (25-23, 19-25, 25-15, 25-20). Seperti Popsivo, ini juga jadi kemenangan kedua Samator setelah meraih hasil serupa pada pekan pertama dengan mengalahkan Jakarta Garuda Jaya 3-2.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji Dewabrata