Diplomasi Budaya ASEAN dan China lewat Lomba Kartun

Bentara Budaya menggelar kontes komik yang diikuti peserta dari 10 negara ASEAN dan China. Kontes ini bertujuan mempererat hubungan budaya yang terjalin sejak lama.

13 Nov 2024 16:20 WIB · Nasional

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

JAKARTA, KOMPAS — China dan negara-negara Asia Tenggara tak hanya dekat secara geografis, tetapi juga mempunyai hubungan budaya yang telah dijalin sejak lama. Hubungan budaya itu terus dipererat dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggelar lomba kartun dan komik yang diikuti peserta dari 10 negara ASEAN serta China.

Kontes komik dan kartun tersebut digelar Bentara Budaya bekerja sama dengan House of Cartoon Mania atau HOCA dan PT China Indonesia Global. Proses penerimaan karya dimulai pada 22 September 2024 dan dijadwalkan berakhir pada 20 November.

Kegiatan ini mengangkat tema ”Kisah-kisah Persahabatan antara Masyarakat Negara-negara ASEAN dan Masyarakat China”. Tujuannya adalah menggali cerita-cerita positif tentang hubungan antara masyarakat negara-negara anggota ASEAN dan masyarakat China yang telah terjalin selama berabad-abad. Cerita itu kemudian dituangkan dalam bentuk kartun satu panel dan komik strip. Basis ceritanya bisa dengan mengolah kisah nyata, sejarah atau fakta, serta kisah fiktif berdasarkan imajinasi para seniman.

Poster yang memuat informasi kontes kartun dan komik dengan peserta dari 10 negara ASEAN serta China. Kegiatan ini digelar Bentara Budaya bekerja sama dengan House of Cartoon Mania atau HOCA dan PT China Indonesia Global.

Executive President of International Daily News Wenxi Zhang, yang juga menyokong program ini, mengatakan, kontes kartun dan komik tersebut penting untuk mempererat hubungan antara China dan negara-negara ASEAN. Melalui karya seni seperti kartun dan komik, seniman dapat bertukar pikiran, saling pengertian, dan nilai-nilai kemanusiaan universal.

”Kami senang dapat menyokong penyelenggaan kontes ini. Semoga banyak kartunis dan komikus yang tertarik untuk mengikuti program ini,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11/2024).

Kontes ini dibagi dalam dua kategori, yaitu kategori kartun satu panel dan kategori komik strip. Selain trofi dan sertifikat, juga ada hadiah uang tunai Rp 82 juta untuk 26 pemenang dari kedua kategori ini. Peserta terbuka untuk umum dengan usia minimal 13 tahun yang berasal dari negara-negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, Kamboja dan Vietnam, serta dari China.

Hingga saat ini tercatat 144 peserta dari 22 negara yang telah mengirimkan 198 karya dengan variasi visual. ”Semakin banyak peserta yang mengirimkan karyanya dalam kontes ini, semakin mereka akan menunjukkan kerja sama yang baik melalui budaya,” kata Wenxi Zhang.

Quote

Kontes kartun dan komik tersebut juga dimaksudkan untuk turut mengampanyekan perdamaian di kawasan ASEAN dan global melalui karya seni.

Seluruh karya kiriman para peserta akan dinilai oleh sejumlah juri. Mereka adalah I Wayan Nuriarta (dosen DKV ISI Denpasar), Yulius Widi Nugroho (dosen DKV ISTTS, Surabaya), dan Hilmi Faiq (kurator Bentara Budaya dan wartawan harian Kompas). Hasil pemenang kontes akan diumumkan pada 5 Desember 2024.

Sebanyak 50 karya terpilih akan ditampilkan dalam pameran bersama di Bentara Budaya Jakarta pada 6-12 Desember 2024. Pameran ini terbuka untuk umum.

Menurut General Manager Bentara Budaya and Communication Management Kompas Gramedia Ilham Khoiri, kontes kartun dan komik tersebut juga dimaksudkan untuk turut mengampanyekan perdamaian di kawasan ASEAN dan global melalui karya seni. Kampanye perdamaian semakin relevan saat sebagian wilayah di dunia masih dilanda konflik, bahkan perang.

General Manager Bentara Budaya Ilham Khoiri menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan pameran seni rupa Aku Anak Indonesia: Warna-warni Mimpi di Bentara Budaya Jakarta, Jumat (26/7/2024). Pameran ini menampilkan lukisan karya 70 anak beragam usia yang beberapa di antaranya adalah anak dengan autisme. Melalui pameran ini, lukisan diharapkan mampu menjadi jendela bagi orangtua untuk memahami alam pikiran anak. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 26-07-2024

”Kami mendukung sepenuhnya berbagai upaya untuk mewujudkan perdamaian dunia, seperti yang digiatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dukungan itu antara lain kami tampilkan dalam bentuk kerja sama seni budaya yang lebih universal dan lintas negara,” katanya.

Kegiatan ini juga untuk mendukung agenda ASEAN dan China, yaitu Tahun 2024 sebagai Tahun Pertukaran Antar-Masyarakat ASEAN-China. Lebih dari 200 kegiatan telah diselenggarakan sepanjang tahun ini. Beberapa pertukaran terjadi di berbagai bidang, seperti pemuda, pariwisata, media, pendidikan, seni, dan olahraga.

Hubungan China dan negara-negara ASEAN terjalin erat sejak berabad-abad silam. Di Indonesia, misalnya, hubungan panjang itu telah membentuk berbagai akulturasi budaya dalam berbagai bidang, mulai dari arsitektur, kain wastra, sastra, bahkan kuliner. Kondisi itu semakin memperkaya khazanah ekspresi kebudayaan di Tanah Air.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Aloysius Budi Kurniawan