Persaingan Teknologi di Kaki Para Pelari

Dalam "dunia pelarian" sepatu bukan sekadar aksesori. Sepatumu adalah senjatamu

22 Nov 2024 16:49 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

Pada ajang lomba lari Chicago Marathon 2023, mendiang pelari Kenya, Kelvin Kiptum, bukan hanya menjadi pelari tercepat. Ia juga membuat rekor baru di lintasan lari sejauh 42 kilometer dengan mencatatkan waktu 2 jam 35 detik.

Catatan waktu itu memecahkan rekor dunia yang dibuat Eliud Kipchoge pada Berlin Marathon 2022. Kala itu, Kipchoge mencatatkan waktu 2 jam 1 menit 9 detik. Di Berlin juga, pelari asal Etiopia, Tigist Assefa, memecahkan rekor dunia putri dengan mencatatkan waktu 2 jam 11 menit dan 53 detik.

Melihat prestasi para pelari elite tersebut, mata penonton bukan hanya tertuju pada medali yang diraih. Footwearnews pada 8 Oktober 2023 melaporkan, penonton biasanya akan langsung melihat pada sepatu lari yang dikenakan sang juara. Mereka penasaran sepatu jenis apa yang dikenakan pelari jarak jauh itu sehingga membuat mereka seolah terbang.

Kiptum rupanya mengenakan Nike Alphafly Next% 3 Sneakers di Chicago. Sementara Kipchoge di Berlin mengenakan Nike Air Zoom Alphafly Next% 2.

Kemudian dalam ajang Tokyo Marathon 2024, Yahoo!Life melaporkan, pelari asal Kenya, Benson Kipruto yang mencatatkan waktu 2 jam 2 menit 16 detik mengenakan Adidas Adios ProEvo 1v2. Adapun pelari putri asal Etiopia, Sutume Asefa Kebede mengenakan Nike Vaporfly Next% 2 dan menorehkan waktu 2 jam 15 menit 55 detik.

Pelari maraton dan penulis buku ”Enggak Lari Enggak Keren” Agus Hermawan dalam wawancara, Rabu (20/11/2024), mengatakan, dalam dunia lari dikenal ungkapan sepatumu senjatamu.

Itu sebabnya sepatu menjadi hal penting bagi para pelari. Dengan tujuan supaya performa meningkat, kecepatan lari bertambah, beberapa jenama sepatu lari dalam beberapa tahun terakhir berlomba-lomba mengembangkan teknologi alas kaki lari.

”Teknologi sepatu lari begitu berkembang sehingga sepatu lari sering disebut super shoes atau sepatu super,” kata Abah Ush, panggilan akrab Agus Hermawan.

Gaya sepatu peserta saat mereka mengambil perlengkapan lari (race pack) sebelum mengikuti Semarang 10K Powered by Isoplus di Gedung Oudetrap, Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (16/12/2023). Sebanyak 2.000 pelari dari berbagai daerah akan mengikuti salah satu ajang lari terbesar di Kota Semarang sejauh 10 kilometer. Rute yang relatif datar tersebut akan menjadi pembuktian para pelari untuk meraih waktu terbaik mereka. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 15-12-2023

Sepatu super

The Conversation pada 2 Maret 2021 menuliskan, keunggulan sepatu super bisa dilihat pada lomba maraton Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ketiga atlet peraih medali naik podium dengan menggunakan sepatu dari jenama yang sama. Sepatu tersebut merupakan prototipe Nike, yang kemudian dirilis sebagai Nike Vaporfly 4%.

Medali emas Eliud Kipchoge, perak Feyisa Lilesa, dan perunggu Galen Rupp di Rio de Janeiro secara tidak langsung menambah keunggulan sepatu super dari jenama itu. Teknologi yang disematkan pada sepatu super terbukti mendukung para pelari berlari lebih cepat.

Hal itu pula yang mendorong jenama lain, Adidas, mengembangkan ”sepatu super” seri Adizero Adios Pro. Rangkaian produk itu, yaitu Adidas Adizero Adios Pro Evo 1 mendukung Tigist Assefa memecahkan rekor dunia di Berlin Marathon 2022.

Para pelari berpacu setelah beberapa saat dilepas dari titik start pada Borobudur Marathon 2020 di Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (15/11/2020). Pelari Betmen Manurung menjuarai katergori putra dengan catatan waktu 2 jam 42 menit. Sedangkan kategori putri dijuarai oleh pelari asal Tapanuli Utara, Pretty Sihite, dengan catatan waktu 3 jam 11 menit.Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON)15-11-2020

Teknologi

The Conversation mengulik rahasia di balik sepatu super terletak pada sejumlah fitur. Fitur-fitur tersebut meliputi berat sepatu, komposisi material, ketebalan tumit, dan kekakuan tekukan longitudinal. Fitur terakhir secara sederhana dipahami seberapa fleksibel sepatu dari tumit hingga ujung kaki.

Sepatu super menyertakan pelat serat karbon dari tumit hingga ujung kaki yang dibenamkan ke dalam sol busa. Pelat ini menyebabkan efek jungkat jungkit yang secara efektif membantu mengembalikan energi ke pelari setiap kali kaki mereka menyentuh tanah.

Akan tetapi, pengembangan teknologi sepatu super juga harus mengikuti aturan Organisasi Atletik Dunia. Organisasi itu salah satunya mengatur ketebalan sol, maksimum 40 milimeter.

Ketebalan itu sebagian untuk mengakomodasi teknologi lain di dalam sepatu. Sebagian lain untuk menambah panjang kaki pemakainya, yang berkontribusi pada penghematan energi mereka.

Dengan fitur-fitur tersebut Nike lantas meluncurkan Vaporfly 4%. Teknologi Vaporfly versi asli meningkatkan efisiensi lari pelari yang sangat terlatih sekitar 4 persen. Itu sebabnya prototipe ini disebut 4%. Dalam praktiknya, ini setara dengan peningkatan kasar dalam performa lari antara 2 dan 3 persen.

Adidas dan sejumlah jenama lain kemudian menyusul terobosan Nike tersebut. Adidas bisa saja memiliki desain sendiri dan menggunakan komponen yang berbeda dengan cara yang berbeda. Namun, prinsip harmonis dalam desain sol pada dasarnya sama.

Para peserta bersiap memulai lomba lari Astra Half Marathon 2024 di Astra Biz Center BSD, Tangerang, Banten, Minggu (10/11/2024). Sekitar 5.000 pelari mengikuti lomba dalam tiga kategori jarak, 5 kilometer, 10 kilometer, dan 21 kilometer (separuh maraton). KOMPAS/HERU SRI KUMORO 10-11-2024

Persaingan

Lantaran menjadi pilihan banyak pelari, pengembangan teknologi sepatu super itu berdampak pada kinerja keuangan kedua jenama tersebut. Morgan Stanley, sebuah bank investasi, dalam The Economist pada Kamis (14/11/2024), mencatat jenama Nike dan Adidas selalu mendominasi industri pakaian dan sepatu olahraga (sportwear).

Pada 2018, gabungan penjualan kedua jenama itu menguasai 63 persen pasar sportwear. Namun, penjualan dua jenama itu tahun lalu turun. Pada 2023, Nike dan Adidas masing-masing menyumbang 35 persen dan 16 persen dari penjualan bersih senilai 146 miliar dollar AS yang dihasilkan oleh 15 jenama sportwear terbesar dunia.

Rupanya jenama-jenama pesaing mulai menguasai pasar, seperti New Balance, Asics, serta On dan Hoka. Di China, perusahaan lokal, seperti Anta dan Li-Ning, turut serta dalam persaingan penjualan.

Persaingan ketat membuat saham Nike terpukul. Selama setahun terakhir sahamnya anjlok hingga 27 persen.

The Economist mencatat satu produk yang menentukan penjualan sportwear adalah sepatu olahraga. Didukung gaya hidup dan tren, sepatu lari menjadi kontributor terbesar dari penjualan di sebagian besar perusahaan sportwear. Nike kontribusinya 68 persen dan Adidas 58 persen.

Menurut firma riset Sporting Goods Intelligence Europe, penjualan sepatu olahraga bermerek naik hampir 50 persen dari tahun 2018 hingga 2023. Sementara pasar pakaian olahraga secara keseluruhan tumbuh kurang dari 20 persen.

Gaya hidup sehat seperti berlari atau jogging yang kian populer saat pandemi Covid-19 turut memengaruhinya. Banyak klub lari bermunculan dan banyak orang mengikuti lomba-lomba maraton. Seiring itu, tren mode kasual juga meningkat. Kombinasi keduanya meningkatkan permintaan sepatu olahraga.

Sayangnya, di saat permintaan tinggi, Nike dan Adidas tengah kedodoran dengan penjualannya. Jenama pesaing seperti On dan Hoka memanfaatkan peluang.

Inovasi pesaing baru

Kedua jenama tersebut menggunakan desain inovatif untuk membuat produk mereka menonjol. Hoka, bagian dari Deckers Brands, menjual sepatu lari dengan sol yang tebal.

Sepatu maraton super ringan terbaru dari On merupakan produk yang dibuat dengan menggunakan sepotong serat termoplastik oleh lengan robot. On menampilkan prototipe sepatu kets yang disebut monster.

The Economist mencatat, sepatu lari On menjadi terkenal. Tahun lalu penjualan sepatu itu mencatatkan angka hampir dua miliar dollar AS. On sekarang memiliki nilai pasar sebesar 17 miliar dollar AS.

Pelari dari Komunitas Freeletics Semarang melintas di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (7/12/2022) malam. Mereka berlari sejauh 6 kilometer dalam rangka latihan mempersiapkan diri menghadapi lomba Semarang 10K yang akan digelar Minggu (18/12/2022) di Kota Semarang. Selain diikuti oleh anggota berusia dewasa, latihan Rabu malam diikuti oleh anak-anak peserta kategori Kids Dash pada Semarang 10K.

Bijak memilih

Agus memandang banyaknya sepatu super lari dari berbagai jenama menawarkan banyak alternatif kepada para pelari, khususnya bagi para pelari kencang yang terlatih baik. “Tidak melulu untuk mereka memecahkan rekor. Untuk mereka yang memiliki pace cepat, 4-5, sepatu super akan membantu performa,” jelas Agus.

Merujuk sejumlah sumber, di antaranya www.runnerscase.com disebutkan, pace lari adalah satuan hitung yang digunakan para pelari dalam menghitung seberapa cepat mereka berlari. Untuk pelari lambat atau pelari rata-rata atau pelari rekreasional,  Agus menyarankan, sebaiknya pelari tersebut menggunakan sepatu lari biasa.

Memang tak dapat dimungkiri, saat ini banyak pelari Indonesia memakai sepatu super karena didorong gaya hidup atau tren. Padahal, pace larinya lambat.

Agus mengingatkan, sepatu serat karbon tidak cocok untuk semua pelari. Bisa-bisa maunya berlari malah cedera. ”Berlari itu tetap harus memperhatikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,” kata Agus.

Nasrullah, pelari maraton dan trail dari Tangerang Selatan, juga mengatakan, berlari harus aman dan selamat. Kaki-kaki harus terlindung dengan baik dan tidak cedera.

Tentang teknologi sepatu lari, ia mengaku tidak memusingkannya. ”Semua kembali ke tujuan. Kalau mengikuti lari maraton untuk berprestasi, selain strategi berlatih, teknologi untuk meningkatkan performa bisa diterapkan,” kataya.

Sebagai pelari rekreasional, ia lebih memilih sepatu lari biasa. ”Intinya berlari harus nyaman dan aman, kaki tidak cedera,” katanya menegaskan.

Nah, tartarik berolahraga lari? Mari, berlari bersama…


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase