Mengenang Kembali Pelantikan Paus Fransiskus Tahun 2013

Mengenang pelantikan Paus Fransiskus yang wafat pada Senin, 21 April 2025.

23 Apr 2025 12:34 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Tujuh biarawati berjalan di terowongan untuk menuju Lapangan Santo Petrus, di Vatikan, 19 Maret 2013. Cahaya lampu warna kuning dan lengkung bangunan terowongan membuat foto yang dibuat pada dini hari itu lebih hidup. Mereka beriringan, berjalan pagi buta dengan jaket untuk menghadiri pelantikan Paus Fransiskus sebagai Paus ke-266 menggantikan Paus Beneditus XVI.

Foto karya pewarta foto AP, Oded Bality, ini sangat bisa menggambarkan kecintaan dan harapan umat Katolik di dunia untuk Paus yang baru. Harapan perlindungan untuk lingkungan yang terlemah dan termiskin, seperti yang menjadi tema besar misa pelantikan saat itu.

Hari itu, 19 Maret 2013, Kardinal Argentina Jorge Mario Bergoglio secara resmi menjalani inaugurasi sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Upacara inaugurasi ini dihadiri sekitar 1,5 juta umat Katolik dari seluruh dunia, termasuk tamu undangan sebanyak 200.000 orang yang memadati lapangan tersebut.

Para biarawati berjalan melalui terowongan yang mengarah ke Lapangan Santo Petrus, Vatikan, untuk menghadiri pelantikan Paus Fransiskus, Selasa 19 Maret 2013. P

Dalam berita yang dimuat harian Kompas edisi 20 Maret 2013, Fransiskus tiba di Lapangan Santo Petrus menggunakan mobil kepausan yang terbuka tanpa pelindung kaca antipeluru. Mobil itu mengelilingi lapangan di tengah sambutan meriah hadirin yang sebagian mengibarkan bendera asal negara masing-masing. Di beberapa tempat, mobil berhenti sejenak, dan Paus menyapa serta menyentuh orang sakit untuk didoakan dan diberikan berkat. Dia juga memberikan berkat serta mencium bayi dan anak-anak. Ini merupakan hal yang mengejutkan, tidak saja bagi umat, tetapi juga protokoler saat itu. 

Sebelum misa inaugurasi dimulai, Paus Fransiskus menerima Cincin Nelayan, cincin perak berlapis emas yang menjadi lambang kepausannya, dari Kardinal Angelo Sodano, Dekan Kolese Kardinal. Paus Fransiskus juga dipakaikan pallium, semacam syal wol yang melambangkan kekuasaan sebagai Paus.

Dalam homili, Paus Fransiskus menegaskan lagi fokus kepausannya dan menekankan keberpihakan kepada lingkungan hidup serta kaum yang lemah dan miskin. 

Foto arsip 7 Agustus 2009 ini menunjukkan Kardinal Argentina Jorge Mario Bergoglio memberikan misa di luar Gereja San Cayetano di Buenos Aires. Bergoglio, yang mengambil nama Paus Fransiskus, terpilih pada Rabu, 13 Maret 2013, sebagai paus ke-266 dari Gereja Katolik Roma.
Paus Fransiskus berjalan melewati altar di Lapangan Santo Petrus Vatikan, setelah misa pelantikannya di Vatikan, Selasa, 19 Maret 2013.
Paus Fransiskus mencium seorang anak di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Selasa, 19 Maret 2013. Paus Fransiskus secara resmi memulai pelayanannya sebagai paus ke-266 pada Selasa dalam perayaan misa.
Paus Fransiskus memberkati seorang anak di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Selasa, 19 Maret 2013. Paus Fransiskus secara resmi memulai pelayanannya sebagai paus ke-266 pada Selasa dalam misa pelantikan yang diselenggarakan secara sederhana.
Ratusan ribu umat Katolik bereaksi setelah asap putih mengepul dari cerobong asap di Kapel Sistine, yang menunjukkan bahwa seorang paus baru telah terpilih, di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Rabu, 13 Maret 2013. Kardinal Argentina Jorge Mario Bergoglio, yang memilih nama Paus Fransiskus, adalah paus ke-266 dari Gereja Katolik Roma.
Bendera Argentina dikibarkan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Selasa, 19 Maret 2013.

Paus Fransiskus 

Memiliki nama asil Jorge Mario Borgoglio, yang dilahirkan pada 17 Desember 1936, Paus Fransiskus sebelumnya adalah Uskup Agung Buenos Aires, Argentina, periode 1998 sampai 2012. Dia juga menjadi Paus non-Eropa pertama selama 1.272 tahun terakhir. Ia dipilih oleh 115 kardinal yang sudah berkumpul di Vatikan.

Koresponden Kompas, Denny Gerberding Sutoyo, melaporkan dari Vatikan, suasana euforia dengan seruan dan tepuk tangan meriah langsung menyeruak saat asap putih keluar dari cerobong Kapel Sistine, Rabu (13/3/2013) malam, di Vatikan. 

Kardinal Jorge Mario Bergoglio asal Argentina terpilih sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri pada 28 Februari 2013.

Dalam foto file tahun 2008 ini, Kardinal Jorge Mario Bergoglio, kedua dari kiri, bepergian dengan kereta bawah tanah di Buenos Aires, Argentina.
Reaksi seorang biarawati saat melihat asap putih mengepul dari cerobong asap di Kapel Sistine yang menunjukkan bahwa seorang paus baru telah terpilih di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Rabu, 13 Maret 2013. Kardinal Argentina Jorge Bergoglio, yang memilih nama Paus Fransiskus, adalah paus ke-266.
Bangunan St. Basilika Petrus terlihat dibalik bendera nasional Argentina di Vatikan, Kamis, 14 Maret 2013.
Paus Fransiskus menyapa umat sesaat sebelum misa pelantikannya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Selasa, 19 Maret 2013.
Ribuan warga menyaksikan Misa Pelantikan Paus Fransiskus di layar lebar di luar Katedral Metropolitan di Buenos Aires, Argentina, Selasa, 19 Maret 2013. Mantan kardinal Argentina Jorge Mario Bergoglio terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pada 13 Maret 2013.

Kardinal yang sebelumnya menjabat Uskup Agung Buenos Aires itu menjadi paus di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Gereja Katolik. Ribuan umat tidak menyangka paus baru terpilih tak sampai 48 jam sejak dimulai pada Selasa malam.

Lonceng yang berdentang mengiringi keluarnya asap putih yang menandakan terpilihnya paus baru mendorong warga Roma berbondong-bondong menuju Lapangan Santo Petrus untuk menjadi saksi momen bersejarah tersebut.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra